Lagi-lagi forum mailing list membawa petuah, satu dari petuah itu lahirlah komunitas pengendara dan pemilik sepeda motor jupiter dengan sederet family nya. Seperti Jupiter Z, Jupiter Z CW, X-1, Jupiter MX, MX CW, MX CW dan SE. Komunitas ini kemudian dinamakan YJOC (Yamaha Jupiter Owners Community).
Awal terbentuknya cukup unik, dari sekedar berbagi info yang sama tentang motor keberadaan motor Jupiter ini, kemudian berangkat dari mailing list pada tahun 2002. Hingga semakin hari semakin banyak peminat yang ikut join di mailing list tersebut. Akhirnya selang tiga tahun setelah itu, tepatnya pada bulan Juli tahun 2005 terbentuklah YJOC dengan situs resminya www.yjoc.web.id.
YJOC bukanlah komunitas untuk satu wilayah tertentu, keberadaannya justru menjadi wadah komunikasi untuk seluruh pengendara dan pemilik motor Yamaha Jupiter di seluruh Indonesia. Bahkan anggota YJOC ada yang berasal dari negeri jiran Malaysia dan Vietnam.
Komunitas ini memiliki segudang administrator professional yang cakap dalam urusan teknologi dan informasi. Admin YJOC yang siap membantu calon anggota untuk bergabung atau yang ingin sekedar mengenal tentang YJOC. Hingga kini jumlah angotanya mencapai 450-an anggota. Mulai dari anak sekolah sampai ke tingkat professional, kaum elit. Semuanya ada di YJOC ini. Sementara itu jumlah mailing listnya mencapai 4000-an members dari Sabang hingga Merauke.
Tentunya organisasi yang cukup besar ini, juga mempunyai visi dan misi, salah satunya yang menarik adalah komitmen untuk menjadi mitra Kepolisian untuk terus mengkampanyekan safety riding.
Bagi Motobikers, rupanya cukup mudah mengenali anggota dari YJOC ini. Bagi Motobikers yang berdomisili di Jakarta, anggota YJOC biasanya sering menggunakan jaket hitam dengan dominasi warna samping warna orange, tak ketinggalan logo YJOC ini terpampang manis di bagian body jaket. Ciri khas dari setiap anggota YJOC ini, adalah tahu betul dan melaksanakan segala bentuk peraturan lalu–lintas. Pasalnya jauh sebelum menjadi anggota, setiap calon harus mengikuti sistem yang berlaku di YJOC, diantaranya sanggup mematuhi peraturan lalu –lintas dan safety riding.
Cukup dengan klik join mailing list dari YJOC ini, Motobikers sudah menjadi salah satu calon keluarga besar YJOC ini. Kemudian proses selanjutnya adalah prosesi kopdar, untuk mendapatkan nomer anggota dan inisiasi sebagai tanda bergabungnya ke keluarga besar YJOC.
Untuk kopdar utama YJOC wilayah jabotabek sendiri, sering dilakukan dibilangan taman Parkir Timur Senayan, tepatnya antara Hotel Sultan dan Plaza Timur Senayan. Setiap hari Sabtu, minggu pertama dan ketiga, dimulai pukul 16.00 sampai selesai.
YJOC hadir di tengah-tengah maraknya klub dan komunitas motor-motor sport dan supermoto saat ini. Meskipun dari kategori kelas moped, namun YJOC mampu memproses diri menjadi salah satu komunitas yang tampil elegan, konsisten dan tetap membumi.
Hal ini tentunya tidak terlepas dari kesadaran setiap anggotanya untuk membesarkan nama YJOC. Sekaligus menjadi organisasi motor yang mampu bersinergi dengan Yamaha selaku produsen motor dan tentunya dengan pihak kepolisian untuk terus mengkampanyekan keselamatan pengguna jalan.
Oleh Awan SB/Ipank.
Foto: YJOC
Box:
Sekretariat YJOC : Perum Sunter Jaya Baru. Blok D5 no 12-A. Rt/Rw : 10/03 Sunter Jaya 14350. Jakarta Utara.
Phone : 021 92129494.
Box:
Buat Bro & Sis yang ingin Club atau Komunitas-nya Tayang di MotoDream. Silakan kirim foto-foto dan artikel ke; motodreamagz@gmail.com
Baca Selanjutnya..
Tampilkan postingan dengan label Biker Community. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biker Community. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 Oktober 2009
Jumat, 31 Juli 2009
Raih Simpati Dari Perilaku Touring
Tidak mesti ngumpul-ngumpul, ala motobikers di tempat-tempat tertentu itu identik dengan buang-buang waktu. Justru dari ngumpul-ngumpul ini, lahir ide-ide segar, salah satunya mengkampanyekan Safety Riding, dan berusaha menjadi pionir kampanye keselamatan jalan itu, di setiap petualangannya. Melalui komunitas, yang mereka namakan dengan YVAJ (Yamaha Vixion Adventure Jakarta) Petronas L.A.
