<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221</id><updated>2011-10-08T07:12:33.119-07:00</updated><category term='Activity'/><category term='Do You Know'/><category term='Touring'/><category term='Feature'/><category term='Inspirasi'/><category term='Behind The Scene'/><category term='Motoproud'/><category term='Hangout'/><category term='Biker Community'/><category term='Biker Of The Month'/><category term='Event'/><category term='Tips and Ride'/><category term='Komunitas'/><category term='classic'/><category term='Safety Riding'/><title type='text'>MotoDream</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-881597763146389824</id><published>2009-10-06T23:46:00.000-07:00</published><updated>2010-02-18T05:06:08.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motoproud'/><title type='text'>Komunitas Mio Hantu Laut  Have Fun, Enjoy Your Bike</title><content type='html'>Umumnya klub atau komunitas motor punya program atau rencana kerja yang sistematis. Namun komunitas yang satu ini terbilang unik. Walau sepakat melebur diri menjadi sebuah komunitas, namun bisa dibilang komunitas ini ‘bersih peraturan’. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Hantu Laut yang bisa dikategorikan perkumpulan serius tapi santai. Didominasi oleh Yamaha Mio berkonsep lowrider, komunitas yang berdiri November 2008 ini muncul kepermukaan karena satu kegemaran memiliki matic sporty itu. Uniknya, personel komunitas ini sepakat jalan bareng tanpa embel-embel AD/ART atau peraturan yang membuat anggotanya jadi semakin kaku.&lt;br /&gt; “Awalnya dari kumpul biasa di seputar Bundaran Hotel Indonesia, karena merasa memiliki hobi sama kita membentuk komunitas. Namun kita nggak seperti kebanyakan club motor lain yang memiliki AD/ART atau peraturan formal. Kita kumpul santai dan nggak ada sanksi untuk yang nggak rutin kumpul. Pokoknya di bikin enak aja,” terang Oscar Mardigraha yang sering ditunjuk sebagai Ketua Harian.&lt;br /&gt; Sementara menyangkut pemilihan nama komunitas ‘Hantu Laut’ Ozie mengaku kebanyakan Mio personelnya di ‘oprek’ disebuah bengkel modifikasi yang beralamat di jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan itu. konsepnya juga sama yakni lowrider dengan aksen blink-blink yang  terkesan mewah. Sementara untuk kapasitas mesin, Ozie menambahkan tidak semua motor anggotanya merubah mesin. “Paling hanya satu atau dua motor yang mesinnya sudah di bore up. Kalau menyangkut mesin bagaimana pemilik aja. Yang jelas kami nggak memiliki suatu peraturan yang wajib dijalani anggota. Kita bebas aja dan mengutamakan kepuasan anggota selama bergabung dengan Hantu Laut,” terang Ozie.&lt;br /&gt;  Komunitas yang beranggotakan 15 bikers ini tidak tertarik untuk meresmikan komunitas seperti klub kebanyakan yang memiliki AD/ART atau peraturan legal. Karena pada prinsipnya mereka mengaku tidak menyukai peraturan yang mengikat, terlebih sanksi yang dijatuhkan untuk bikers yang alfa hadir setiap sabtu malam. “Motto kita jelas yakni Have Fun, Enjoy Your Bike. Jadi buat apa kita ngeresmiin komunitas ini, nanti malah pada kabur anggotanya,” kelakar Oscar.&lt;br /&gt;Namun Ozie menginginkan suatu saat nanti komunitas ‘Hantu Laut’ bakal memiliki peraturan yang mengikat. Dengan catatan jumlah anggota bertambah dan komitmen untuk meluangkan waktu berkumpul rutin setiap sabtu malam.&lt;br /&gt; Sesuai dengan misinya membentuk komunitas untuk kesenangan semata, jadi jangan harap rencana turing, rapat ketua, serta event jambore tertata rapi di meja sekretariat. Selama ini, hanya kawasan Jakarta yang mereka ‘ubek-ubek’. Tujuannya adalah mencari tempat hang out yang asik dan sesuai dengan lokasi nongkrong para bikers.&lt;br /&gt;    Sebenarnya, komunitas ini berisi bukan hanya penunggang motor Yamaha Mio, namun beberapa merek lain ikutan nimbrung karena kesamaan visi. Sesama bikers juga tidak membatasi anggota atau calon anggota menyangkut merek motor. Yang jelas tujuannya adalah mencari kesenangan tanpa ada ikatan apapun, walau motor tidak di modifikasi di Hantu Laut, namun komunitas ini mau menerima menjadi ‘rekan’ baru penggemar matic. Ide untuk menyambangi daerah lain bertema turing memang selalu mengemuka. Namun menurut Oscar mereka belum tahu kapasitas atau kekuatan mesin setelah merubah kosep menjadi lowriders. Wacana terkini adalah menjelajahi kawasan Puncak, Bogor atau Bandung. “Soal kaki-kaki (chasis, band, swing arm) pastinya tidak usah diragukan. Sementara untuk mesin kami memang masih riskan, takut ada masalah. Karena memang ada beberapa mesin motor sudah di bore up,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIL KOMUNITAS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Hantu Laut&lt;br /&gt;Berdiri : 2008&lt;br /&gt;Jumlah Anggota : 15 orang&lt;br /&gt;Konsep Motor : Lowriders&lt;br /&gt;Motto : Have Fun, Enjoy Your Bike&lt;br /&gt;Lokasi Kopdar : Bundaran HI&lt;br /&gt;Ketua Harian : Oscar Mardigraha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-881597763146389824?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/881597763146389824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/10/komunitas-mio-hantu-laut-have-fun-enjoy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/881597763146389824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/881597763146389824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/10/komunitas-mio-hantu-laut-have-fun-enjoy.html' title='Komunitas Mio Hantu Laut  Have Fun, Enjoy Your Bike'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1121928436813098261</id><published>2009-10-06T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T21:17:51.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Community'/><title type='text'>Yamaha Jupiter Owners Community Besar Berkat Komitmen dan Keterbukaan</title><content type='html'>Lagi-lagi forum mailing list membawa petuah, satu dari petuah itu lahirlah komunitas pengendara dan pemilik sepeda motor jupiter dengan sederet family nya. Seperti Jupiter Z, Jupiter Z CW, X-1, Jupiter MX, MX CW, MX CW dan SE. Komunitas ini kemudian dinamakan YJOC (Yamaha Jupiter Owners Community).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal terbentuknya cukup unik, dari sekedar berbagi info yang sama tentang motor keberadaan motor Jupiter ini, kemudian berangkat dari mailing list pada tahun 2002. Hingga semakin hari semakin banyak peminat yang ikut join di mailing list tersebut. Akhirnya selang tiga tahun setelah itu, tepatnya pada bulan Juli tahun 2005 terbentuklah YJOC dengan situs resminya www.yjoc.web.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;YJOC bukanlah komunitas untuk satu wilayah tertentu, keberadaannya justru menjadi wadah komunikasi untuk seluruh pengendara dan pemilik motor Yamaha Jupiter di seluruh Indonesia. Bahkan anggota YJOC ada yang berasal dari negeri jiran Malaysia dan Vietnam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas ini memiliki segudang administrator professional yang cakap dalam urusan teknologi dan informasi. Admin YJOC yang siap membantu calon anggota untuk bergabung atau yang ingin sekedar mengenal tentang YJOC. Hingga kini jumlah angotanya mencapai 450-an anggota. Mulai dari anak sekolah sampai ke tingkat professional, kaum elit. Semuanya ada di YJOC ini. Sementara itu jumlah mailing listnya mencapai 4000-an members dari Sabang hingga Merauke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya organisasi yang cukup besar ini, juga  mempunyai visi dan misi, salah satunya yang menarik adalah komitmen untuk menjadi mitra Kepolisian untuk terus mengkampanyekan safety riding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Motobikers, rupanya cukup mudah mengenali anggota dari YJOC ini. Bagi Motobikers yang berdomisili di Jakarta, anggota  YJOC  biasanya sering menggunakan jaket hitam dengan dominasi warna samping warna orange, tak ketinggalan logo YJOC ini terpampang manis di bagian body jaket. Ciri khas dari setiap anggota YJOC ini, adalah tahu betul dan melaksanakan segala bentuk peraturan lalu–lintas. Pasalnya  jauh sebelum menjadi anggota, setiap calon harus mengikuti sistem yang berlaku  di YJOC, diantaranya sanggup mematuhi peraturan lalu –lintas dan safety riding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dengan klik join mailing list dari YJOC ini, Motobikers sudah  menjadi salah satu calon keluarga besar YJOC ini. Kemudian proses selanjutnya  adalah prosesi kopdar, untuk mendapatkan nomer anggota dan inisiasi sebagai tanda bergabungnya ke keluarga besar YJOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kopdar utama YJOC wilayah jabotabek sendiri, sering dilakukan dibilangan taman Parkir Timur Senayan, tepatnya  antara Hotel Sultan dan Plaza Timur Senayan. Setiap hari Sabtu, minggu pertama dan ketiga, dimulai pukul 16.00 sampai selesai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YJOC hadir di tengah-tengah maraknya klub dan komunitas motor-motor sport dan supermoto saat ini. Meskipun dari kategori kelas moped, namun YJOC mampu memproses diri menjadi salah satu komunitas yang tampil elegan, konsisten dan tetap membumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentunya tidak terlepas dari kesadaran setiap anggotanya untuk membesarkan nama YJOC. Sekaligus menjadi organisasi motor  yang mampu bersinergi dengan Yamaha selaku produsen motor dan tentunya dengan pihak kepolisian untuk terus mengkampanyekan keselamatan pengguna jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Awan SB/Ipank. &lt;br /&gt;Foto: YJOC &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Box:&lt;br /&gt;Sekretariat YJOC : Perum Sunter Jaya Baru. Blok D5 no 12-A. Rt/Rw : 10/03 Sunter Jaya 14350. Jakarta Utara. &lt;br /&gt;Phone : 021 92129494.