Tampilkan postingan dengan label Safety Riding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safety Riding. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2009

Touring yang Aman Yuks? (Part I)


Yang namanya touring memang bikin seru. Dimana nikmatnya? Nikmatnya ada di kepuasan jiwa. Tapi, jangan cuma pikirin kepuasan jiwa kalau keselamatan jiwa Motobikers terancam karena kurang mengetahui prinsip Safety Riding untuk touring.

Persiapan touring Motobikers jangan setengah-setengah. Pasalnya, touring itu memiliki SOP (Standard Operating Procedure) sendiri. Bukan apa-apa. Tapi ini untuk keselamatan peserta touring itu sendiri.
Persiapan touring bukan hanya untuk Moge atau motor dengan cc besar. Tapi persiapan touring juga mewajibkan bagi siapapun yang ingin melakukan aktifitas ini. MotoDream bersama RSA bekerjasama untuk melakukan kampanye Safety Riding untuk club motor. Mau tahu apa saja persiapan sebelum touring? Simak detail-nya dibawah ini.

Hal- hal yang harus dilakukan sebelum melakukan perjalanan.

Tahap Perencanaan
Rencana Rute Perjalanan

Biarpun sudah ratusan kali melewati rute yang sama, tapi jangan sombong. Pasalnya kondisi di jalan tidak selalu sama setiap harinya. Dan, itulah yang bisa membuat Motobikers nyasar. Mau, nyasar? Rute perjalanan harus dipersiapkan oleh Touring Organizer, atau dalam skala yang kecil, harus disiapkan oleh peserta yang ditunjuk untuk menentukan rute perjalanan. Berikut ini adalah perencanaan rute perjalanan sebelum melakukan touring;
• Rute perjalanan hendaknya memperhitungkan waktu dan jarak touring.
• Rute perjalanan hendaknya berisi POI (Point Of Interest) yang akan dilalui oleh group sejak titik keberangkatan dan titik lokasi selesai. POI dimaksud bisa berupa nama wilayah, nama desa, nama kota atau suatu area yang bisa menjadi patokan dalam menentukan posisi.
• Rute perjalanan hendaknya berisi titik-titik peristirahatan dimana group bisa berhenti untuk beristirahat dan menyegarkan badan.
• Dalam menentukan tempat beristirahat, asumsikan bahwa perjalan dilakukan dengan kecepatan yang lambat dan memakan waktu. Dengan demikian, lokasi-lokasi pemberhentian telah diperkirakan lebih rapat
antara satu dan lainnya. Catat perkiraan waktu yang dibutuhkan antara satu tempat istirahat dengan tempat istirahat yang lain.
• Rute perjalanan diharuskan berisi gambar peta yang telah diberi tanda rute.
• Dalam menentukan rute perjalanan, sangat disarankan untuk dilakukan survey terhadap rute.

Survey

Seberapa pentingkah survey ini? Layaknya medan perang, survey sangat membantu rombongan untuk maju. Baiknya, dengan survey, Motobiker jadi lebih banyak mengumpulkan informasi. Misalnya informasi
berikut ini :
• Kondisi jalan secara umum. (Kondisi jalan hendaknya tergambarkan dalam peta)
• Kondisi dan letak secara persis tempat-tempat peristirahatan.
• Lokasi pengisian bahan bakar yang sesuai. (beberapa SPBU tidak melayani pengisian Pertamax, dan tidak perlu mendata seluruh SPBU yang dilalui, cukup beberapa SPBU yang sekiranya siap 24 jam dan memadai).

Rencana Logistik.
Apa itu rencana logistik? Apa saja yang direncanakan?
Rencana logistik bertujuan untuk menyimpan persediaan spare-part cadangan yang mungkin dibutuhkan oleh peserta touring bila terjadi hal-hal yang tidak di-inginkan. Juga berfungsi untuk membawa motor yang dalam perjalan mendapat masalah. Jadi, yang perlu disiapkan untuk logistik adalah.
• Storing Car, bersifat wajib ada apabila perjalanan touring cukup jauh dan dalam perjalanan tidak mudah untuk memperoleh sparepart.
• Daftar sparepart yang harus disiapkan dan disimpan oleh storing cara adalah sebagai berikut :
Spare Busi / Spark Plug
• Spare Sekering / Fuse
• Spare Bohlam Lampu Besar, Sein, Rem, Lampu Kecil.
• Spare Kanvas Rem depan dan Belakang.
• Spare Chain/Rantai.
• Spare Tubes/Ban Dalam, Ban Luar.
• Pompa Portable.
• Kit Tambal Ban Tubles.
• Air Accu
• Accu.
• Oli mesin dan Oli rem.
• Hazard Cone.
• Electric Torch / Senter.
• Standard Toolkit / Perkakas
• Rope / Tambang
• Ply Sheet / Terpal.