Berawal dari forum milis dan Facebook, hingga akhirnya melaksanakan kopdar bersama, karena memiliki pemikiran yang sama, mengenai kuda besi Yamaha V-ixion ditambah serunya petualangan di alanan, maka sejak 4 April 2009 dibentuklah YVAJ. Bukan dengan pesta atau seremoni hura-hura untuk merayakan terbentuknya YVAJ. Justru mereka melakukan kunjungan bersama dengan seluruh anggota YVAJ ke Situ Gintung di selatan Jakarta. Tujuannya untuk mengadakan amal bakti ke korban jebolnya waduk Situ Gintung seperti pemberian mie instan, pakaian layak pakai, obat-obatan dan dana.
Komunitas yang mempunyai motto My V-xion My adventure and Keep Brotherhood ini, mempunyai 15-an anggota. Semuanya fanatic pada motor Yamaha 150cc ini. Meskipun tempat tongkrongan mereka berada di kawasan Petronas Lenteng Agung, Jakarta Selatan, namun anggota YVAJ ada juga yang berasal dari Ciledug, bahkan Pamulang daerah satelit Jakarta.
Tidak ada senioritas dalam tubuh YVAJ “ Semuanya sama, yang lebih kita utamakan adalah brotherhood atau persaudaraan dengan intern YVAJ ataupun dengan komunitas lain. “Bro bisa lihat sendiri kan? Setiap club atau komunitas lain yang melintas di depan base camp kita, selalu mengklakson motornya, sebagai tanda persaudaraan. Karena kami pun seperti itu, jika sedang di jalanan.” jelas Akbar, salah satu anggota YVAJ yang terbilang lebih tua dari anggota lainnya kepada MotoDream.
Cukup simple bicara AD/ART YVAJ ini, setiap malam minggu, mereka berkumpul di Petronas, dan setiap anggota dikenakan iuran sebesar 5.000-10.000 rupiah. Dana itu mereka pergunakan untuk keperluan kopdar, dan uang kas yang nantinya dipergunakan untuk kesejahteraan anggota sampai persiapan sumbangan sosial lainnya.
Menariknya, sekalipun ukuran umur YVAJ terbilang baru, tapi Visi dan Misi mereka jelas. Seperti visi misi YVAJ yang memandang semua pengguna jalan all bikers, all brothers, menghilangkan kelas-kelas dari sesama pengguna jalan. Meskipun Yamaha V-ixion termasuk kategori motor sporty, tetapi YVAJ tetap menghormati pengendara motor lain, seperti bebek dan skuter. Di samping itu, tentunya YVAJ sebagai wadah untuk berbagi bersama. Untuk itu sebagai suatu komunitas,YVAJ juga mempunyai niat untuk membesarkan klubnya, memperkenalkan dan mengkampanyekan Safety Riding kepada
masyarakat, serta berusaha memperbaiki citra gangster yang pernah diterpa isu negatif.
Untuk menjalankan sebaik mungkin visi dan misi YVAJ, segenap anggota YVAJ diharuskan mematuhi peraturan lalu lintas dan harus memperhatikan Safety Riding di setiap mengadakan perjalanan atau pada saat mengadakan touring bersama. “ Rata-rata kami alumnus dari berbagai macam klub, sehingga pengetahuan tentang lalu lintas dan Safety Riding, tentang teknik bagaimana kita di jalan, sudah kita kenal sejak dari dulu. Kini, kita terkumpul dalam satu wadah YVAJ. Nilai-nilai idealisme Safety Riding tetap kita jalankan bersama.” Jelas Salay, ketua YVAJ Petronas.
Tak heran berbagai komentar positif, ikut mewarnai perjalanan YVAJ dimanapun mereka touring. “ Mereka sering melintas di daerah sini, tertib dan tidak resek, sekalipun pake motor yang lumayan gede.” Ungkap Sudrajat, salah satu tukang ojek kawasan stasiun Pasar Minggu.
Baca Selanjutnya..
Senin, 13 Juli 2009
Jakarta Vega Motor Club (JVMC): Seniority Is Nothing!

Yamaha Riders Club (YRC) memiliki banyak anggota dari beberapa jenis atau dari merek Yamaha. Salah satunya adalah Jakarta Vega Motor Club atau JVMC adalah komunitas motor bebek 4 Tak ini yang punya perjalanan sejarah yang berliku.
Hingga kini JVMC sudah memasuki tahun ke enam dari banyaknya eskistensi klub motor yang kian menjamur jumlahnya. JVMC berdiri tahun 2003 yang dimulai dari empat orang sahabat yaitu Fendi, Nana, Aji dan Imam yang mencoba membuat sebuah komunitas motor dibilangan Jakarta Pusat. Akhirnya nama JVC (Jakarta Vega Club) terpilih untuk mewadahi komunitas motor ini. Setelah terbentuk, mereka mensosialisasikan club motor ini lewat pamflet dan informasi mulut ke mulut dan berhasil menjaring anggota sebanyak 15 orang. Kegiatan rutin mereka lakukan setiap malam minggu, dan saat melintasi kawasan Kalibata, Jakarta Selatan mereka berjumpa dengan komunitas motor Vega lain yakni VMC (Vega Motor Club). Setelah bertemu dan berkenalan, timbul ide untuk menggabungkan komunitas motor Vega, lewat perdebatan dan pembicaraan yang panjang, akhirnya club motor JVC dan VMC digabung menjadi satu dengan nama baru JVMC.