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Box:&lt;br /&gt;Buat Bro &amp; Sis yang ingin Club atau Komunitas-nya Tayang di MotoDream. Silakan kirim foto-foto dan artikel ke; motodreamagz@gmail.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1121928436813098261?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1121928436813098261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/10/yamaha-jupiter-owners-community-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1121928436813098261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1121928436813098261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/10/yamaha-jupiter-owners-community-besar.html' title='Yamaha Jupiter Owners Community Besar Berkat Komitmen dan Keterbukaan'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-2845673223629245981</id><published>2009-09-01T01:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T02:23:29.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Touring'/><title type='text'>YSC Indonesia Touring Andalas  The Real Adventure!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spzn-ukK5tI/AAAAAAAAAII/z4Vbb9Zb8mw/s1600-h/Photo+1+Bengkulu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spzn-ukK5tI/AAAAAAAAAII/z4Vbb9Zb8mw/s400/Photo+1+Bengkulu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376427120011175634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta: Rabu 20 Mei 2009 pkl.22.OO WIB: &lt;br /&gt;Patung Panahan Senayan menjadi ”meeting point 1 Touring Andalas”. &lt;br /&gt;Setelah melakukan ritual wajib yaitu pemeriksaan kendaraan, absensi peserta, pemeriksaan atribut serta kelengkapan safety riding sesuai SOP YSC dan do’a. Pesertapun kemudian diberangkatkan pukul 22.00 wib di bawah komando Waka YSC, Nasrul (YSCI-035) yang dalam touring kali ini menjabat sebagai Safety Officer dan didampingi oleh Surma (YSCI-000) sebagai Road Captain. Langsung menuju Merak, Baten. Tak terasa 2.5 jam perjalanan sudah ditempuh. Tepat pukul 00.30, rombongan sudah merapat di Pelabuhan Merak, Banten menggunakan Ferry menuju Bakauheni Lampung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bakauheni, Lampung: Kamis 21 Mei 2009 pkl.04.00 &lt;br /&gt;Tepat Pukul 04.00 subuh, rombongan langsung menuju Bandar Lampung. Sesampai di jalan masuk menuju Bandar Lampung, rombongan YSCI dijemput oleh teman-teman dari Scorpio Lampung Community (SLC) dan suguhan sarapan yang nikmat. Indahnya ikatan brotherhood. (Thanks to you all, SLC)&lt;br /&gt;Setelah itu kita lanjut menuju Kayu Agung, Krui, Mana, Tais, Bengkulu. Jalan yang dilalui penuh dengan tantangan dan menggairahan. Tebing, naik turun, jalan berlubang, tikungan tajam, krikil, pasir, tumpahan solar dan oli bak lukisan hidup di atas aspal lintas Sumatera. Tak luput melitasi jalur gelap dan rindang yang dikenal sebagai  hutan lindung. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena kondisi jalan yang cukup ”x-treme” dan istirahat yang kurang, ada beberapa  motor yang  bertumbangan. Perjalanan kali ini memang sangat melelahkan karena kami harus menunggu beberapa teman yang perlu mendapatkan pertolongan medis dan mekanik. Namun tak ada satupun yang pantang menyerah walaupun ada yang harus dijahit kakinya dengan 10 jahitan. Setelah siuman, Safety Officer kembali memberikan komando tanda lanjutkan misi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar menu touring yang sangat komplit; ”This Is The Real Adventure Touring!” Susah, senang, sedih, tegang, takjub dan membuat adrenalin naik terus serta nikmatnya tidur dimana saja. Mesjid, SPBU, Pekarangan rumah, emperan Toko, menjadi hamparan tempat tidur yang nikmat. Perjalanan yang diprediksikan hanya beberapa jam, mulur jauh dari prediksi tapi YSC Indonesia tetap semangat. Walau perasaan tegang saat tengah malam melintas hutan lindung. Memang semuanya sudah diatur atas kehendak-Nya. Manusia hanya bisa berencana dan musibah tidak bisa ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENGKULU: Jumat, 22 Mei 2009 Pkl 11. 00: Akhirnya kami memasuki BENGKULU.  Teman-teman dari Bengkulu Scorpio Comunity dan YVC (Vixion) Bengkulu menyambut kedatangan kami. Sekali lagi, bukti indahnya brotherhood. Setelah bercengkerama dan bercerita, kami beristirahat di HOTEL DENA yang sengaja sudah kami booking.&lt;br /&gt;City Tour &amp; Wisata Sore Bengkulu, Pkl. 16.00: pasca melepas penat dan mandi. Rombongan dipandu oleh teman-teman dari Bengkulu untuk rolling scorpio alias muter-muter untuk city tour dan wisata kota bengkulu. YSCI mengunjungi Pantai Panjang, Benteng Marlborough (tempat Bung Karno di introgasi, red). Rumah Kediaman Bung Karno. Tak ketinggalan wisata Kuliner menu seafood khas Bengkulu seperti udang, cumi, kerang , lobster sambil menikmati hamparan Pantai Panjang Bengkulu nan Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 23 Mei 2009 Pagi hari rombongan sudah dijemput oleh teman-teman Bengkulu , foto2 di tepi pantai panjang, Ke Mesjid Tua Bung Karno. Dari sini perjalanan dilanjutkan untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga masing-masing. Sebagian lainnya, ada yang cuci motor dan pijat refleksi.&lt;br /&gt;Check out Jam 13.00 WIB:  rombongan  check out dari hotel DENA ditemani teman-teman dari BSC dan Vixion Bengkulu, namun mampir dulu ke Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) yang tak kalah eksotik dengan wisata Bengkulu lainnya. Pukul 15.30 rombongan diantar menuju perbatasan, kali ini team lewat jalur tengah rutenya 1.000 km lebih, namun kali ini jalannya lebih mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATURAJA, Minggu 24 Mei 2009 dinihari Jam 03.00 WIB. Rombongan mampir ke rumah kakeknya salah satu rombongan yaitu Nubly Kautsar alias Billy (Ketum YVC Indonesia) di Baturaja untuk istirahat dan bermalam. Tepat pukul 08.00 pagi, rombongan bersiap meneruskan perjalanan kembali ke Jakarta menuju Bakaheuni Lampung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAKAUHENI LAMPUNG, Minggu 24 Mei 2009 Jam 18.OO WIB. Team sampai di Bakauheni naik Ferry. Rombongan sampai Merak jam 22.00 WIB dan team langsung pulang menuju rumah masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta tepat jam 00.00 WIB (Senin 25 Mei 2009 DINIHARI) Tanda Berakhirnya ADVENTURE ANDALAS. Semua Selamat Sampai Tujuan. BRAVO YSCI!&lt;br /&gt;Jalur Pulang :&lt;br /&gt;Jalur Tengah &gt;&gt; Bengkulu - Kepahiang - Curup - Lubuk Lingau - Muara Belti - Tebing Tinggi - Lahat - Muara Enim - Sugih Rawas - Baturaja - Martapura - Bukit Kemuning - Kota Bumi - Bandar Jaya - Tegineneng - Bandar Lampung - Kalianda - Bakauheni&lt;br /&gt;Thx for Team yang saling jaga kekompakan,  touring kali ini sangat mengesankan banget &lt;br /&gt;Box:&lt;br /&gt;Touring Crew ANDALAS:&lt;br /&gt;1. Nasrul, Safety Offier&lt;br /&gt;2. Surma, Road Captain&lt;br /&gt;3. Sunarso, Ass. Road Captain&lt;br /&gt;4. Team Sweeper:&lt;br /&gt;- Andry Cemen&lt;br /&gt;- Bambang Ucok&lt;br /&gt;- Robby Uban&lt;br /&gt;- Yanyan Tambun&lt;br /&gt;- Agung Tiki&lt;br /&gt;5. M. Lufti Ubaidilah, Bendahara Touring&lt;br /&gt;6. Ade Maulana, Asst. Bendahara&lt;br /&gt;Box:&lt;br /&gt;Buat Bro &amp; Sis yang punya aktifitas touring dan ingin dimuat di MotoDream, kirimkan artikel dan foto-foto touring ke Redaksi MotoDream melalui email: motodreamagz@gmail.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-2845673223629245981?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/2845673223629245981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/09/ysc-indonesia-touring-andalas-real.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2845673223629245981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2845673223629245981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/09/ysc-indonesia-touring-andalas-real.html' title='YSC Indonesia Touring Andalas  The Real Adventure!'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spzn-ukK5tI/AAAAAAAAAII/z4Vbb9Zb8mw/s72-c/Photo+1+Bengkulu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-3983797405545594442</id><published>2009-09-01T01:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T01:58:14.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='classic'/><title type='text'>XT500 Sang Legenda Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SpziCTn5TyI/AAAAAAAAAIA/Ap3r0MfxNHY/s1600-h/XT500.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 339px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SpziCTn5TyI/AAAAAAAAAIA/Ap3r0MfxNHY/s400/XT500.