Senin, 13 Juli 2009

Didit - Ketua King Club Djakarta: Belajar dari Organisasi Pramuka


Kesuksesan dan keberadaan sebuah klub motor tergantung dari sosok sang ketua. Kalau tidak memiliki kapasitas memimpin dan kurang berwibawa, jangan harap komunitas tersebut mampu bertahan lama. Malah bisa terancam bubar kalau tak mau mendengar aspirasi anggota.

Sosok lelaki pendiam ini mampu ‘menetralisir’ keadaan yang sangat runyam sekalipun. Dengan kharisma dan kemampuan serta pengalaman berorganisasi yang cukup mumpuni, tak salah jika anak-anak KCDj atau King Club Djakarta memilih Didit dijadikan orang yang dituakan. Kepercayaan para anggota untuk memberikan amanat kepadanya dijawab dengan brilian. Dari mulai berdiri tahun 2002 silam hingga kini, KCDj membuktikan diri sebagai sebuah komunitas yang paling eksis dan mampu meredam konflik yang timbul.
Sebenarnya siapakah Didit yang dimaksud, hingga para anggota KCDj mempercayakannya sebagai ketua? Berikut petikan wawancarannya dengan sosok lelaki kalem ini.

Bisa ceritakan awal mula mendirikan KCDj?
Sekitar tahun 2000, saya sering nongkrong di depan kolam renang Senayan. Saya kumpul bareng tiga teman (mereka adalah Torro, Dodo, dan Alam. Saat ini mereka- termasuk Didit- menduduki posisi sebagai Dewan Pendiri di KCDj) yang sama-sama pengila motor RX King. Pertemuan tanpa jadwal itu menghasilkan ide untuk membuat sebuah komunitas motor khusus RX King. Kemudian kita saling bertukar pikiran bagaimana cara merealisasikan ide kita itu. Memang bukan hal mudah dan ide itu terus kami pikirkan. Hingga tahun 2002 komunitas itu baru terbentuk.

Kenapa sampai memakan waktu hingga dua tahun? Apa sih kendalanya?
Waktu itu kita masih bingung, bagaimana proses rekrutmen anggota. Terus bagaimana cara mengatur mereka. Walaupun sudah terkonsep dengan baik menyangkut komunitas yang akan kita dirikan, namun persiapan matang dan teknis lain wajib kita pikirkan.

Saat pemilihan nama komunitas ada kesulitan tidak?
Awalnya kami berempat sepakat untuk memberikan nama “The Jak”. Alasannya karena kami semua berdomisili di Jakarta. Tapi karena kurang pas, lalu muncul nama Batavia. Nama ini juga masih terasa cocok. Akhirnya kita memilih nama KCJ (King Club Jakarta). Nama terakhir belumlah final, kami melihat ada kesamaan nama daerah di Indonesia yang membuat kami harus memutar otak mencari nama lain dan akhirnya lahir nama KCDj (King Club Djakarta). Kata ”Jakarta” kami gunakan dengan ejaan lama. 6 Desember 2002 KCDj resmi dideklarasikan di kolam renang Senayan, Jakarta.

Proses rekruitmen anggota baru bagaimana?
Nah ini yang waktu itu jadi fokus kita. Pada 2002 silam memang warnet masih jarang untuk berkomunikasi, sementara kalau dibikin poster butuh biaya. Akhirnya kami memutuskan mencari anggota baru lewat pertemanan (mulut ke mulut), serta lewat bengkel dimana kami sering nongkrong. Lewat ‘media’ itu lumayan sukses menjaring anggota KCDj baru.


Apakah sebelumnya Anda punya pengalaman bergorganisasi?

Soal organisasi saya lumayan banyak makan asam garam, sebelum jadi ketua disini (KCDj) saya pernah ditunjuk untuk posisi yang sama saat masih aktif di Admonco (anggota IMI). Selain itu saya dulu memang suka dengan organisasi Pramuka. Bakat dan kemampuan saya selama ini akhirnya berlanjut hingga memegang KCDj. Sedangkan pendidikan saya adalah Sarjana Pelayaran. Ini memang tidak berhubungan sama sekali organisasai, apalagi dengan otomotif. Namun karena hobi, semua bisa saja terjadi seperti saya yang malah tertarik dengan dunia otomotif.

Kapan pelantikan KCDj pertama, dimana dan anggotanya berapa?
Pelantikan pertama KCDj tahun 2003 di Puncak, Jawa Barat. Waktu itu anggota KCDj sudah mencapai 110 orang. Jumlah yang lumayan banyak untuk sebuah komunitas motor.

Setiap komunitas motor pasti banyak aturan, kesalahan apa sih yang bisa menjadikan anggota dipecat?
Benar itu, dimanapun kita masuk kedalam komunitas motor pasti ada aturan yang berlaku. KCDj merupakan komunitas yang santai dan penuh dengan rasa solidaritas dan kekeluargaan. Tak ada istilah senior junior, namun kesalahan yang tak bisa ditolerir hingga berujung pemecatan adalah saat anggota mencemarkan nama baik KCDj. Kita juga tak mentoleril anggota yang terlibat kriminalitas dan narkoba (pengedar dan pemakai -red).

Apakah ada aturan di KCDj bagi anggotanya wajib kumpul dan touring bareng?
Komunitas kami santai dan toleran kok. Kalau saat kumpul salah satu anggota ada yang tak bisa hadir, ya tak apa-apa. Misalnya ada kerabat yang meninggal, berbentutan dengan jadwal kerja dan sebagainya. Kami tak mempermasalahkan itu. Yang penting harus ada komunikasi, minimal lewat SMS.

Ribet gak sih ngatur 614 motor saat touring?
Anggota KCDj memang 614. Tapi pada saat touring pasti ada yang berhalangan hadir karena berbagai alasan. Namun demikian sebelum berangkat kita lakukan briefing dan saling mengingatkan anggota kalau ada yang terlupakan (STNK atau SIM C -red).

Daerah yang pengen banget disambangi?
Anggota KCDj kepingin sekali touring ke Aceh (0 Km). Kapan pastinya masih kita bicarakan dan jadwalnya disesuaikan agar banyak anggota yang ikut serta. Selian itu, kami juga terlibat dalam komunitsa nasional. Tahun ini KCDj jadi tuan rumah Jambore Nasional RX King yang diadakan di Ragunan. Rencannya Jambore tahun depan kita akan menyambangi Lombok, salah satu kawasan wisata yang fantastis dan indah.

Selama menjadi ketua, kendala apa yang paling berat?
Kendala pasti ada. Namun secepat mungkin kita harus benahi agar tak berlarut-larut. Untuk mengatur anggota yang jumlahnya 614 kita serahkan kepada masing-masing Koordinator Wilayah (KorWil) mengatur anggotanya. Kalau masih ada kesulitan baru saya akan turun membantu. Yang pasti, setiap komunitas pasti punya peraturan yang berbeda-beda serta konsep yang tak sama. Tapi jika komunitas kita ingin besar dan tetap eksis, ketua harus bisa berbaur dengan anggota dan sebisa mungkin harus demokrtis dan jangan memberikan peraturan yang membuat anggota merasa terkekang yang pada akhirnya komunitas itu akan bubar.

Terimakasih banyak atas waktunya yah mas Didit
Oke, sama-sama. Sukses untuk Motodream.

1 komentar:

  1. Om.. bisa ngak buatin cabang RX king Komunitasnya di kalimantan barat ( Sintang ).. karena di sini banyak komunitas tu cuma suka ugal2an aja.. saya pengen banget ada komunitas motor king yang solid om..
    tq...

    BalasHapus