Setelah dua club motor ini bergabung menjadi satu dan resmi memakai nama JVMC pada 17 Desember 2004, jumlah anggota membengkak menjadi 80 orang. Setelah memiliki anggota yang cukup banyak, Fendi yang berposisi sebagai Ketua Umum berinisiatif untuk memasukan komunitas JVMC kedalam YRC. Setelah melengkapi dokumen dan proposal, April 2004 JVMC berada dibawah payung YRC hingga saat ini.
Pelebaran sayap dimulai, JVMC melingkupi wilayah Jakbar, Jaksel, Jaktim, Jakut, Jakpus, Depok dan Tangerang dan jumlah anggota makin banyak hingga berjumlah 208 anggota. Setelah resmi berdiri, JVMC melakukan touring perdana ke Lampung, kemudian disusul Cirebon, Yogyakarta, Tegal, Solo, Purwokerto, Semarang, Malang, Probolinggo, Palembang, Surabaya hingga Bali. Selain touring, JVMC juga peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu. Mereka melakukan bakti sosial dengan menyambangi pondok pesantren di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Kemudian Yayasan Al Falah (Cirebon), korban banjir (Kalibata), korban kebakaran (Kemayoran), serta ikut menggelar acara Saur On The Road.
Besarnya nama JVMC karena kontribusi yang tak kenal lelah dari Trubus Aliando atau yang akrab disapa Boray yang saat ini menduduki jabatan sebagai Dewan Penasehat. Disamping Boray, sosok yang turut memajukan JVMC adalah Fauzar Effendi atau biasa disapa Fendi. Dengan jasanya, JVMC sukses dikenal disemua kota yang disinggahi saat melakukan touring. Selain itu, bagi anggota yang indisipliner akan mendapatkan sanksi, namun yang tidak bisa ditolerir dan anggota bisa langsung dipecat manakala terlibat narkoba. “JVMC mengharamkan narkoba dan setiap ada anggota yang terlibat kita langsung pecat dan tanggalkan semua atribut yang berhubungan dengan JVMC,” terang Fendi yang ditemui di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.
Lelaki kelahiran Probolinggo 14 April 1979 ini mengaku kalau syarat menjadi anggota JVMC sangatlah mudah. Selain wajib memiliki motor Vega, calon anggota harus memiliki kelengkapan surat motor seperti STNK dan SIM, dan membayar uang pendaftaran sebesar 20 ribu rupiah. “Syarat menjadi anggota sangat mudah, selain punya motor Vega, calon anggota harus punya SIM. Dan yang asyiknya di komunitas ini tidak mengenal senioritas. Makanya kami berlakukan motto ‘Senior(ty) Is Nothing,” tambah karyawan GSD (Building Manajemen Telkom) ini.
Anggota JVCM rutin kopi darat (kopdar) setiap sabtu malam dikawasan Monas (depan gedung Indosat), mulai pukul 23.00 hingga selesai. Sementara JVMC juga rutin mengikuti berbagai kegiatan diantaranya, diantaranya Motogames tahun 2006 dan menyabet juara II, perwakilan mudik bareng Telkomsel tahun 2006, safety riding Yamaha tahun 2006, syuting iklan Yamaha membelah langit di kawasan gunung mas dan lapangan Tangerang, team pengawalan mudik bareng Yamaha tahun 2008, tuan rumah Jambore Yamaha Vega Club Indonesia tahun 2007, bintang iklan sepatu AP Boot tahun 2007, serta menjadi tiga perwakilan sebagai penjemput pembalap Yamaha Jorge Lorenzo.
JVMC berdiri: 17 Desember 2004
Lokasi Kopdar: Monas, Jakpus, setiap malam minggu jam 23.00-selesai
Sekretariat: Jalan Gajah Mungkur, No. 38 H, Jakarta Selatan
Telpon: 021- 94950030
Website: www.JVMC.co.cc
Baca Selanjutnya..
KCDj (King Club Djakarta): Hapus Citra Komunitas Brandalan

YRC (Yamaha Riders Community) punya banyak anggota yang masing-masing membawa bendera motor produksi Yamaha. Sebut saja komunitas Mio, Vixion, Scorpio Z, Jupiter Z, Jupiter MX dan RX King. YRC saat ini membawahi 13 klub motor Yamaha. Salah satu anggota YRC yang hingga kini tetap eksis adalah King Club Djakarta atau KCDj.
Perjalanan berliku dan panjang membuat KCDj cukup disegani dan dikenal semua kalangan. Berangkat dari tahun 1980 saat masih tergabung dalam Admonco (Anggota Ikatan Motor Indonesia), embrio KCDj mulai terbentuk. Awalnya empat penggemar motor ‘kenceng’ RX King berkumpul secara nggak sengaja di kawasan kolam renang Senayan, Jakarta. Mereka adalah Didit, Torro, Dodo dan Alam. Ide untuk membentuk komunitas memang selalu menghampiri mereka. Namun baru pada 2002 KCDj menyeruak kepermukaan sebagai komunitas motor independent.