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376420584428752674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali ia muncul di Tokyo Motor Show tahun 1975. kemunculannya menarik perhatian publik. Inilah motor pertama yang menjadi pewaris kemampuan Motosport di era sekarang. Dia adalah Yamaha XT 500.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yamaha XT500 dikenal sebagai salah satu produk unggulan Yamaha sekaligus motor dengan predikat “Best Seller” di jamannya. Motor ini adalah motor pertama Yamaha yang memiliki 4 Tak Enduro. Motor ini memiliki kelebihan dari bentuk yang solid, powerfull dan berat rasio yang ideal. Singkat kata, XT500 menjadi pengukir sejarah dikelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pertamakali muncul di Jepang namun yang dibuat jatuh cinta oleh XT500 bukanlah Motobikers asal Jepang. Motobikers yang jatuh cinta pada XT500 adalah Motobikers dari Amerika. Tak heran makanya Yamaha-Amerika menyesuaikan warnanya menjadi warna coklat dengan garpu band berwarna hitam. Perubahan ini sesuai dengan keinginan pembelinya di Amerika. XT500 menjadi motor yang paling banyak digunakan oleh pemilik perkebunan atau “Ranch” yang memiliki kondisi alam berbatu dan luas. Dengan kata lain, Koboi Amerika di pertengahan tahun 70-an mulai mengganti peran kuda peliharaan dengan Yamaha XT500. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun XT500 mengalami evolusi untuk terus meningkatkan kemampuannya. Pertama kali XT500 muncul dengan kode “C” di akhir nomor tipe. Ketika masuk ke Amerika kodenya menjadi “D” alias XT500 D. Di akhir tahun 1981 Yamaha Amerika memproduksi XT500 yang terakhir. Tipe ini dinamakan XT500 H. Tipe inilah yang menjadi pamungkas dari pengembangan TX500. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan XT500 di seluruh dunia sangat luar biasa. Tingkat penjualan XT di negara-negara seperti Asia terus meningkat. Kehadiran XT500 menjadi alternatif dari motor bebek yang sebelumnya merajai jalanan. Begitupun di Indonesia. XT500 dianggap sebagai spirit anak muda yang suka balapan, gaul dan touring keluar kota membuka rute baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah XT500 menjadi raja dikelasnya. Belum pernah ada motor 4 Tak yang memiliki kemampuan dan spesifikasi seperti XT500. Tak heran seri berikutnya seperti XT500 D, XT500 E hingga XT500 H terus dikejar Motobikers. Kondisi ini tentu membuat gerah produsen motor lainnya yang sama-sama berasal dari Jepang. Produsen lain kemudian mengikuti desain dan kemampuan Yamaha XT500 dengan mengeluarkan tipe KX500, CR500 dan DR500. Kesemuanya mengikuti kemampuan Yamaha XT500. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XT500 di Rally Paris-Dakkar&lt;br /&gt;Menyadari kompetisi tak sebatas di perkotaan, XT500 kemudian di desain untuk mencari tantangan yang lebih berat. Di tahun 1979 dimana reli Paris-Dakar pertamakali diadakan Yamaha dengan seri XT500 berhasil meraih podium. Padahal reli Paris-Dakkar adalah salah satu reli paling ganas yang pernah ada di muka bumi. Bukan hanya perelinya yang punya skill tinggi. Namun motor juga harus bisa mengalahkan tantangan alam benua Eropa yang bersalju dengan benua Afrika yang berbatu, berpasir dan penuh dengan tebing.&lt;br /&gt;Yamaha XT500 Paris-Dakkar berhasil mengalahkan 2 motor pabrikan asal Eropa. Saat itu Yamaha XT500 dikendarai oleh pereli asal Perancis, Cyril Neveu. Dan, saat itulah menjadi moment emas bagi Yamaha XT500 di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun berikutnya yaitu tahun 1980, Yamaha XT500 masih menguasai medan ganas dari reli Paris-Dakkar. SSPESIFIKASI&lt;br /&gt;Mesin&lt;br /&gt;Displacement  : 499.00 ccm(30.45 cubic inches)&lt;br /&gt;Engine type  : Single Cylinder&lt;br /&gt;Stroke   : 4&lt;br /&gt;Power   : 27.00 HP(19.7 KW) @ 5900 RPM&lt;br /&gt;Compression  : 9.0:1&lt;br /&gt;Bore x Stroke  : 87.0 x 84.0 mm(3.4 x 3.3 inches)&lt;br /&gt;Valves per cylinder : 2&lt;br /&gt;Fuel control  : OHC&lt;br /&gt;Cooling system : Air&lt;br /&gt;Gearbox  : 5 speed&lt;br /&gt;Transmission type &lt;br /&gt;final drive  : Chain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran&lt;br /&gt;Berat   : 155.0 kg(341.7 pounds)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chassis dan Dimensi&lt;br /&gt;Ban Depan dimensi : 3.25-21&lt;br /&gt;Ban Belakang dimensi: 4.00-18&lt;br /&gt;Rem Depan  : Expanding brake&lt;br /&gt;Rem Belakang  : Expanding brake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speed&lt;br /&gt;Top speed: 132.0 km/h (82.0 mph)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi Lain&lt;br /&gt;Kapasitas Tanki : 9.00 liters (2.38 gallons)&lt;br /&gt;etelah tahun 1980, Yamaha meningkatkan performa XT500 menjadi varian baru. Salah satu hasil modernisasi XT500 adalah Yamaha XT600 Tenere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini XT500 tahun antara tahun 1975-1979 masih menjadi incaran para kolektor. Bukan hanya desain dan mesinnya saja yang kokoh, tapi rasanya seperti mengendarai “Living Legend” dari Yamaha. Jangan heran jika di Amerika Yamaha XT500 masih dicari-cari dan dibandrol seharga $2500 atau sekitar 25 juta rupiah! Hmm, hampir seharga sedan Mercedez 280E tahun 1980 kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-3983797405545594442?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/3983797405545594442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/09/xt500-sang-legenda-hidup.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3983797405545594442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3983797405545594442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/09/xt500-sang-legenda-hidup.html' title='XT500 Sang Legenda Hidup'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SpziCTn5TyI/AAAAAAAAAIA/Ap3r0MfxNHY/s72-c/XT500.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-2246118146802294342</id><published>2009-09-01T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T01:46:03.150-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Event'/><title type='text'>Grand Final Yamaha Band Blast 2009  “Real Music, Real Band and Real Competition.”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spze1U4fhlI/AAAAAAAAAH4/piz6XS8mlAk/s1600-h/P1070858.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spze1U4fhlI/AAAAAAAAAH4/piz6XS8mlAk/s400/P1070858.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376417062893618770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soal produksi musik, Indonesia sedang giat-giatnya membangun dinasti baru dalam produktivitas musik. Bisa kita rasakan secara langsung, dulu, banyak musisi –musisi dari luar negri yang dominan dan sering on air di radio, atau bahkan nongkrong di stasiun di stasiun televisi. Kenapa? Kalau tidak mendengarkan musik-musik import, terasa jadul. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, di samping .musik-musik lokal yang kurang greget, juga jenisnya hanya itu-itu saja. Sekarang, terbalik. Musik dalam negeri terasa lebih soulfull dan semakin banyak varian serta kualitas musik yang  bagus. Bahkan sekarang, tetangga kita, negeri Jiran, Malaysia. Sedang giat-giatnya sosialisasi melarang warganya request lagu-lagu dari Indonesia, yang sedang booming  di belantika  musik dalam dan luar negri.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perusahaan yang menginspirasikan kebangkitan era musik Indonesia sampai sekarang  adalah Yamaha Musik Indonesia. Sejak 26 tahun yang silam, konsistensinya mensupport musisi Indonesia, bisa memoles seorang dewa Budjana, grup  band Kahitna, krakatau band, dan masih banyak lagi, menjadi musisi-musisi papan  atas, yang tidak di ragukan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaru, sebut  saja band yang  digawangi oleh Pasha, yaitu Ungu, Bondan Prakoso, sampai Ariel Peterpan. Telah menjadi endorsre Perusahaan alat-alat musik terbesar di Indonesia  ini. Band blast sendiri adalah seleksi musik tingkat regional, di dalamnya ada jawara-jawara dari  dari berbagai daerah yang menyelenggarakan band blast. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Batam, Sumatra dan kota-kota besar lainnya.&lt;br /&gt;Jawara dari band blast ini sendiri akan menjadi wakil Indonesia di Asian Beat. Dan harus  bertarung melawan  perwakilan kampium dari masing-masing negara, seperti Jepang, Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia dan negara Asia lainnya. Good Luck untuk Band Blast!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-2246118146802294342?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/2246118146802294342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/09/grand-final-yamaha-band-blast-2009-real.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2246118146802294342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2246118146802294342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/09/grand-final-yamaha-band-blast-2009-real.html' title='Grand Final Yamaha Band Blast 2009  “Real Music, Real Band and Real Competition.”'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spze1U4fhlI/AAAAAAAAAH4/piz6XS8mlAk/s72-c/P1070858.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1647922013520905016</id><published>2009-09-01T01:21:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T01:36:51.