Senin, 13 Juli 2009

Cinta Mati Sama RX King


Kalau sudah cinta, apapun bisa kalahkan bahkan istri sendiri. Seperti Yunus atau biasa disapa ’Babe’ Yunus. Salah seorang dedengkot Kings Club Djakarta (KCDj) ini bahkan mengatakan lebih care tunggangannya itu dibanding istrinya.

Babe Yunus seperti cinta mati dengan RX King miliknya. Buktinya, di rumahnya dia punya tiga motor RX King. Dari ketiga motornya, ada yang satu motor kesayangan pria ubanan ini. Yaitu, RX King keluaran 1993. Motor yang dibelinya dari tukang sayur seharga Rp 3,7 juta dirombak jadi lebih sangar. Dengan modal sekitar Rp 12 juta, Babe Yunus menyekolahkan si kuda besi kesayangnya disebuah bengkel di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.
Pengerjaan sebelum bulan puasa tahun lalu, dan memakan waktu sekitar dua bulan. Ide Babe Yunus untuk mengubah tampilan motornya langsung ditangkap memori Ozy sang mekanik dan memberikan semuanya sesuai dengan apa yang diminta babeh Yunus. Setelah selesai pengerjaan, Babe Yunus mengaku bangga dan salut dengan mekanik muda tersebut. Untuk menjajal ketangguhan motor karya mekanik andalannya itu, Babe Yunus lantas menggeber kuda besinya itu ke Padang, Ujung Genteng (Sukabumi), dan rencananya pada Mei-Juni 2009, ‘Si Hitam’ panggilan motor kesayangannya itu akan digeber menuju Lombok untuk menghadiri Jambore motor RX King se-Indonesia.
Motor miliknya itu memang belum diikutkan kontes, karena belum ada event yang sesuai dengan spesifikasi motor Babe Yunus yakni ‘extreme kinclong’. Namun tunggangannya masih dinilai kurang. Dalam waktu dekat ini, babeh Yunus akan meng-chrome kaki-kaki motornya persisnya di swing arm dan standar biar kelihatan makin kinclong. Walaupun sudah punya tunggangan serupa tiga unit, Babe Yunus masih ingin membeli satu unit lagi. Motornya itu nantinya akan dibuat seoriginal mungkin dengan konsep klasik. Wah! Makin iri aja deh istrinya..

Spesifikasi Yamaha RX King 1993 milik Babe Yunus
- Shock depan CBR 600
- Velg racing Yamaha Vixion (depan dan belakang)
- Ban belakang Battlax 90/80
- Ban depan Battlax 80/90
- Rem dick belakang Yamaha Jupiter MX
- Swing arm Yamaha Scorpio Z
- Shock breaker belakang Yamaha Jupiter MX
- Double disc depan Yamaha Vixion
- Master rem depan Suzuki Thunder 250
- Footstep belakang Yamaha Jupiter MX
- Spedometer merek Kitaco
Baca Selanjutnya..

Kamis, 09 Juli 2009

Troupe de Yamaha Nouvo Bekasi: Troupe Goes to Bengkulu


Siapa bilang desain dan teknologi motor matic hanya untuk menaklukan jalanan perkotaan? Jalanan yang dikenal rata, halus dengan aspal hotmix? Trio Yamaha Nouvo owner telah membuktikannya. Mereka menjelajah jalanan Sumatra yang terkenal gelap, berlobang dan rawan kejahatan. Bahkan mereka tarik dengan kecepatan penuh, tapi tanpa suara ringkikan mesin.