Setelah komunitas ini terbentuk, mulailah proses rekrutmen dijalani. Dengan sasaran tembak menjaring anggota baru, mereka tak segan untuk bergerilya. Lokasinya berbeda dan metode bervariasi mulai dari mulut ke mulut, bengkel, hingga mengadakan event yang diadakan secara swadaya. Harapan mereka tentu jelas. Mereka ingin klub motor ini makin dikenal. Setelah mendapatkan anggota yang sudah ‘memenuhi syarat’, KCDj mulai melakukan aktivitas resmi untuk mengukuhkan posisi anggota secara legal khas KCDj. Tahun 2003 merupakan tahun bersejarah dalam perjalanan komunitas ini, pasalnya ditahun itu juga dilakukan pelantikan anggota pertama komunitas penunggang motor dua tak ini yang dilakukan di daerah Puncak, Jawa Barat. “Tahun 2002 KCDj dibentuk, dan selang setahun kemudian komunitas ini melakukan pelantikan perdana untuk angkatan pertama. Lumayan sukses dan sangat berkesan,” terang Didit sang ketua KCDj saat dijumpai di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.
Tahun 2005, KCDj mengadakan gathering yang pertama di Bumi Perkemahaan Cibubur. Acara ini dihadiri semua anggota KCDj. KCDj juga selalu mengikuti berbagai kegiatan dan event-event nasional. Motivasi para anggota biker begitu besar untuk mengembangkan club. Mereka bertekad memajukan KCDj dan mencoba menghapuskan stigma yang sangat kental dalam pandangan masyarakat bahwa komunitas pengguna motor RX King merupakan kawanan brandalan yang hanya membuat keonaran dan kriminalitas. Bahkan sampai ada segelintir masyarakat yang membuat plesetan untuk KCDj yakni “Kelompok Copet dan Jambret!”. “Ini yang coba kita hilangkan dari pandangan masyarakat sejauh ini. Memang motor RX King selama ini kental sekali dengan aroma kekerasan dan kriminalitas. Namun kami berbeda dan nggak sama dengan apa yang masyarakat pikirkan,” ujar Torro salah satu pendiri KCDj.
Sebagai langkah awal menghilangkan stigma miring yang melekat di masyarakat, para anggota KCDj turun langsung dalam beberapa kegiatan kemanusiaan. Seperti saat terjadi bencana Tsunami di Aceh, KCDj mengadakan bakti sosial dan menyerahkan langsung sumbangan ke daerah yang dikenal dengan julukan ‘Serambi Mekkah’ itu. Kemudian saat banjir besar yang menenggelamkan Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia, KCDj juga terjun langsung membantu. Sebenarnya masih banyak kontribusi yang diberikan KCDj untuk meringankan penderitaan korban bencana.
Walaupun KCDj identik dengan dunia otomotif dan kecepatan, namun beberapa prestasi membanggakan juga turut mereka torehkan. KCDj buktinya pernah menjadi bintang iklan produk motor Yamaha, ikut serta dalam film ‘Dunia Tanpa Koma’, ajang pencarian bakat pelawak atau API TPI, menjadi talent di beberapa stasiun televisi swasta seperti RCTI, Antv, dan Trans7, serta menjadi peserta Kuis Siapa Berani yang ditayangkan di Indosiar.
Hingga saat ini total anggota KCDj berjumlah 614. Terbagi dalam lima wilayah Jakarta (Barat, Selatan, Utara, Timur, dan Pusat) dan masih terbuka kemungkinan besar jumlah itu akan terus bertambah. “Untuk menjadi anggota KCDj cukup mudah, beberapa persyaratan yang saya sebutkan harus dipenuhi, jika tidak maka belum bisa masuk kedalam komunitas ini,” terang Didit.
Selama terbentuk, KCDj sudah beberapa kali touring ke kota-kota besar di Indonesia. Untuk touring terjauh KCDj adalah wilayah Padang dan Bali. Sementara wilayah terdekat Puncak dan Lampung. Saat ini komunitas bikers tersebut sangat ingin menyambangi wilayah Aceh atau biasa dekenal dengan istilah “0 Km”. Untuk mempererat kebersamaan diantara elemen KCDj, pada Agustus lalu, mereka menggelar Jambore RX King pertama pertama digelar di Ragunan Jakarta Selatan, semua anggota KCDj dari seluruh Indonesia turut menghadiri event ini. Rencananya Jambore RX King Indonesia 2009 mendatang akan diadakan di Lombok .
Yang patut diacungi jempol adalah rasa solidaritas yang sangat tinggi. Bukan saja saat menemui biker yang sedang bermasalah saat dijalanan (motor rusak-red) namun juga untuk sesama anggota KCDj. Salah satunya aktifitas tersebut ketika ada salah seorang anggota KCDj yang meninggal karena sakit ataupun jadi korban kecelakaan. Para anggota dengan sukarela memberikan santunan demi meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Bahkan ketika di saat-saat bahagia ketika ada anggota yang menikah, maka masing-masing wilayah mewakili anggota KCDj yang menikah untuk datang. Intinya, klub ini benar-benar mengutamakan persaudaraan.