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Event'/><title type='text'>To Be One Nature</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spzc_u-QmqI/AAAAAAAAAHw/X_6av8VbQUM/s1600-h/JP.v1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spzc_u-QmqI/AAAAAAAAAHw/X_6av8VbQUM/s400/JP.v1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376415042672564898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari forum milis para penikmat petualang alam seluruh Indonesia, dibarengi  akan  kesamaan pandang untuk menyelamatkan bumi dari monster global warning. JPI (Jejak Petualang Indonesia) 2009 adalah salah satu wujud nyata kampanye keseimbangan ekosistem bumi. Sebagai salah satu apresiasi para adventure Indonesia, yang bekerjasama dengan perum perhutani dan ada dua puluhan instansi yang ikut mendukung kegiatan ini, sebagai bentuk  kepeduliannya akan keseimbangan alam. Salah satunya adalah Yamaha Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang diselenggarakan di Ranca Upas-Ciwidey-Bandung (8-9/8) merupakan kawasan yang terkenal dengan suhu dinginnya, hingga mencapai 0 derajat celciusdan kawasan budi daya hewan Rusa. Letaknya yang tak jauh dari ibu kota provinsi jawa barat ini, 70 km dari arah selatan kota Bandung, di Ranca Upaslah acara JPI ini terselengara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada 805 peserta dengan 200-an panitia, nara sumber, serta tamu undangan yang mengikuti acara JPI ini. Para peserta petualang dari seluruh belahan nusantara, bahkan ada juga yang dari Malaysia, yang sengaja datang ke acara JPI ‘09, untuk bertemu dan berkumpul dengan adventure dari seluruh Indonesia. Diantaranya adalah perwakilan dari Motobiker dari Yamaha Vixion Club Purwakarta (YVC-P). Uniknya  acara ini merupakan kopi daratnya para petualang tanah air, yang sebelumnya tersebar di beberapa host petualangan televisi, yang sering on line bersama, kemudian terselenggaralah acara petualangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPI 09 menghadirkan berbagai kegiatan alam yang seru dan menantang antara lain :&lt;br /&gt;Mountain Bike, penetrasi hutan, Survival, Family Camp, pengenalan tanaman obat, dan pengetahuan tentang hewan hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam harinya, diadakan acara ‘Dugem’ (Duduk Gembira) yang ikut menghadirkan beberapa host petualang Indonesia, yang tidak asing lagi bagi kalangan para petualang seperti Riani Djankaru, Dody Djohan Jaya dan Sifa Kumala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang bertemakan alam ini, terselenggara atas kuatnya kebersamaan yang di bangun para petualang Indonesia. Salah satunya Aji Sang Penakluk (Animal Handeler) sebagai ketua panitia JPI 09, yang sudah beberapa kali tampil di acara  petualangan pada  salah satu stasiun televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Motobikers yang cinta alam, aktifitas ini memberikan suntikan mental dan moral untuk menambah kecintaan pada bumi. Bagaimanapun alam tidak bisa dipisahkan oleh manusia termasuk juga kehidupan Motobikers. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1647922013520905016?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1647922013520905016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/09/to-be-one-nature.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1647922013520905016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1647922013520905016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/09/to-be-one-nature.html' title='To Be One Nature'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Spzc_u-QmqI/AAAAAAAAAHw/X_6av8VbQUM/s72-c/JP.v1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6713956113269073201</id><published>2009-07-31T01:47:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T02:03:07.916-07:00</updated><title type='text'>MotoDream Introduction</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKzMfY3DYI/AAAAAAAAAHg/TU83QaHROaI/s1600-h/Cover+MD+Agus+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 372px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKzMfY3DYI/AAAAAAAAAHg/TU83QaHROaI/s400/Cover+MD+Agus+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364547133317254530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Finally, MotoDream perlahan bisa online melalui blog. Kerja keras demi yang terbaik untuk Motobikers. Disela-sela kesibukan liputan dilapangan dan tim redaksi yang terbatas tapi kita selalu berusaha komitmen untuk bisa online melalui blog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;h&lt;br /&gt;Edisi Agustus kali ini kami mencoba membuat format baru dalam MotoDream. Kita ingin lebih dekat dengan Motobikers. Jadi ada beberapa rubrik yang kita siapkan kepada Motobikers. Mulai dari rubrik Touring, Modifikasi dan hingga event-event Kopdar Motobikers. Motobikers bisa kirim artikel sepanjang A4 dengan spasi 1 dan kemudaian kirimkan foto-foto terbaik dengan ukuran minimal 300Kb. MotoDream membantu bro &amp; sis untuk mengedit hasil karya tulisan dan foto agar lebih artistik dan punya nilai yang sedap dibaca Motobikers di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What are waiting for? It's Your Dream! It's Your MotoDream!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6713956113269073201?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6713956113269073201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/motodream-introduction.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6713956113269073201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6713956113269073201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/motodream-introduction.html' title='MotoDream Introduction'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKzMfY3DYI/AAAAAAAAAHg/TU83QaHROaI/s72-c/Cover+MD+Agus+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-2949477897771237542</id><published>2009-07-31T01:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:46:32.020-07:00</updated><title type='text'>Memilih Bibit Bebet Bobot Ban</title><content type='html'>Masih ingatkah Motobikers pada pernyataan “Hidup ini seperti roda yang terus berputar.” Nah, cukup dengan analoginya. Sekarang kembali ke realita tentang ban motor yang sesungguhnya, dimana Motobikers menggunakannya setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ulasan Tips &amp; Ride di MotoDream kali ini lebih banyak mengupas tentang serba-serbi ban. Bagaimana sebuah ban bukan sekadar karet berbentuk bundar tapi ban yang ikut menjaga keselamatan Motobikers selama berkendara. Semoga bisa bermanfaat untuk Motobikers semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 .   U k u r a n   B a n &lt;br /&gt;B i a s a n y a   ukuran ban a k a n   d i t a n d a i   d e n g a n   k o d e   d e n g a n   a n g k a - a n g k a   s e p e r t i   3 . 0 0 - 1 8   a t a u   7 0 / 9 0 -17 dan lain sebagainya.  A g a r   t i d a k   s a l a h   k a p r a h ,   i n g a t   d u l u   t e o r i   d a s a r n y a , &lt;br /&gt; mi s a l  ban  7 0 / 9 0 - 1 7 .   M a k a   a n g k a   p e r t a m a   7 0 berarti l e b a r   b a n   d a l a m   s a t u a n m i l i m e t e r ,  d a n   9 0   p e r s e n t a s e   r a s i o n y a   ( p e r s e n t a s e   l e b a r   b a n   d a r i   t i n g g i n y a ) .   S e d a n gkan   a n g k a   k e t i g a , yaitu  1 7  bera r t i    d i a m e t e r   p e l e k   d a l a m   s a t u a n   i n c i .  J a d i ,   b a n   7 0 / 9 0 - 1 7   p u n y a   m a k n a ;   l e b a r   t a p a k   b a n   7 0   m m ,   d e n g a n   t i n g g i   9 0 %   x   7 0   m m   =   6 3   m m .   D a n   d i a m e t e r   b a n   1 7   i n c i .   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2 .   B a t a s   T W I &lt;br /&gt;  T h r e a d   W e a r   I n d i c a t i o n   ( T W I )   a l i a s   i n d i k a t o r   b a t a s   p e m a k a i a n .   P a d a   b a n   d i t a n d a i  garis  s e g i t i g a .   K o d e   i n i   m e n u n j u k k a n   b a t a s   p a l i n g   m i n i m   a l u r   b a n , ba t a s   k e t e b a l a n   a l u r   b a n   y a n g   d i t u n j u k k a n   s e g i t i g a   b e r u p a   t o n j o l a n   y a n g   a d a   d i   d a s a r   b a n .   J i k a   k e t e b a l a n   p o l a   b a n   s a m a   d e n g a n   t o n j o l a n   t e r s e b u t ,   b e r a r t i   b a n   m e s t i   d i g a n t i .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 3 .   U s i a   P r o d u k s i  &lt;br /&gt; Usia produksi d i   t u n j u k k a n   e m p a t   a n g k a   y a n g   t e r d a p a t   d i   s i s i   b a n .   M i s a l n y a ,   2 1 0 3   a n g k a   t e r s e b u t   m e n y i r a t k a n   p e r i o d e   p r o d u k s i   b a n .  D u a   a n g k a   p e r t a m a   m e n u n j u k a n   m i n g g u  dan  d u a   a n g k a   t e r a k h i r   b e r a r t i   t a h u n   p e m b u a t a n .   J a d i   k a l a u   d i b a c a ,   k o d e   d i   a t a s   b e r a r t i   b a n   d i p r o d u k s i   p a d a   m i n g g u   k e - 2 1   t a h u n   2 0 0 3 .   K o d e   a n g k a   i n i   p e n t i n g ,   m e n g i n g a t   s e m a k i n   l a m a   b a n   t e r s i m p a n ,   s e m a k i n   r e n t a n   t e r h a d a p   k e r u s a k a n   a k i b a t   k e k e r a s a n   k o m p o n   b a n . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4.   A r a h   P e r p u t a r a n   B a n &lt;br /&gt;  D i t a n d a i   d e n g a n   k o d e   b e r u p a   a n a k   p a n a h .   T a n d a   i n i   d i g u n a k a n   s e b a g a i   p a t o k a n   p o s i s i   p e m a s a n g a n   b a n   y a n g   b e n a r .   A r a h   b e r p u t a r n y a   r o d a   h a r u s   s e a r a h   d e n g a n   t a n d a   a n a k   p a n a h   t e r s e b u t .   K a r e n a   j i k a   p o s i s i   p e m a s a n g a n n y a   t e r b a l i k   m a k a   P a t t e r n   b a n   ( p o l a   k e m b a n g a n   b a n )   t i d a k   b e r f u n g s i   d e n g a n   b a i k . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    S i m b o l   B a n   D e p a n   a t a u   B e l a k a n g &lt;br /&gt;  P a d a   b a n   m e r k   t e r t e n t u ,   b i a s a n y a   a k a n   a d a   s i m b o l   t a m b a h a n   ( h u r u f   a l p h a b e t )   y a n g   m e m b e d a k a n   a n t a r a   b a n   u n t u k   r o d a   d e p a n   d e n g a n   b a n   u n t u k   r o d a   b e l a k a n g .   B i a s a n y a   d i g u n a k a n   s i m b o l   F   a t a u   R . &lt;br /&gt;S i m b o l   F   k e p a n j a n g a n   d a r i   F r o n t     y a n g   b e r a r t i   b a n   t e r s e b u t   s p e s i a l   d i d e s a i n   u n t u k   b a n   d e p a n .   S e d a n g k a n   R   k e p a n j a n g a n   d a r i   R e a r     y a n g   b e r a r t i   b a n   t e r s e b u t   s p e s i a l   d i d e s a i n   u n t u k   b a n   b e l a k a n g .   P e m b e d a a n   i n i   b i a s a n y a   d i k a r e n a k a n   a d a n y a   p e r b e d a a n   f u n g s i   a n t a r a   b a n   d e p a n   d e n g a n   b a n   b e l a k a n g .   B a n   d e p a n   l e b i h   b e r f u n g s i   s e b a g a i   S t e e r i n g   a t a u   p e n e n t u   a r a h   g e r a k .   S e d a n gkan   b a n   b e l a k a n g   s e b a g a i   p e n e r u s   p e r p i n d a h a n   d a y a   k e   g e r a k ,   menj a d i   t r a k s i   s a n g a t   d i b u t u h k a n .   M a k a n y a   p a t t e r n   d i d e s a i n   l e b i h   b i s a   m e n g g i g i t .   S e l a i n   i t u ,   b i a s a n y a   b e r a t   d a n   j e n i s   k e m b a n g a n   b a n   d e p a n   d a n   b e l a k a n g   b i a s a n y a   a k a n   s e d i k i t   b e r b e d a . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 .   P e t u n j u k   B e b a n   M a k s i m u m&lt;br /&gt; B i a s a n y a   p a d a   b a n   j u g a   t e r d a p a t   p e t u n j u k   y a n g   m e n e r a n g k a n   b e b a n   m a k s i m u m   y a n g   d a p a t   d i t a h a n   o l e h   b a n   t e r s e b u t .   S e p e r t i   M A X .   L O A D   3 7 5   L B S   A T   3 2   P . S . I .   C O L D   y a n g   a r t i n y a   b a n   t e r s e b u t   m a m p u   m e n a h a n   b e r a t   m a k s i m a l   s a m p a i   3 7 5   L b s   a t a u   s e k i t a r   1 7 0   K g   (  1   L b s   =   +  4 5 0   g r   )   p a d a   t e k a n a n   a n g i n   3 2   p s i   d e n g a n   k o n d i s i   b a n   d i n g i n   ( t i d a k   d i p a k a i ) . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  8 .   S i m b o l   -   S i m b o l   L a i n &lt;br /&gt;S e l a i n   s y m b o l   -   s y m b o l   y a n g   d i a t a s ,   m a s i h   a d a   j u g a   b e b e r a p a   s i m b o l   s e p e r t i   tulisan: &lt;br /&gt; T u b e l e s s   a t a u   T u b e   T y p e .  &lt;br /&gt; U n t u k   b a n   d e n g a n   t u l i s a n   T u b e   T y p e ,   s a n g a t   d i a n j u r k a n   p e n g g u n a a n   b a n   d a l a m .   M e s k i p u n   s e k a r a n g   b a n y a k   y a n g   m e n a w a r k a n   b a n   t i p e   i n i   b i s a   d i r u b a h   m e n j a d i   t y p e   T u b e l e s s .   H a l   i n i   d i k a r e n a k a n   s u s u n a n   b a h a n   p e m b u a t   b a n   T u b e l e s s   d a n   b a n   T u b e   T y p e   b e r b e d a . &lt;br /&gt;Selain itu ada symbol berupa G a r i s  W a r n a   p a d a   K e m b a n g a n   B a n .  &lt;br /&gt; W a r n a   g a r i s   i n i   b i s a   b e r b e d a   p a d a   t i a p   p a b r i k a n ,   b i s a   M e r a h ,   B i r u ,   H i j a u ,   K u n i n g ,   P u t i h .   M e n a n d a k a n   b a n   t e r s e b u t   m a s i h   b a r u   a t a u   b e l u m   d i p a k a i . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-2949477897771237542?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/2949477897771237542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/memilih-bibit-bebet-bobot-ban.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2949477897771237542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2949477897771237542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/memilih-bibit-bebet-bobot-ban.html' title='Memilih Bibit Bebet Bobot Ban'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-4657483301003804020</id><published>2009-07-31T01:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:41:42.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Of The Month'/><title type='text'>Edo Rusia Jurnalis Bertitel Biker Blogger</title><content type='html'>Bikers Brotherhood Blog MotoDream, telah usai beberapa minggu yang lalu. Tapi aroma semangat BBB tersebut masih sangat kental. Diantara bikers yang ada munculah seorang biker sekaligus blogger. Sebut saja Edo Rusyanto atau lebih dikenal dikalangan bikers dengan sebutan Edo IBC atau Edo Rusia. Penulis buku Industri Telekomunikasi Indonesia tahun 2007 dan buku Industri Sepeda Motor tahun 2008 ini merupakan salah satu wartawan kawakan dan biker blogger sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berkelahiran Jakarta 39 tahun yang lalu, tampak gagah diatas kuda besinya. Bila sedang mengendarai sepeda motor V-xionnya, praktis seluruh badannya tertutup rapi, dengan standar safety riding. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, pelindung siku dan dengkul, serta sepatu  boots biker, selalu ia kenakan kemanapun lelaki berkacamata ini pergi. “Kita tidak akan pernah tahu bahaya kecelakaan tiba-tiba datang, sebelum semuanya bertambah parah, kita awali safety riding mulai sekarang dan dari diri kita masing-masing.”  Tangkas Ketua umum IBC hingga 2010 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesinya sebagai seorang jurnalis harian Investor Daily ini, sehari-harinya bekerja menggunakan V-xion untuk menelusuri kota Jakarta mencari berita. Meski sibuk mencari berita namun ia tak mengurangi minat menulis pada blog-nya. Bahkan jika melihat jumlah members-nya, tak tanggung-tanggung yaitu mencapai 2000-an dari berbagai daerah, dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milis dan Facebook-nya pun laris  manis dibaca di kalangan bikers.“ Setiap hari saya selalu men-update tulisan saya, minimal 1 kali, kemudian berita tersebut selalu saya send ke semua teman-teman. Terasa itu menjadi sebuah kewajiban pribadi. Apalagi jika sudah menyuarakan tentang safety riding, nyatanya hal itu, menjadi fatwa yang wajib untuk seluruh bikers,” jelas Edo. Hal ini pulalah, yang menjadi perbedaan blog-nya dengan blogger lainnya.” Yah, memang itu positioning blog saya, khusus untuk mensuarakan keselamatan pengguna  jalan. Sehingga masyarakat lebih bisa cepat mengenal blog saya.” Jelas pria lulusan UniversitasVeteran ini berbagi ilmu blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berbicara pada persoalan jalanan atau keselamatan pengguna jalan, suami dari Yeti ini, selalu menunjukkan sikap dan semangat yang tinggi untuk saling berbagi. Dari persoalan ATPM, Polantas, kehidupan bikers, jalan raya sampai persoalan safety riding. Semuanya ia jabarkan secara mendetail. Maklum, di samping menjadi wartawan kawakan, lelaki yang punyai tiga anak ini punya akses khusus dengan beberapa orang-orang penting di seluruh  ATPM Indonesia yang telah ia jalin selama bertahun – tahun. Sehingga uraian yang ia kemukakan melalui blog-nya sarat dengan data ilmiah, namun tetap dalam balutan yang easy reading dan tentunya berprinsip objective dan cover both sides.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tipikal pembaca bikers blog menurut Edo? Lebih jauh biker blogger ini menjelaskan, “Rata -rata  pengguna  internet adalah kelas citizen knowledge. Atau bisa di bilang, tingkat pengetahuan umumnya yang sudah melek terhadap blog. Umumnya, bikers blogger menyukai bacaan yang terjadi langsung  di sekitar mereka dan tidak menggurui, serta tidak terlalu panjang”.  Begitu cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog menjadi menjadi media lintas kalangan yang mudah dan bisa di akses semua pengguna internet di seluruh dunia. Ibaratnya blog itu sebuah pisau. Di tangan seorang koki handal, pisau tersebut bisa digunakan untuk memotong daging karena ketajamannya. Yep, setajam tulisan Edo di blog-nya. “Tulislah! Sekecil apapun yang terjadi di sekitar kita. Karena segala sesuatu berangkat dari kebiasaan, dan dari kebiasan tersebut, kita mobilisasi menulis hal-hal yang bermanfaat, untuk masyarakat.” Tutup Edo. Viva Blogger! Viva Bikers Brotherhood Blog MotoDream!