Adalah Fakhrul OS, Fakhruddin dan Sandy ys. Mereka bukanlah pejantan tangguh, yang memiliki seabreg kemampuan menguasai jalanan. Mereka juga seperti kita, manusia biasa. Dan seperti motobikers pada umumnya. Hanya saja jiwa petualangannya yang dibarengi riding skill, attitude, style dan safety riding. Perjalanan dengan jarak tempuh lebih kurang 3920 km, kearah Bengkulu dengan membawa bendera “ Troupe de Yamaha Nouvo Bekasi” menjadi kesan yang tidak terlupakan seumur hidup.
Perjalanan ini persisnya tanggal 20 Mei 2009. Dari Limus Pratama Cileungsi menuju ke pelabuhan Merak via Tangerang, untuk kemudian naik kapal ferry. Sesampainya di Bangka Huni, tidak lupa mereka pun isi bensin hingga full tank. Setelah melakukan perjalanan 4 jam hingga melewati kota Lampung, dengan jalanan yang cukup rusak, akhirnya Fakrul, Fakhruddin dan Sandy masuk kota Bumi dan Manggala dan mulai bertemu hutan di bukit kemuning. Mereka melewati Martapura yang terkenal dengan kejahatannya sambil melintasi panjang hutan mencapai 35 km. Perjalanan dilanjutkan sampai di Lahat, dan beristirahat di daerah tersebut,
Tanggal 22 mei 2009, jam 08.00 WIB. Bensin kembali di isi full karena perjalanan menempuh jarak sekitar 160 km. Setelah melewati hutan dan berada di atas bukit barisan, Troupe Goes to Bengkulu sampai di Muara Beliti, jam 12.00 WIB dan mengambil kesempatan untuk istirahat sejenak. Kini perjalanan dilanjutkan menuju lampung. Setelah memasuki Kepahiang, dengan kondisi jalan yang hancur, lubang besar dan longsor yang terjadi disekitarnya akhirnya Motobikers Nouvo ini memasuki hutan lindung pada malam hari. Perjalanan dilanjutkan hingga sampai di Bengkulu jam 21.30 WIB. Sehari penuh waktu dihabiskan di Bengkulu, untuk istirahat dan sebagainya.
Di tanggal 23 Mei 2009 trio ini kembali ke Jakarta, melewati lintas tengah di kelok 99 (Kepahiang, red). Di daerah ini mereka memasuki lagi daerah rawan kejahatan di Lahat
“Sempat beberapa kali ada motor yang mencurigakan masuk ke dalam barisan kami, tapi karna kami stabil jalan di kisaran 80 – 100 Kmpj, motor yang mencoba menghalang-halangi ini sering ketinggalan.” Tangkas Fakhruddin.
“Sungguh perjalanan kami bertiga, dengan Yamaha Nouvo, membawa pesan tersendiri. Betapa alam sebagai pengendali, mesin sebagai alat, manusia sebagai pemain dan Tuhan sebagai penentu segalanya.” Ungkap Fakhruddin lagi yang mensyukuri keselamatan timnya sampai ke Jakarta lagi.
Baca Selanjutnya..

Touring yang Aman Yuks? (Part I)


Yang namanya touring memang bikin seru. Dimana nikmatnya? Nikmatnya ada di kepuasan jiwa. Tapi, jangan cuma pikirin kepuasan jiwa kalau keselamatan jiwa Motobikers terancam karena kurang mengetahui prinsip Safety Riding untuk touring.

Persiapan touring Motobikers jangan setengah-setengah. Pasalnya, touring itu memiliki SOP (Standard Operating Procedure) sendiri. Bukan apa-apa. Tapi ini untuk keselamatan peserta touring itu sendiri.
Persiapan touring bukan hanya untuk Moge atau motor dengan cc besar. Tapi persiapan touring juga mewajibkan bagi siapapun yang ingin melakukan aktifitas ini. MotoDream bersama RSA bekerjasama untuk melakukan kampanye Safety Riding untuk club motor. Mau tahu apa saja persiapan sebelum touring? Simak detail-nya dibawah ini.

Hal- hal yang harus dilakukan sebelum melakukan perjalanan.