Syarat jadi anggota KCDj :
1. Memiliki motor RX King (Lengkap STNK dan BPKB)
2. Plat motor harus B
3. Memiliki SIM C
4. Sehat Jasmani dan Rohani
5. Sudah melakukan perjalanan minimal 200 KM
6. Mengisi formulir keanggotaan
7. Mematuhi tata tertib yang berlaku di KCDj
Baca Selanjutnya..
Kamis, 09 Juli 2009
Yamaha Scorpio Club: Club Mandiri, Punya Usaha Koperasi Sendiri

Tenyata komunitas ataupun club motor isinya enggak selalu hura-hura doang. Buktinya Yamaha Scorpio Club Jakarta punya usaha sendiri yang menghasilkan lewat koperasi. Omset koperasi mereka sampe 140 juta. Hebat kan?
YSC atau Yamaha Scorpio Club bisa dibilang selangkah lebih maju dari komunitas lain. Dibentuk pada 1 September 2002 silam, komunitas yang awalnya hanya memiliki anggota 34 (25 asal Jakarta) (9 dari Jawa Barat), kini makin berkembang dengan jumlah anggota mencapai 525 untuk wilayah Jabodetabek. Tentu saja jumlah itu akan terus membengkak jika dikalkulasikan dengan club motor berlogo kalajengking ini dari seluruh pelosok tanah air.
Otak dibalik kesuksesan dan eksistensi YSC hingga kini adalah R. Siswahjono (Pembina YSC) dan Yunanto Agus Nugroho. Bahkan nama terakhir tercatat sudah dua periode duduk sebagai ketua. Pertama masa bakti 2006-2008 dan yang kedua 2008-2010.
Sebenarnya, YSC muncul kepermukaan berkat Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Pembeli motor Scorpio secara langsung akan mendapatkan nomor keanggotaan dan tercatat sebagai anggota YSC secara resmi. Selain tercatat sebagai anggota YSC, pemilik motor diberikan jaket kulit gratis lengkap dengan logo YSC.
YSC melakukan turing perdana pada 24-25 Agustus 2002 dengan menyambangi wilayah Cipanas, Puncak Jawa Barat. Acara dilanjutkan dengan menggelar aksi baksos ke panti asuhan Cipanas dan memberikan sumbangan kepada tukang ojek wilayah setempat dan menjadi agenda turing perdana ini. Selanjutnya, turing kerap dilakukan sesuai agenda. Tercatat YSC pernah menyambangi Cilacap, Tawangmangu, Dieng, Bromo,Nol KM (Aceh), Bali hingga Lombok.
Antara penggemar motor Scorpio semakin akrab dan memiliki visi dan misi sejalan untuk memajukan YSC. Mengambil lokasi di Patung Panahan, Senayan Jakarta, dibentuk kepengurusan awal YSC periode 2002-2004. Hasilnya, beberapa anggota terpilih untuk membidani YSC, diantaranya adalah R. Siswahjono (Ketua), Bima (Wakil) Harries Sanjaya dan William selaku bendahara. Didalam YSC dikenal istilah Pemili YSC. Hal ini dilakukan demi terciptanya proses demokratisasi untuk memilih calon pengurus periode mendatang.
Eksistensi YSC tidak perlu diragukan, bukan hanya Jakarta tapi daerah-daerah juga banyak bermunculan. Diantaranya adalah YSC Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, serta Sulawesi. Dari YSC yang tersebar, kesemuanya menjunjung rasa persaudaraan yang kuat untuk sama-sama mengokohkan tonggak YSC dikalangan bikers.
Sebagai club bikers yang cukup besar, YSC memiliki agenda tahunan yang sudah diprogram, dan semuanya tercatat dalam kalender kegiatan. Agenda tahunan YSC meliputi Touring dan Baksos (2 – 3 kali setahun), Family Gathering, Coaching Clinic (tentang pemahaman kendaraan, safety riding, dsb), Anniversary YSC, Pemilu YSC, Mudik Bareng, Halal Bi Halal YSC, serta Jambore.
Yang unik, YSC tidak menggunakan istilah kopi darat (kopdar), mereka menggantinya dengan istilah kumpul rutin yang dilaksanakan pada sabtu sore mulai pukul 17.00-21.00 WIB dengan lokasi di Parkir Timur, Senayan Jakarta. Sementara sabtu ke-1 dan sabtu ke-3 ditetapkan sebagai minggu khusus dan setiap anggota diwajibkan menggunakan atribut lengkap. Sementara itu, sumber dana YSC didapatkan dari registrasi anggota, iuran bulanan anggota, dana sponsor, serta aktivitas penjualan atribut club dan sebagainya.
Selain mewadahi anggota YSC dalam menyalurkan hoby berpetualang, klub ini juga mendirikan usaha bersama yakni Koperasi YSC – Indonesia. Koperasi yang berdiri pada Juni 2007 bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi seluruh anggota YSC khususnya dan pengguna Scorpio pada umumnya dalam pengadaan suku cadang asli Yamaha Scorpio. Koperasi YSC terbilang sukses dan membanggakan, karena omzet yang didapat pada tahun pertama mencapai Rp. 140 juta. Distribusi penjualan yang dilakukan koperasi tidak hanya mengcover wilayah Jakarta, namun pesanan pernah melayani Semarang, Surabaya, Jayapura, Balikpapan, Aceh, Medan, Bali dan Bandung.