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-4657483301003804020?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/4657483301003804020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/edo-rusia-jurnalis-bertitel-biker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/4657483301003804020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/4657483301003804020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/edo-rusia-jurnalis-bertitel-biker.html' title='Edo Rusia Jurnalis Bertitel Biker Blogger'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1592662713774792384</id><published>2009-07-31T01:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:39:15.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Community'/><title type='text'>Raih Simpati Dari Perilaku Touring</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKtRURqZRI/AAAAAAAAAHY/iGmFWt4YYok/s1600-h/YVAJ.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKtRURqZRI/AAAAAAAAAHY/iGmFWt4YYok/s400/YVAJ.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364540619163854098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mesti ngumpul-ngumpul, ala motobikers di tempat-tempat tertentu itu identik dengan buang-buang waktu. Justru dari ngumpul-ngumpul ini, lahir ide-ide segar, salah satunya mengkampanyekan Safety Riding, dan berusaha menjadi pionir kampanye keselamatan jalan itu, di setiap petualangannya. Melalui komunitas, yang mereka namakan dengan YVAJ (Yamaha Vixion Adventure Jakarta) Petronas L.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari forum milis dan  Facebook, hingga akhirnya melaksanakan kopdar bersama, karena memiliki pemikiran yang sama, mengenai kuda besi Yamaha V-ixion ditambah serunya petualangan di alanan, maka sejak 4 April 2009 dibentuklah YVAJ. Bukan dengan pesta atau seremoni hura-hura untuk merayakan terbentuknya YVAJ. Justru mereka  melakukan kunjungan bersama dengan seluruh anggota YVAJ ke Situ Gintung di selatan Jakarta. Tujuannya untuk mengadakan amal bakti ke korban jebolnya waduk Situ Gintung seperti pemberian mie instan, pakaian layak pakai, obat-obatan dan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas yang mempunyai motto My V-xion My adventure and Keep Brotherhood ini, mempunyai 15-an anggota. Semuanya fanatic pada motor Yamaha 150cc ini. Meskipun tempat tongkrongan mereka berada di kawasan Petronas Lenteng Agung, Jakarta Selatan, namun anggota YVAJ ada juga yang berasal dari Ciledug, bahkan Pamulang daerah satelit Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada senioritas dalam tubuh YVAJ “ Semuanya sama, yang lebih kita utamakan adalah brotherhood atau persaudaraan dengan intern YVAJ ataupun dengan komunitas lain. “Bro bisa lihat sendiri kan? Setiap club atau komunitas lain yang melintas di depan base camp kita, selalu mengklakson motornya, sebagai tanda persaudaraan. Karena kami pun seperti itu, jika sedang di jalanan.” jelas Akbar, salah satu anggota YVAJ yang terbilang lebih tua dari anggota lainnya kepada MotoDream. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup simple bicara AD/ART  YVAJ ini, setiap malam minggu, mereka berkumpul di Petronas, dan setiap anggota dikenakan iuran sebesar 5.000-10.000 rupiah. Dana itu mereka pergunakan untuk keperluan kopdar, dan uang kas yang nantinya dipergunakan untuk kesejahteraan anggota sampai persiapan sumbangan sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, sekalipun ukuran umur YVAJ terbilang baru, tapi Visi dan Misi mereka jelas. Seperti visi misi YVAJ yang memandang semua pengguna jalan all bikers, all brothers, menghilangkan kelas-kelas dari sesama pengguna jalan. Meskipun Yamaha V-ixion termasuk kategori motor sporty, tetapi YVAJ tetap  menghormati pengendara motor lain, seperti bebek dan skuter. Di samping itu, tentunya YVAJ sebagai wadah untuk berbagi bersama. Untuk itu sebagai suatu komunitas,YVAJ juga mempunyai niat untuk membesarkan klubnya, memperkenalkan dan mengkampanyekan Safety Riding kepada &lt;br /&gt;masyarakat, serta berusaha memperbaiki citra gangster yang pernah diterpa isu negatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan sebaik mungkin visi dan misi YVAJ, segenap anggota YVAJ diharuskan mematuhi peraturan lalu lintas dan harus memperhatikan Safety Riding di setiap mengadakan perjalanan atau pada saat mengadakan touring bersama. “ Rata-rata kami alumnus dari berbagai macam klub, sehingga pengetahuan tentang lalu lintas dan Safety Riding, tentang teknik bagaimana kita di jalan, sudah kita kenal sejak dari dulu. Kini, kita terkumpul dalam satu wadah YVAJ. Nilai-nilai idealisme Safety Riding tetap kita jalankan bersama.” Jelas Salay, ketua YVAJ Petronas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran berbagai komentar positif, ikut mewarnai perjalanan YVAJ dimanapun mereka touring. “ Mereka sering melintas di daerah sini, tertib dan tidak resek, sekalipun pake motor yang lumayan gede.” Ungkap Sudrajat, salah satu tukang ojek kawasan stasiun Pasar Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1592662713774792384?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1592662713774792384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/raih-simpati-dari-perilaku-touring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1592662713774792384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1592662713774792384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/raih-simpati-dari-perilaku-touring.html' title='Raih Simpati Dari Perilaku Touring'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKtRURqZRI/AAAAAAAAAHY/iGmFWt4YYok/s72-c/YVAJ.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-8301342783131245941</id><published>2009-07-31T01:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:24:06.782-07:00</updated><title type='text'>Komunitas Foto Unik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKqHGe932I/AAAAAAAAAHQ/D3ai8itvlBk/s1600-h/Lomo+(3).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKqHGe932I/AAAAAAAAAHQ/D3ai8itvlBk/s400/Lomo+(3).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364537145127984994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komunitas pecinta kamera unik dan antik yang tergabung dalam Lomonesia belakangan semakin eksis. Komunitas ini mempunyai homebase dibilangan Mayestik Jakarta Selatan dan memiliki 900 anggota aktif pecinta ‘jepret menjepret’ momen.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya pengambilan nama Lomo berasal dari merek (brand) kamera militer Rusia yang ada pada dekade 80-an. Kameranya sendiri memiliki nama dan kode Lomo LC-A dan kemudian tahun 90-an 2 mahasiswa asal Austria kembali mengangkat pamor kamera ‘jadul’ ini dengan mendeklarasikan komunitas bernama Lomography. Kisaran tahun 2001 lalu. Adalah Tommy Hartanto dan Grace menjadi penggagas komunitas ini di Indonesia. Pada  5 Agustus 2004, kedua orang ini merealisasikan komunitas Lomo dibarengi dengan pembuatan milis lomonesia@yahoogroups.com.&lt;br /&gt;Setelah itu, dipilihlah nama Lomography Society Indonesia (komunitas pecinta lomogrfai Indonesia). Satria Ramadhan (Project Manager Lomonesia) bersama Anwar Syarifudin ditunjuk sebagai ketua komunitas lomonesia Indonesia. “Kebetulan gue baru diangkat sebagai Project Manager Lomonesia. Sebelumnya gue ngurusin event-nya Lomonesia. Disini gue bisa dibilang sebagai ketuanya bersama Anwar Syarifudin,” terangnya ditemui di bilangan Mayestik, Jakarta Selatan belum lama ini.&lt;br /&gt;Untuk background anggota, Satria mengaku member berasal dari semua kalangan. Bukan hanya pekerja dan anak kuliahan, pelajar SMA dan SMP juga berbaur. Yang jelas menurut Satria, kecintaan akan kamera ini yang membuat enggak ada jarak diantara anggota komunitas ini. Selain itu, setiap anggota enggak bisa menggunakan kata Lomo sembarangan. Hal ini karena memang, komunitas Lomo di Indonesia sudah diakui secara sah oleh Lomography pusat di Vienna. ”Untuk anggota kita enggak membatasi dari mana mereka. Yang jelas kita disini berkumpul dalam satu wadah penggemar kamera Lomo. Apalagi komunitas kita sudah diakui keberadaannya oleh Lomography pusat di Vienna,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Komunitas Lomo Indonesia mengenal 13 jenis kamera yang tersebar. Nama kameranya juga unik sesuai dengan bentuknya yakni Holga, Diana, Fisheye, Actionsampler,Supersampler, Oktomat, Horizon, Pop 9, Frog-eye, Smena 8, Colorsplash, Lubitel serta lca. Karakter tiap kamera juga berbeda-beda sesuai jenis dan ukuran seperti  Actionsampler, Supersampler, Oktomat, Pop 9, pada kamera lomo yang berlensa Majemuk. Holga, Diana, Lubitel untuk kamera medium format yang hasil fotonya ada Vignettenya. Colorsplash pada kamera yang mengandalkan warna Flash-nya. Sementara Frog-eye untuk kamera Underwater dan Fisheye pada kamera berlensa wide 170 derajat. &lt;br /&gt; Komunitas Lomo Indonesia juga sering mengadakan event seperti Lomo Gigs (gabungan konsep musik dengan hasil karya Lomo), Lomo’isme (pameran karya lomografer Indonsesia). Tujuan digelarnya event ini adalah untuk memasyarakatkan Lomo dan me-Lomo-kan masyarakat. Satria berharap agar komunitasnya ini bisa go International dengan membuat pameran karya lomografer Indonesia ke luar negeri. Sementara agenda kedepan akan digelar  MUNAS Lomonesia. Buat Motobikers, yang tertarik dengan dunia fotografi, sah-sah saja jika mencoba kamera Lomo. Selain hasilnya yang unik kenikmatan bisa tercipta sewaktu menekan shutter Lomo. Apalagi jika dipakai ketika foto-foto pada saat touring.