Tahap Perencanaan
Rencana Rute Perjalanan

Biarpun sudah ratusan kali melewati rute yang sama, tapi jangan sombong. Pasalnya kondisi di jalan tidak selalu sama setiap harinya. Dan, itulah yang bisa membuat Motobikers nyasar. Mau, nyasar? Rute perjalanan harus dipersiapkan oleh Touring Organizer, atau dalam skala yang kecil, harus disiapkan oleh peserta yang ditunjuk untuk menentukan rute perjalanan. Berikut ini adalah perencanaan rute perjalanan sebelum melakukan touring;
• Rute perjalanan hendaknya memperhitungkan waktu dan jarak touring.
• Rute perjalanan hendaknya berisi POI (Point Of Interest) yang akan dilalui oleh group sejak titik keberangkatan dan titik lokasi selesai. POI dimaksud bisa berupa nama wilayah, nama desa, nama kota atau suatu area yang bisa menjadi patokan dalam menentukan posisi.
• Rute perjalanan hendaknya berisi titik-titik peristirahatan dimana group bisa berhenti untuk beristirahat dan menyegarkan badan.
• Dalam menentukan tempat beristirahat, asumsikan bahwa perjalan dilakukan dengan kecepatan yang lambat dan memakan waktu. Dengan demikian, lokasi-lokasi pemberhentian telah diperkirakan lebih rapat
antara satu dan lainnya. Catat perkiraan waktu yang dibutuhkan antara satu tempat istirahat dengan tempat istirahat yang lain.
• Rute perjalanan diharuskan berisi gambar peta yang telah diberi tanda rute.
• Dalam menentukan rute perjalanan, sangat disarankan untuk dilakukan survey terhadap rute.

Survey

Seberapa pentingkah survey ini? Layaknya medan perang, survey sangat membantu rombongan untuk maju. Baiknya, dengan survey, Motobiker jadi lebih banyak mengumpulkan informasi. Misalnya informasi
berikut ini :
• Kondisi jalan secara umum. (Kondisi jalan hendaknya tergambarkan dalam peta)
• Kondisi dan letak secara persis tempat-tempat peristirahatan.
• Lokasi pengisian bahan bakar yang sesuai. (beberapa SPBU tidak melayani pengisian Pertamax, dan tidak perlu mendata seluruh SPBU yang dilalui, cukup beberapa SPBU yang sekiranya siap 24 jam dan memadai).

Rencana Logistik.
Apa itu rencana logistik? Apa saja yang direncanakan?
Rencana logistik bertujuan untuk menyimpan persediaan spare-part cadangan yang mungkin dibutuhkan oleh peserta touring bila terjadi hal-hal yang tidak di-inginkan. Juga berfungsi untuk membawa motor yang dalam perjalan mendapat masalah. Jadi, yang perlu disiapkan untuk logistik adalah.
• Storing Car, bersifat wajib ada apabila perjalanan touring cukup jauh dan dalam perjalanan tidak mudah untuk memperoleh sparepart.
• Daftar sparepart yang harus disiapkan dan disimpan oleh storing cara adalah sebagai berikut :
Spare Busi / Spark Plug
• Spare Sekering / Fuse
• Spare Bohlam Lampu Besar, Sein, Rem, Lampu Kecil.
• Spare Kanvas Rem depan dan Belakang.
• Spare Chain/Rantai.
• Spare Tubes/Ban Dalam, Ban Luar.
• Pompa Portable.
• Kit Tambal Ban Tubles.
• Air Accu
• Accu.
• Oli mesin dan Oli rem.
• Hazard Cone.
• Electric Torch / Senter.
• Standard Toolkit / Perkakas
• Rope / Tambang
• Ply Sheet / Terpal.

Masing-masing peserta, hendaknya mempersiapkan seluruh spare-part tambahan bilamana motornya menggunakan spare part lain diluar standard.
Part ini bisa dititipkan pada storing car (bila ada) atau dibawa sendiri (jika kecil dan mudah dibawa sendiri).
Obat-obatan standard untuk P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang berisi minimal :
• Cairan pembersih luka.
• Antiseptik.
• Perban dan perekat.

Ini baru bagian awal tetang Safety Riding bagi yang ingin lebih mengetahui tentang touring yang aman? Edisi berikutnya, kita akan sambung dengan Touring yang Aman Part II lain dari Safety Riding.
Baca Selanjutnya..

YVAJ Tour de Purwokerto: Pengalaman Tak Terlupakan


Bertepatan dengan long weekend pada tanggal 21-24 Mei 2009. YVAJ(Yamaha V-ixion Adventure Jakarta) mengadakan turing ke Purwokerto sekaligus menghadiri undangan deklarasi dari brother YVC Purwokerto.