Kesuksesan koperasi YSC meraih omzet besar berkat usaha Alus Budianto (ketua koperasi), M Lutfi Ubaidillah (wakil) serta Iwan Nurohman sebagai sekretaris.
Baca Selanjutnya..
Senin, 15 Juni 2009
Yamaha Palu Community (YPC): Komitmen Kepada Visi Club

Membangun club motor memang tidak gampang. Perlu visi dan misi yang menjadi “Kontrak Bersama” antara ketua hingga anggota club. Paling tidak itulah yang dialami YPC atau Yamaha Palu Community. Club motor asal Sulawesi Tengah ini rupanya berbagi pengalaman dengan MotoDream.
Membangun club motor memang tidak gampang. Perlu visi dan misi yang menjadi “Kontrak Bersama” antara ketua hingga anggota club. Paling tidak itulah yang dialami YPC atau Yamaha Palu Community. Club motor asal Sulawesi Tengah ini rupanya berbagi pengalaman dengan MotoDream.
Komunitas ini lahir pada 6 Juni 2006 yang dibidani Rahmat Yusuf. Pria yang fanatik kepada dunia motor menjadi inisiator untuk mengumpulkan bikers yang ada di kota Palu. YPC adalah ‘rumah’ dan anggota YPC sebagai saudara. Figur Rahmat atau yang biasa dipanggil ‘Kak Amat’ adalah seorang biker yang dipandang oleh komunitas dan club bikers di kota Palu. Amat punya kegiatan lain selain menjadi pengurus YPC. Ia menjadi seorang biker yang sangat menghargai ilmu. Saat ini ia menjadi mahasiswa S2 fakultas Hukum di Perguruan Tinggi di kota Palu. Gelar menuju Magister ini adalah kelanjutan dari gelar Sarjana Hukum yang ia raih sebelumnya.
Motobikers sudah tahu, motto club yang satu ini? YPC punya motto Tertib Lalu-lintas, Anti Narkoba, Cinta Lingkungan dan Peduli Masyarakat. Sosok Rahmat Yusuf kemudian mengamalkan motto tersebut kepada teman-teman bikers yang ada di YPC. Bagi Amat, sebuah club motor yang ingin berkembang, eksis haruslah solid. Dilengkapi dengan komitmen dan rasa memiliki serta punya tujuan visi-misi kedepan. Semua idealisme itu haruslah dimulai dari pemimpin club motor tersebut. Sikap leadership inilah yang akan memberi contoh kepada anggota lainnya.
YPC terus berkembang dan hingga sekarang memiliki anggota 80 member bikers. Sejak tahun 2006, YPC serius dalam hal rekrutmen anggotanya. Pertama yang YPC cari adalah biker yang memiliki motivasi baik untuk bergabung dengan YPC. Kedua memiliki jiwa kepedulian sosial dan lingkungan. Tentunya yang tak ketinggalan adalah memiliki motor Yamaha dan SIM C. Hingga saat ini ke-80 member di YPC adalah bikers yang memiliki bermacam latar belakang. Ada yang pegawai pemerintahan, karyawan swasta, anggota Polri, wiraswastawan hingga mahasiswa. Satu-satunya yang menyatukan bikers dari perbedaan latar belakang adalah visi misi YPC yang diikrarkan bersama-sama anggotanya.
Sudah cukup banyak aktifitas yang dilakukan YPC sejak pertama kali berdiri tahun 2006. Aktifitas tersebut dibagi 2 yaitu aktifitas internal dan eksternal di luar club. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Touring Adventure YPC ke luar kota Palu, Pelantikan Anggota YPC. Kemudian acara eksternal club yang aktif diikuti YPC adalah turut peran serta dalam kegiatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada 26 April 2008, Hari Bumi 22 April 2007, Hari Lingkungan Hidup 2006 dan HUT RI 17 Agustus setiap tahunnya. YPC juga ikut aktif dalam aktifitas main dealer Yamaha seperti Integrated Campaign selama 2 tahun yaitu tahun 2007 dan 2008. YPC bahkan ikut partisipasi dalam Launching Yamaha Vixion, Mio Soul dan Vega ZR. Hingga kemudian YPC ikut serta dalam kegiatan U Mild U Bikers Safety Race To Asia 2007 dan 2008. Ada lagi aktifitas YPC dalam kegiatan diluar komunitas motor seperti ikut dalam acara Kemah bersama RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Kota Palu. Lalu Kegiatan Penggalangan Dana Korban Bencana Alam serta Aksi Bersih Kota memperingati Hari Bumi 2009 dengan mengampanyekan Stop Global Warming. Semua ini menjadi bagian aktifitas YPC yang tak pernah habis dari tahun ke tahun dan selalu diikuti oleh seluruh anggotanya.
Segala yang terjadi di YPC adalah sebuah komitmen dari sebuah club motor untuk menjalankan visi dan misinya. Seperti ucapan Rahmat Yusuf sang pendiri club, “YPC selalu punya program kegiatan yang dapat menumbuhkan kreatifitas dan inspirasi untuk terus eksis dan menjadi club yang semakin di depan” begitu seru santun pria ini.