Masing-masing peserta, hendaknya mempersiapkan seluruh spare-part tambahan bilamana motornya menggunakan spare part lain diluar standard.
Part ini bisa dititipkan pada storing car (bila ada) atau dibawa sendiri (jika kecil dan mudah dibawa sendiri).
Obat-obatan standard untuk P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang berisi minimal :
• Cairan pembersih luka.
• Antiseptik.
• Perban dan perekat.

Ini baru bagian awal tetang Safety Riding bagi yang ingin lebih mengetahui tentang touring yang aman? Edisi berikutnya, kita akan sambung dengan Touring yang Aman Part II lain dari Safety Riding.
Baca Selanjutnya..

Senin, 15 Juni 2009

Kalau Belok Jangan Sampai Keok!


Gubraakk!! Sebuah motor bertabrakan dengan sebuah angkot. “Lha? Mas…. lampu merah kok langsung terobos aja?!” Cetus sang supir angkot. “Pas tabrakan aja, langsung salah-salahan,” gerutu pengendara lain yang ikut melihat mobil angkutan kota menyerempet motor, persis disebelah lampu Merah pupar Cakung, Jalan Raya Bekasi.

Pastinya ada saja cerita kecelakaan di jalan raya yang Motobikers dengar dari teman, tetangga atau bahkan dari kita sendiri. Kejadian itu membuat bulu kuduk berdiri, serem, tragis, enggak tega, ketika melihat korban tergeletak tak berdaya sambil merintih kesakitan.javascript:void(0)
Lantas kalau sudah begini mau nyalahin siapa? Polisi? UU Lalu Lintas? Produsen motor? Tanyakan dulu pada diri kita sendiri! Apakah kita sudah memahami Safety Riding? Seberapa jauh praktik Safety Riding dijalankan pengguna jalan? Begitu ungkap Eko, wakil koordinator RSA (Road safety Association) yaitu sebuah lembaga independen yang peduli terhadap keselamatan pengendara dan pengguna jalan raya. Eko memaknai tekhnik mengendarai motor yang baik dengan cara mematuhi peraturan lalu lintas. Paling tidak basic safety riding. Misalnya seperti; bagaimana teknis berbelok, menyalip, berhenti yang benar. Seperti apa sih belok yang benar itu, bro Eko?
Menurut PP. No 43 tahun 1993 pasal 59, berbelok artinya gerakan kendaraan dengan maksud keluar dari atau memasuki deretan kendaraan yang sedang diparkir, beralih ke kanan atau ke kiri jalur kendaraan.
Hal- hal yang harus diperhatikan Motobikers ketika melakukan gerakan membelok adalah seperti ini:

1. Mengamati
Mengamati dengan cara menoleh dan atau dengan mempergunakan kaca spion.

2. Beri Isyarat
Sebelum memulai manuver mengubah arah, harus terlebih dahulu memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah/ sen.

3. Tempatkan
Menempatkan posisi kendaraan pada lajur atau bagian mendekati luar lajur jalan.

4. Hentikan Penunjuk Arah Setelah Belok
Ingat Sebelum, Selama, Sesudah peringatan dengan alat penunjuk arah harus di berikan dengan terus menerus SELAMA berlangsungnya manuver berbelok dan SEGERA DIBERHENTIKAN setelah gerakan itu selesai.

Enggak ribet sebetulnya kalau kita mengaplikasikan Safety Riding, dengan kata lain tak kenal makanya tak sayang. Dan tak sayang makanya ugal-ugalan. Kalau sudah ketilang, tabrakan atau ditabrak, siapa yang rugi?
Nah, ini tugas kita semua sebagai sesama pemakai jalan yaitu melanjutkan PR pemerintah, untuk taat peraturan lalu lintas di mulai dari diri sendiri. Kemudian virus ini kita sebarkan ke teman –teman pengguna jalan yang lain sesuai PP. No 14 tahun 1992 pasal 59. Ketemu lagi edisi berikutnya. To be continued di rubrik Safety Riding!

Kecelakaan Berdasarkan Wilayah
Wilayah Jumlah %
Jakarta Pusat 10 15.15
Jakarta Barat 6 9.09
Jakarta Selatan 36 54.55
Jakarta Timur 6 9.09
Jakarta Utara 4 6.06
Lain-lain 4 6.06
Total 66 100.00

Korban Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah %
Pria 35 85.366
Wanita 6 14.63
Total 41 100.00

Kecelakaan Berdasarkan Waktu
Jumlah %
00.00 - 06.00 12 18.18
06.00 - 12.00 17 25.76
12.00 - 18.00 16 24.24
18.00 - 00.00 21 31.82
Total 66 100.00
Baca Selanjutnya..