Di tanggal 21 Mei hari Kamis malam anggota YVAJ berkumpul di sekretariat. Kegiatan ini adalah persiapan sebelum berangkat pada pukul 23.00 WIB. Team yang berangkat adalah bro wibie-001,salay-003,dan bro ali-006. Ada juga rekan dari YVC Salatiga bro Fery dan bro Andri YVCB Bandung. Perjalanan dilepas oleh anggota YVAJ yang tidak dapat ikut dalam turing kali ini. Perjalanan menuju checkpoint yang pertama yaitu Bandung dilalui dengan lancar dengan waktu tempuh 3 jam, yang termasuk jarak waktu tercepat, walaupun sedikit diterpa hujan di Cimahi namun team tetap gas terus. Setelah istirahat sebentar di rumah bro Andri dari YVCB kita bergabung dengan teman-teman club Vixion se-Jawa Barat. Di sana ada teman2 dari YVC Bekasi, Subang, Bogor dan YVCB sendiri.
Setelah briefing dan doa bersama kita kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 05.00 dini hari. Walaupun ada sedikit insiden di Tasikmalaya dan Wangon tapi tidak menyurutkan semangat para Vixioners untuk segera sampai di kota Purwokerto.
Akhirnya YVAJ sampai kota Purwokerto jam 12.00 WIB. Di purwokerto rekan-rekan dari YVC Purwokerto sudah siap menjemput. Setelah selesai beramah tamah dengan teman-teman YVC Purwokerto, team di jemput oleh saudara dari PTB (Purwokerto Tiger Brother). Setelah kita istirahat di tempat yang sudah disediakan oleh PTB kita langsung menuju café Universitas Sudirman (UNSUD) untuk beramah tamah dengan anggota PTB yang lainnya. Di sini kita merasakan rasa kekeluargaan yang sangat besar antara YVAJ-PTB. “Terima kasih sebesar-besar nya ya brothers. Besok nya kita bersama-sama menuju tempat wisata air terjun Batu Raden” seru Nur Wisesa.
Puas bermain air, YVAJ kembali ke sekretariat PTB untuk bersiap-siap menuju acara Yamaha Vixion Purwokerto. YVAJ meluncur ke Blackbery café dimana acara tersebut diadakan. Di sana kita bertemu dengan teman-teman Vixioners Indonesia yang datang ke acara tersebut.
Sudah cukup lama mengobrol dan melepas kangen bersama teman-teman Vixioners se-Indonesia, kami kembali untuk beristirahat di sekretariat PTB untuk bersiap-siap pulang keesokan paginya. Siang itu sekitar jam 2 siang, tim YVAj sempatkan untuk membeli oleh-oleh dan makan siang dan akhirnya kembali menuju Jakarta. See you on the next touring bro’s!
Baca Selanjutnya..

Yamaha Scorpio Club: Club Mandiri, Punya Usaha Koperasi Sendiri


Tenyata komunitas ataupun club motor isinya enggak selalu hura-hura doang. Buktinya Yamaha Scorpio Club Jakarta punya usaha sendiri yang menghasilkan lewat koperasi. Omset koperasi mereka sampe 140 juta. Hebat kan?