Nama Club Motor: Yamaha Palu Community
Asal: Kota Palu - Sulawesi Tengah
Base Camp: Jl. Sagu No. 46 Telp. 0451 (4761161) Kota Palu
e-mail: ypc.plw.46@gmail.com
Baca Selanjutnya..
Jumat, 12 Juni 2009
Yamaha MX Club Indonesia (YMCI): Safety Riding Bukan Cuma Teori Bro’…

Apa yang membuat club motor punya ciri khas dan nilai-nilai prinsip diantara club motor lainnya? Jawabannya adalah komitmen terhadap perubahan dan perbedaan. Pernah dengar Yamaha MX Club Indonesia atau YMCI? Komunitas inilah yang punya diferensiasi karena komitmennya terhadap kampanye Safety Riding.
Komitmen YMCI terhadap Safety Riding sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sejak semula anggota YMCI khususnya chapter Bandung punya ‘kontrak’ bersama diantara sesama anggotanya untuk terus mengkampanyekan Safety Riding. Baginya melihat jumlah kecelakaan motor yang masih ada serta minimnya kesadaran terhadap Safety Riding membuat YMCI melakukan ini,
Makanya, di tahap awal YMCI tidak sembarangan dalam proses rekrut anggota. YMCI ini sangat menerima anggota yang punya visi yang sama. Visi Safety Riding inilah yang tertanam kedalam setiap anggotanya. Kesadaran terhadap Safety Riding bukan sekadar komitmen tapi sekaligus prinsip untuk keselamatan pribadi. Tentunya yang tak kalah penting adalah keselamatan orang lain. Puncak keberhasilan visi ini adalah semakin rendah tingkat kecelakaan pengendara motor maupun orang lain.
YMCI mengakui jika club ini banyak dicibir bikers lain karena persyaratan yang diminta. Bukan persyaratan materi tapi kesadaran terhadap keselamatan dalam berkendara. Anggota YMCI diharuskan mempehatikan setiap detail keselamatan biker. Mulai dari helm minimal model half face, lampu spion yang harus lengkap, jaket motor, sarung tangan dan sepatu boot. “Pernah waktu itu ada anak-anak yang masih muda ingin bergabung. Tapi begitu mendengar persyaratan YMCI yang harus menggunakan spion lengkap akhirnya anak tersebut tak jadi bergabung,” begitu jelas Robert alias ‘Bang Bet’ yang menjadi ketua YMCI chapter Bandung. Namun Bang Bet memahami apa yang terjadi pada anak muda tersebut yang masih jiwa muda dan cenderung berontak terhadap hal yang normatif meskipun itu baik.
Meskipun pernah di cemooh oleh bikers lain karena terlalu ketat terhadap peraturan Safety Riding tapi toh anggota YMCI tidak sendirian. Di dalam club ini sudah ada 44 anggota didalamnya. Meskipun tidak terlalu banyak namun mereka sangat solid dan membangun komunikasi yang konsisten. YMCI biasanya nongkrong di daerah Pasteur – Bandung. Para anggota yang bergabung didalam memiliki beragam latar belakang profesi. Ada yang menjadi pegawai BUMN, ada juga yang menjadi karyawan swasta dan ada punya yang wirausaha seperti jualan kaos dan jaket.
Pertama kali YMCI chapter Bandung – Jawa Barat didirikan di Bandung pada 12 November 2006. Saat itu club ini baru beranggotakan 5 orang yang kesemuanya memiliki Yamaha Jupiter MX. Tidak sekadar persamaan merek motor akhirnya mereka membuat konsensus terhadap visi tentang Safety Riding. Sebagai buktinya, YMCI dipercaya untuk mengawal 130 bikers dari pegawai PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) melakukan touring ke Batu Karas. Aktifitas ini berjalan baik karena hingga akhir touring tidak ada kecelakaan atau “Zero Accident” padahal YMCI hanya menurunkan 13 anggotanya untuk pengawalan ini. Sejak itu YMCI dipercaya PTDI untuk memberikan pengawalan kepada bikers PTDI karena YMCI dinilai punya kemampuan untuk melakukan kampanye Safety Riding kepada bikers lain.
Keberhasilan kampanye Safety Riding yang dilakukan YMCI dibuktikan lagi ketika secara sukarela mengadakan acara Safety Riding di sekolah-sekolah di Bandung. Rahasia keberhasilan YMCI rupanya hanya sederhana saja. Mereka memulai Safety Riding dari individu. Setiap anggota YMCI memulai aman berkendara dari keseharian. Seperti misalnya di lampu merah. Ketika lampu kuning menyala, maka adalah waktunya untuk memperlambat kecepatan dan bukan sebaliknya, seperti yang sering terjadi seperti sekarang ini. Padahal tak disangkal jika motor Jupiter MX milik mereka bisa saja melaju kencang untuk melewati perempatan jalan. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh anggota YMCI. “Kalau ada anggota YMCI melanggar aturan dan Safety Riding hal itu nantinya malah membuat kami malu. Apalagi kalau ada pengaduan dari masyarakat” begitu jelas Hardi yang juga anggota YMCI. Jadi, ingin lebih tahu aman berkendara? Mulailah bersama YMCI.