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-8301342783131245941?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/8301342783131245941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/komunitas-foto-unik_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/8301342783131245941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/8301342783131245941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/komunitas-foto-unik_31.html' title='Komunitas Foto Unik'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SnKqHGe932I/AAAAAAAAAHQ/D3ai8itvlBk/s72-c/Lomo+(3).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-5176146388628256</id><published>2009-07-24T04:17:00.001-07:00</published><updated>2009-07-30T05:38:04.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature'/><title type='text'>Jembatan Cinta? [Full Version]</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SmmkNgj_1TI/AAAAAAAAAHI/R_t4Tn3Ghuw/s1600-h/jembatan+cinta6.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SmmkNgj_1TI/AAAAAAAAAHI/R_t4Tn3Ghuw/s400/jembatan+cinta6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361997383347459378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Enak yah mas, duduk di sini? Anginnya semilir apalagi pemandangan dibawah begitu indah. Banyak lampu mobil yang berjalan dan kita berada dibawah terangnya lampu jalan”, seru Etty (bukan sama sebenarnya) kepada Eddy, pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Etty adalah realita percintaan sebagian pengendara motor jaman sekarang. Mereka berdua sedang merajut cinta diatas jembatan layang. MotoDream menyebutnya “Jembatan Cinta.” Iya, di tempat inilah banyak pasangan muda-mudi memadu kasih. Mereka umumnya pengendara motor yang sejak pulang dari tempat kerja atau rumah sudah niat nongkrong disini. Lho? Dimana sebenarnya mereka berada? Tepatnya mereka parkir, persis berada di pinggir jalan diatas jembatan layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat bagaimana Etty diajak Edy (bukan nama sebenarnya) pacaran diatas jembatan layang di daerah Pasar Rebo Jakarta Timur. Mereka berdua boncengan naik motor dari tempat kerja Eddy di kawasan Jakarta Pusat. Edy adalah pegawai di sebuah perusahaan BUMN di Jakarta dan Etty hanya pegawai swasta. Malam itu sekitar jam setengah 8 malam Etty &amp; Eddy sampai di jembatan layang yang menghubungkan jalan Kramat Jati menuju daerah Cibubur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua bicara berbisik mesra seolah tak ingin orang lain tahu apa yang dibicarakan. Sesekali rambut Etty tertiup angin dari bis dan mobil yang melintas kencang. Lampu mobil itu terlihat beberapa kali mengedipkan lampu dim memberi peringatan untuk tidak parkir di pinggir jembatan. Bisa jadi sang mobil terkejut begitu menanjak jembatan dengan kecepatan tinggi tiba-tiba diatas jembatan banyak motor parkir. Bukan hanya mobil yang memberikan peringatan. Ada juga bis Metromini yang menyalakan klakson mengingatkan pengendara motor yang parkir di pinggir jembatan layang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etty dan Edy cuek aja. Tak peduli bahasa apa yang dikatakan oleh pengguna jalan yang lain. Tak lama kemudian datang dua orang pengamen. Namanya juga pengamen, “Permisi…” tak lama lagu ST12 dilantunkan oleh duet pengamen ini. Merasa di-cuekin, pengamen itu mencari pelanggan lain. Kemudian datang lagi tukang asongan. Tukang ini menawarkan rokok. “Bang buah, rujak! Sini!” seru Edy memanggil tukang buah yang jualan di diatas jembatan layang juga. Tukang asongan pun pergi dan tukang buah pun datang menghampiri Etty dan Edy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu datang lagi pengendara motor yang lainnya. Mereka adalah pasangan yang lebih muda. Kali ini mereka mengambil posisi yang lebih tinggi di jembatan tersebut. Semakin tinggi atau semakin ditengah posisi berarti semakin bagus view yang ditawarkan. Bukan main memang. Rasanya seperti Motobikers berada di hotel dan mendapatkan kamar di lantai 5 dengan pemandangan cantik dari balkon kamar. Tapi kalau di hotel kan bayar? Nah, salah satu tujuan Etty dan Edy datang ke Jembatan Cinta karena gratis tak perlu bayar untuk mendapatkan pemandangan yang cantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Full Music Plus Jajanan &lt;br /&gt;Jembatan Cinta menawarkan tak hanya pemandangan cantik. Di tempat ini memberikan pelayanan jajanan kaki lima yang cukup untuk menggajal perut. Coba bayangkan, disini ada penjual bakso, tukang kelontong keliling dan pastinya tukang buah. Untuk buah-buahan seperti semangka, nanas, melon dan pepaya dibandrol Rp.1.500,-. Sedangkan untuk jajan bakso harganya juga relatif terjangkau yaitu Rp.6.000,- per mangkok. Sedangkan harga rokok dan teman-temannya masih mengikuti mekanisme pasar alias pedagang tidak ambil untung besar meski risiko kecelakaan tersambar mobil lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Anim (bukan nama sebenarnya) berjualan di pinggir jalan diatas jembatan layang adalah prospek yang bagus. Melihat ‘kunjungan’ pengendara motor yang semakin banyak semakin malam membuat dagangan cepat habis, laris manis. Rasa takut yang dimiliki Anim dikalahkan dengan uang yang ia kantongi. “Abis gimana yah? Namanya juga cari uang buat makan? Disini enak, banyak yang nongkrong. Biasanya jajan buah atau rujak. Rata-rata tukang buah juga jualan disini dan semuanya temen saya” begitu jelas Anim pada MotoDream. Rata-rata Anim menjual habis dagangannya dalam semalam. Kalaupun lagi sial, itu karena Anim dikejar-kejar kamtib karena dagang sembarangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kalau makan bakso, pasti cepat dilahap. Pasalnya begitu bakso dihidangkan panas-panas dijamin cepat dingin karena besarnya angin yang berhembus diatas jembatan. Gaya makan pun berbeda dengan makan diwarung bakso karena bisa sambil duduk diatas jok motor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Etty &amp; Edy bukan sampai disitu saja. Sebenarnya mereka sudah lama menjadi penduduk “Jembatan Cinta”. “Kita sudah lama nongkrong disini. Jaman jalan di bawah jembatan ini belum di aspal kita sudah pacaran disini. Yah, ada deh sekitar 3 tahun lalu, kita datang kemari” seru Eddy penuh semangat. Sejoli inipun menceritakan bagaimana mereka sempat bertengkar karena cinta. Klop kan? Bukan hanya manis madu tapi juga pahitnya cinta disaksikan “Jembatan Cinta”. Itulah kesan yang didapat Eddy dan Edy dari “Jembatan Cinta”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali sejoli ini pernah pengalaman diusir aparat. Tapi justru itulah seninya. Kewaspadaan terhadap aparat yang merazia menjadi ciri khas “Jembatan Cinta.” Makanya jangan heran jika melihat perilaku pengendara motor di jembatan ini. Begitu terdengar bunyi sirene seluruh pengendara motor yang ada disini mengambil posisi standby. Kunci kontak yang tadinya dalam posisi OFF langsung masuk posisi ON. Jadi jika benar ada aparat datang mereka tinggal start dan langsung buron. Sama seperti yang terjadi semalam. Sirene berbunyi dikejauhan. Spontan membuat penghuni Jembatan Cinta menjadi waspada. Tapi begitu yang lewat sirene dari ambulan, mereka pun bersikap santai dan rileks kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko Tanggung Sendiri&lt;br /&gt;Buat sejoli seperti Etty dan Edy nongkrong di “Jembatan Cinta” adalah kisah romants percintaan. Tapi buat pengguna jalan lain kehidupan di “Jembatan Cinta” adalah ironi. Jika Motobikers melewati jalan ini untuk pertama kali, boleh jadi menarik hati untuk berhenti sebentar. Pasalnya seperti terjadi sesuatu hingga membuat orang berkumpul. Tapi faktanya, jika Motobikers turun dari motor dan berdiri dipinggir jalan jembatan adalah risiko baru. Jarak antara pengendara motor dengan kendaraan yang melintas di Jembatan Cinta kurang 1 meter! Apalagi kendaraan yang lewat sebagian adalah bis dan sedan dengan kecepatan rata-rata 70Km/jam. &lt;br /&gt;Menjelang jam 8 malam, Etty dan Edy sudah bergegas pulang. Edy kembali mengenakan lagi jaketnya dan menghidupkan mesin motor. Keduanya bersiap meneruskan perjalanan pulang menuju rumahnya di Bogor yang berjarak 60Km dari Jakarta. Bagi Etty dan Edy, semalam di atas “Jembatan Cinta” selalu membuat cinta semakin besar, meski risiko kecelakaan tersambar bis dan mobil bisa memisahkan hidup keduanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-5176146388628256?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/5176146388628256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/jembatan-cinta-full-version.