YSC atau Yamaha Scorpio Club bisa dibilang selangkah lebih maju dari komunitas lain. Dibentuk pada 1 September 2002 silam, komunitas yang awalnya hanya memiliki anggota 34 (25 asal Jakarta) (9 dari Jawa Barat), kini makin berkembang dengan jumlah anggota mencapai 525 untuk wilayah Jabodetabek. Tentu saja jumlah itu akan terus membengkak jika dikalkulasikan dengan club motor berlogo kalajengking ini dari seluruh pelosok tanah air.
Otak dibalik kesuksesan dan eksistensi YSC hingga kini adalah R. Siswahjono (Pembina YSC) dan Yunanto Agus Nugroho. Bahkan nama terakhir tercatat sudah dua periode duduk sebagai ketua. Pertama masa bakti 2006-2008 dan yang kedua 2008-2010.
Sebenarnya, YSC muncul kepermukaan berkat Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Pembeli motor Scorpio secara langsung akan mendapatkan nomor keanggotaan dan tercatat sebagai anggota YSC secara resmi. Selain tercatat sebagai anggota YSC, pemilik motor diberikan jaket kulit gratis lengkap dengan logo YSC.
YSC melakukan turing perdana pada 24-25 Agustus 2002 dengan menyambangi wilayah Cipanas, Puncak Jawa Barat. Acara dilanjutkan dengan menggelar aksi baksos ke panti asuhan Cipanas dan memberikan sumbangan kepada tukang ojek wilayah setempat dan menjadi agenda turing perdana ini. Selanjutnya, turing kerap dilakukan sesuai agenda. Tercatat YSC pernah menyambangi Cilacap, Tawangmangu, Dieng, Bromo,Nol KM (Aceh), Bali hingga Lombok.
Antara penggemar motor Scorpio semakin akrab dan memiliki visi dan misi sejalan untuk memajukan YSC. Mengambil lokasi di Patung Panahan, Senayan Jakarta, dibentuk kepengurusan awal YSC periode 2002-2004. Hasilnya, beberapa anggota terpilih untuk membidani YSC, diantaranya adalah R. Siswahjono (Ketua), Bima (Wakil) Harries Sanjaya dan William selaku bendahara. Didalam YSC dikenal istilah Pemili YSC. Hal ini dilakukan demi terciptanya proses demokratisasi untuk memilih calon pengurus periode mendatang.
Eksistensi YSC tidak perlu diragukan, bukan hanya Jakarta tapi daerah-daerah juga banyak bermunculan. Diantaranya adalah YSC Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, serta Sulawesi. Dari YSC yang tersebar, kesemuanya menjunjung rasa persaudaraan yang kuat untuk sama-sama mengokohkan tonggak YSC dikalangan bikers.
Sebagai club bikers yang cukup besar, YSC memiliki agenda tahunan yang sudah diprogram, dan semuanya tercatat dalam kalender kegiatan. Agenda tahunan YSC meliputi Touring dan Baksos (2 – 3 kali setahun), Family Gathering, Coaching Clinic (tentang pemahaman kendaraan, safety riding, dsb), Anniversary YSC, Pemilu YSC, Mudik Bareng, Halal Bi Halal YSC, serta Jambore.
Yang unik, YSC tidak menggunakan istilah kopi darat (kopdar), mereka menggantinya dengan istilah kumpul rutin yang dilaksanakan pada sabtu sore mulai pukul 17.00-21.00 WIB dengan lokasi di Parkir Timur, Senayan Jakarta. Sementara sabtu ke-1 dan sabtu ke-3 ditetapkan sebagai minggu khusus dan setiap anggota diwajibkan menggunakan atribut lengkap. Sementara itu, sumber dana YSC didapatkan dari registrasi anggota, iuran bulanan anggota, dana sponsor, serta aktivitas penjualan atribut club dan sebagainya.
Selain mewadahi anggota YSC dalam menyalurkan hoby berpetualang, klub ini juga mendirikan usaha bersama yakni Koperasi YSC – Indonesia. Koperasi yang berdiri pada Juni 2007 bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi seluruh anggota YSC khususnya dan pengguna Scorpio pada umumnya dalam pengadaan suku cadang asli Yamaha Scorpio. Koperasi YSC terbilang sukses dan membanggakan, karena omzet yang didapat pada tahun pertama mencapai Rp. 140 juta. Distribusi penjualan yang dilakukan koperasi tidak hanya mengcover wilayah Jakarta, namun pesanan pernah melayani Semarang, Surabaya, Jayapura, Balikpapan, Aceh, Medan, Bali dan Bandung.
Kesuksesan koperasi YSC meraih omzet besar berkat usaha Alus Budianto (ketua koperasi), M Lutfi Ubaidillah (wakil) serta Iwan Nurohman sebagai sekretaris.
Baca Selanjutnya..