Biodata YMCI:
YMCI Berdiri: 12 November 2006
Alamat: Pasteur – Bandung
Anggota: 44 bikers
Ketua: Robert ‘Bang Bet’ Purba
Website: www.ymci.web.id
Baca Selanjutnya..
Komitmen YMCI terhadap Safety Riding sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sejak semula anggota YMCI khususnya chapter Bandung punya ‘kontrak’ bersama diantara sesama anggotanya untuk terus mengkampanyekan Safety Riding. Baginya melihat jumlah kecelakaan motor yang masih ada serta minimnya kesadaran terhadap Safety Riding membuat YMCI melakukan ini,
Makanya, di tahap awal YMCI tidak sembarangan dalam proses rekrut anggota. YMCI ini sangat menerima anggota yang punya visi yang sama. Visi Safety Riding inilah yang tertanam kedalam setiap anggotanya. Kesadaran terhadap Safety Riding bukan sekadar komitmen tapi sekaligus prinsip untuk keselamatan pribadi. Tentunya yang tak kalah penting adalah keselamatan orang lain. Puncak keberhasilan visi ini adalah semakin rendah tingkat kecelakaan pengendara motor maupun orang lain.
YMCI mengakui jika club ini banyak dicibir bikers lain karena persyaratan yang diminta. Bukan persyaratan materi tapi kesadaran terhadap keselamatan dalam berkendara. Anggota YMCI diharuskan mempehatikan setiap detail keselamatan biker. Mulai dari helm minimal model half face, lampu spion yang harus lengkap, jaket motor, sarung tangan dan sepatu boot. “Pernah waktu itu ada anak-anak yang masih muda ingin bergabung. Tapi begitu mendengar persyaratan YMCI yang harus menggunakan spion lengkap akhirnya anak tersebut tak jadi bergabung,” begitu jelas Robert alias ‘Bang Bet’ yang menjadi ketua YMCI chapter Bandung. Namun Bang Bet memahami apa yang terjadi pada anak muda tersebut yang masih jiwa muda dan cenderung berontak terhadap hal yang normatif meskipun itu baik.
Meskipun pernah di cemooh oleh bikers lain karena terlalu ketat terhadap peraturan Safety Riding tapi toh anggota YMCI tidak sendirian. Di dalam club ini sudah ada 44 anggota didalamnya. Meskipun tidak terlalu banyak namun mereka sangat solid dan membangun komunikasi yang konsisten. YMCI biasanya nongkrong di daerah Pasteur – Bandung. Para anggota yang bergabung didalam memiliki beragam latar belakang profesi. Ada yang menjadi pegawai BUMN, ada juga yang menjadi karyawan swasta dan ada punya yang wirausaha seperti jualan kaos dan jaket.
Pertama kali YMCI chapter Bandung – Jawa Barat didirikan di Bandung pada 12 November 2006. Saat itu club ini baru beranggotakan 5 orang yang kesemuanya memiliki Yamaha Jupiter MX. Tidak sekadar persamaan merek motor akhirnya mereka membuat konsensus terhadap visi tentang Safety Riding. Sebagai buktinya, YMCI dipercaya untuk mengawal 130 bikers dari pegawai PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) melakukan touring ke Batu Karas. Aktifitas ini berjalan baik karena hingga akhir touring tidak ada kecelakaan atau “Zero Accident” padahal YMCI hanya menurunkan 13 anggotanya untuk pengawalan ini. Sejak itu YMCI dipercaya PTDI untuk memberikan pengawalan kepada bikers PTDI karena YMCI dinilai punya kemampuan untuk melakukan kampanye Safety Riding kepada bikers lain.
Keberhasilan kampanye Safety Riding yang dilakukan YMCI dibuktikan lagi ketika secara sukarela mengadakan acara Safety Riding di sekolah-sekolah di Bandung. Rahasia keberhasilan YMCI rupanya hanya sederhana saja. Mereka memulai Safety Riding dari individu. Setiap anggota YMCI memulai aman berkendara dari keseharian. Seperti misalnya di lampu merah. Ketika lampu kuning menyala, maka adalah waktunya untuk memperlambat kecepatan dan bukan sebaliknya, seperti yang sering terjadi seperti sekarang ini. Padahal tak disangkal jika motor Jupiter MX milik mereka bisa saja melaju kencang untuk melewati perempatan jalan. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh anggota YMCI. “Kalau ada anggota YMCI melanggar aturan dan Safety Riding hal itu nantinya malah membuat kami malu. Apalagi kalau ada pengaduan dari masyarakat” begitu jelas Hardi yang juga anggota YMCI. Jadi, ingin lebih tahu aman berkendara? Mulailah bersama YMCI.
Biodata YMCI:
YMCI Berdiri: 12 November 2006
Alamat: Pasteur – Bandung
Anggota: 44 bikers
Ketua: Robert ‘Bang Bet’ Purba
Website: www.ymci.web.id
Langganan:
Postingan (Atom)