Senin, 22 Juni 2009

Rossi Mendadak Jadi Bintang Iklan


Rupanya, kehadiran Rossi di Jakarta bukan sekadar ke Istora Senayan saja. Tapi, tahukah Anda jika Rossi menyempatkan dirinya untuk berperan sebagai bintang iklan bersama Komeng, Didi Petet dan Ida Kusuma? MotoDream melaporkannya untuk Anda.

Persisnya di awal bulan Februari lalu. Semua crew produksi iklan Yamaha yang jumlahnya puluhan crew sudah bersiap-siap di studio menanti kedatangan Rossi. Begitupun dengan bintang lain seperti Komeng, Didi Pete dan Ida Kusuma yang tak sabar ingin melihat langsung sang legenda MotoGP Valentino ‘The Doctor’ Rossi.
Sesampainya Rossi di lokasi, sang sutradara pun langsung memberikan naskah skenario kepada Rossi. Cerita yang diangkat adalah ‘kuenceng-nya’ Jupiter MX dan aksi Komeng yang super duper heboh. Begitu bangganya Komeng dengan Jupiter MX tiba-tiba muncul Valentino Rossi mengendarai Jupiter MX yang ternyata lebih kencang dari Komeng. Jadi, jangan heran jika iklan ini lebih heboh dari iklan Yamaha yang pernah ada. Iklan Yamaha Jupiter MX kali ini menjadi yang pertama dan satu-satunya iklan di Indonesia yang dibintangi langsung Valentino Rossi bersama bintang iklan Yamaha lainnya. Kita tunggu aksi Rossi, Komeng, Didi Petet dan Ida Kusumah di bulan April ini di layar TV.
Baca Selanjutnya..

Jumat, 19 Juni 2009

Lentera Ilmu Dari Kalimantan


Masih ingat jaman kita suka bolos sekolah? “Ah, tenang gurunya juga gak tahu kalau kita bolos” itulah kata-kata dalam hati yang sering terucap kalau kita bolos sekolah. Tapi sadarkah jika seorang guru telah menjadikan kita seperti sekarang ini. Punya ilmu, punya pekerjaan dan punya jabatan. Apa iya kita melupakan jasa guru semudah menjentikan jempol jemari? Tap!

Guru memang sudah dipersiapkan secara bathin untuk dilupakan oleh muridnya. Tapi alangkah baiknya kita berempati tentang perjuangan guru yang mentransfer ilmunya ke motobikers. Inilah kisah guru bernama Harmonika yang ikhlas mengajar di pedalaman hutan Kalimantan meski harus melewati perjalanan selama 120 km dalam sehari.
“Selamat pagi ibu Monik! Aku sudah kerjain PR-nya bu” begitu sapaan murid SDN 23 Gunung Ambawang di kecamatan Teluk Pakedai – Kabupaten Kubu Raya di propinsi Kalimantan Barat. Berawal dari jam 5.00 subuh, ia sudah memanaskan motor dan sarapan, Monik sudah bersiap mengajar. Ia tinggal di kota Pontianak di sebuah rumah sederhana. Setiap pagi ia rutin memanaskan motor Yamaha Vega R yang ia beli tiga tahun lalu.
Ketika jalanan masih gelap dan belum tersinari mentari, Monik sudah melaju menuju tepi anak sungai Kapuas. Perjalanan dari rumah menuju tepi sungai masih bagus. Beraspal dan tak ada jalan berlubang. Begitu sampai di tepi sungai ia menaikkan motornya ke sebuah perahu motor. Ia tempatkan motor Vega R miliknya diatas perahu motor. Perjalanan diatas perahu motor sedikit bikin ngeri. Maklum, Monik pernah mengalami perahu motornya terguncang hebat ketika kapal tongkang melaju tak jauh dari perahu motornya. Wusshhh! Ombak sungai sempat mengombang-ambingkan perahu motor karena ukurannya yang jauh lebih kecil.
Sesampainya di tepi sungai yang dituju ada tantangan baru menghadang. Tantangannya adalah jalan rimba yang menggila! Bayangkan Monik harus melewati tanjankan dari tanah merah yang terjal. Lalu ada turunan yang kemiringannya hingga 45 derajat. Itu saja? Belum, ia juga harus melewati jembatan gantung yang semakin lama semakin reot termakan usia. Lalu, apa yang selalu membuatnya semangat meski keselamatan jadi risiko? Tak lain adalah wajah-wajah lugu dan penuh semangat dari anak-anak didiknya. “Saya cinta pendidikan. Memang, kalau melihat kondisi sekarang sih sedih. Terkadang saya melihat semua itu membuat saya tersentuh” begitu aku Monik tentang sekolah dan anak didiknya.
Sekolah tempat ia mengajar sebenarnya sudah kurang layak. Bayangkan, sekolah itu dulunya adalah sebuah rumah dinas pegawai pemerintahan yang disulap jadi sekolah dasar. Di kelas tidak ada pintu bahkan atap pun sudah mengelupas dan selalu bocor jika sedang hujan. “Kasihan juga anak-anak. Mereka terkadang susah konsentrasi karena banyak anak-anak lain yang tidak terdaftar di sekolah ikut mengikuti pelajaran” begitu jelas Monik sambil mengingat kejadian sehari-hari di sekolahnya.
Rupanya pengorbanan siswa di SDN 23 Gunung Ambawang sama beratnya dengan pengorbanan Harmonika. Jarak yang jauh dan medan yang berat menuju serta ditambah aktifitas lain sebagai mahasiswa STKIP PGRI Pontianak membuatnya kelelahan yang hebat. “Saya sering tertidur di motor lho?” seru Monik sambil tertawa kecil. Padahal kita tahu di saat itulah maut mengintai. Tapi tahu apa jawaban ibu guru ini? “Kayak gitu (tertidur ketika naik motor, red) saya sudah terbiasa mas! Hehehe..” jelas Monik pada MotoDream.
Harmonika adalah seorang guru sederhana yang dilahirkan dari keluarga Polisi. Ia lahir pada 27 Maret 33 tahun yang lalu. Memiliki ayah seorang Polisi tentu sangat mempengaruhi angan dan cita-citanya. Wanita sederhana ini dulu mengidamkan bisa menjadi seorang Polisi Wanita atau Polwan. Tapi Tuhan berkehendak lain. Ia kini menjadi seorang guru untuk sebuah Sekolah Dasar yang berjarak 60 Km dari rumahnya.
Ia bersyukur jika motornya saat ini membuat dirinya mulus menjalankan misinya sebagai guru. Selama 3 tahun dan setiap hari menempuh ratusan kilometer namun Monik tetap tenang. Padahal, biasanya motor lain cenderung rewel minta perbaikan ini-itu. Bayangkan jika dalam seminggu ia mengajar selama 6 hari dikalikan 120 Km Pulang-Pergi? Sebulan saja sudah 2.880 Km! “Alhamdulillah, tak ada kerusakan. Saya belum pernah ganti plat kopling, schock breaker termasuk knalpot” begitu curhat Monik. Rahasia monik untuk mempertahankan motor satu-satunya ini ternyata sederhana. Ia rajin memeriksakan kondisi motornya ke bengkel. Di bengkel ini ia meminta montir untuk memeriksa kondisi mesin, oli hingga pengapian.
Sudah 10 tahun ia menjadi pengajar. Selama itu pula dirinya selalu berharap pada petinggi di negeri ini untuk memperbaiki sistem pendidikan. Hati monik terkadang merasa miris jika melihat kondisi sekolah tempat ia mengajar. “Saya berharap sistem pendidikan dibenahi. Khususnya tempat-tempat yang terpencil. Terutama sih buku-bukunya. Jangan sampai ada kepincangan antara kota dan daerah” begitu ungkap Monik.
Bulan ini akan menjadi momentum terbesar buat Harmonika. Persis di tanggal 2 Mei Monik bersama-sama ribuan guru lainnya di Indonesia memperingati Hari Guru se-Indonesia. Detik-detik inilah untuk kita semua mengenang jasa guru selama 1 hari dari 365 hari yang kita lewati dalam setahun. Satu hari untuk pahlawan tanpa tanda jasa.
Baca Selanjutnya..