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/5176146388628256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/5176146388628256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/jembatan-cinta-full-version.html' title='Jembatan Cinta? [Full Version]'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SmmkNgj_1TI/AAAAAAAAAHI/R_t4Tn3Ghuw/s72-c/jembatan+cinta6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-8159511538934120826</id><published>2009-07-21T05:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T05:53:20.580-07:00</updated><title type='text'>Hidup Ini Indah</title><content type='html'>Sudah..sudah.. Sudahi apa yang menjadi kengerian yang ada dalam hidup bro &amp; sis. Kejadian Jakarta Bombings jangan membuat mental kita drop karena itulah yang diinginkan oleh pembuat teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmati hidup saat ini. Caranya? bersyukurlah kita sampai rumah pada sore hari bertemu keluarga. Nikmati saja adik atau kakak kita yang meminjam majalah yang enggak bilang-bilang. Nikmati juga ketika ibu masih juga menanyakan hal yang sama; "Kamu kapan pulang cepet sih? Hampir tiap hari lembur. Makanannya keburu dingin"atau anak kita menarik-narik baju, "Bapak, besok beliin aku mainan yah? yang ada di TV lho?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kenikmatan yang mesti kita syukuri. Nilai kenikmatan ini adalah kenikmatan universal dimana setiap orang bisa mendapatkannya. Hidup ini indah jika kita meyakininya dan ikhlas menjalaninya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-8159511538934120826?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/8159511538934120826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/hidup-ini-indah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/8159511538934120826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/8159511538934120826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/hidup-ini-indah.html' title='Hidup Ini Indah'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-3752043628026350986</id><published>2009-07-17T03:49:00.001-07:00</published><updated>2009-07-17T03:56:07.601-07:00</updated><title type='text'>Bikers Brotherhood Blog Memanggil</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan teror di negeri ini berakhir? negeri yang dulu selalu dikumandangkan orangnya ramah dan menebar senyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian bom hari ini adalah tragedi yang memalukan untuk kita ceritakan pada generasi berikutnya. Ceritakan bahwa kita tak ingin negeri tempat kita hidup penuh dengan teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat bikers blogger, kejadian ini memanggil kita untuk lebih waspada. Jalankan terus  bikers brotherhood blog dengan mengkampanyekan kewaspadaan terhadap teror khususnya yang mengancam bikers. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-3752043628026350986?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/3752043628026350986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/sampai-kapan-teror-di-negeri-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3752043628026350986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3752043628026350986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/sampai-kapan-teror-di-negeri-ini.html' title='Bikers Brotherhood Blog Memanggil'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6905899129534230156</id><published>2009-07-14T04:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T04:01:13.011-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Event'/><title type='text'>KopDar "Bikers Brotherhood Blog" MotoDream</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sl2woUVd6dI/AAAAAAAAAHA/Aq_Pyc74bkk/s1600-h/IMG_5940.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sl2woUVd6dI/AAAAAAAAAHA/Aq_Pyc74bkk/s400/IMG_5940.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358633338340764114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sl2wn0UBGpI/AAAAAAAAAG4/3grGjx8ZeY8/s1600-h/IMG_5856.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sl2wn0UBGpI/AAAAAAAAAG4/3grGjx8ZeY8/s400/IMG_5856.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358633329744747154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sl2wnkjmpUI/AAAAAAAAAGw/4MbFWChQLjA/s1600-h/IMG_5952.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sl2wnkjmpUI/AAAAAAAAAGw/4MbFWChQLjA/s400/IMG_5952.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358633325515154754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu 4 Juli 2009 kemarin, akhirnya MotoDream bikin acara KopDar. Tema kali ini adalah tentang "Bikers Brotherhood Blog." Kenapa pilih blog? Buat MotoDream simple aja. Bagaimana mungkin menjalankan prinsip "All Bikers Are Brothers?" jika tidak ada komunikasi?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dipilihlah blog sebagai salah satu media untuk media untuk mempererat persaudaraan sesama bikers. Dalam acara ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidang blog diantaranya; Enda Nasution yang disebut sebagai "Bapak Blogger Indonesia", Wicaksono yang lebih akrab dikenal dengan nama Ndoro Kakung. Wicaksono juga masih aktif menjadi wartawan senior Tempo. Kemudian ada Edy 'Caplang' Cahyono sebagai narasumber dari biker blogger dan yang terakhir sebagai Moderator adalah Managing Editor MotoDream, Wahyu Kartawijaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KopDar "Bikers Brotherhood Blog" MotoDream kali ini membahas bagaimana cara membuat blog, menulis dalam blog, mengukur validitas berita yang ada dalam blog hingga bagaimana mandiri berwirausaha melalui blog. Semua tentang blog dari A sampai Z.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat bro &amp; sis yang ingin membangun 'brotherhood' melalui blog, MotoDream berbagi ilmu dunia blogging yang bermanfaat untuk pribadi, club dan komunitas. Jadi, tak ada salahnya jika pembaca MotoDream menjadi biker blogger demi persaudaraan sesama bikers.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6905899129534230156?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6905899129534230156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/kopdar-bikers-brotherhood-blog.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6905899129534230156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6905899129534230156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/kopdar-bikers-brotherhood-blog.html' title='KopDar &quot;Bikers Brotherhood Blog&quot; MotoDream'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sl2woUVd6dI/AAAAAAAAAHA/Aq_Pyc74bkk/s72-c/IMG_5940.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-4168705819471754828</id><published>2009-07-13T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:58:59.685-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Activity'/><title type='text'>Popeyextreme: Motorshow Entertainment Adu Nyali, Raih Prestasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsvgMhuB0I/AAAAAAAAAGo/n9gDSW0T4og/s1600-h/popeye.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsvgMhuB0I/AAAAAAAAAGo/n9gDSW0T4og/s400/popeye.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357928411852310338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belakangan Popeyextreme mencuat kepermukaan. Nama itu merupakan sebuah klub motor spesialis freestyle dan cukup banyak menorehkan prestasi apik. Mereka sering diundang diacara otomotif di selurih Indonesia. Tim ini juga beberapa kali terlibat syuting Yamaha.  Dari aksinya, anggota tim ini bisa mendapat penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Februari 2002, Popeyextreme Motorshow Entertainment (PXME) dibentuk di Bandung.  Sebelum terbentuk, anggotanya merupakan ‘jagoan’ dalam balapan liar dan kebut-kebutan di jalan raya. Namun saat kejenuhan melanda, muncul ide kreatif dari Muhammad Irsam ZA atau yang biasa disapa Zham dan rekannya. Lelaki kelahiran 1978 ini kemudian didaulat sebagai ketua PXME untuk membawahi 35 anggota. PXME didominasi oleh motor Yamaha dengan berbagai type (bebek, matic, dan sport) namun demikian anggotanya ada juga yang menggunakan motor built up (korekan). Personel PXME rutin berlatih setiap hari dari jam 16.30 hingga 18.00 di Monumen Perjuangan Gasibu, Bandung. Mereka biasa melakukan atraksi maut seperti Wili (mengangkat roda depan), Stopie (mengangkat roda belakang) dan Burn Out (membakar roda belakang). Karena kemahiran mengunggang kuda besi sambil melakukan atraksi menantang namun berbahaya (freestyle) mereka disodori kontrak selama tiga tahun (2006-2008) oleh Yamaha. Karena talenta itu, Yamaha membuat iklan yang dibintangi oleh personel PXME antara lain iklan Yamaha Mio, Yamaha Coorporation dengan setting terjun payung, serta Mio saat atraksi di arena skate board bareng artis Ida Kusuma.&lt;br /&gt;Ternyata bukan hanya jago berakting didepan kamera, untuk torehan prestasi dikelas event, jangan ragukan kualitas PXME. Berkali-kali mereka menyabet gelar juara satu pada setiap kejuaraan. Sebut saja Kenduri Motor Nasional (KEMON) yang dihelat di Jakarta, PXME sukses menyabet juara I (kelas freestyle), event Umild Kontes di Bandung juara I, Customatic Yamaha Juara I, serta event Jogya Expo Center yang menggelar kelas perorangan dan beregu semuanya disabet dengan menduduki juara I. Anggota PXME didominasi oleh pekerja dan mahasiswa sementara sisanya pelajar.&lt;br /&gt;“Kita memang kebanyakan pekerja dan anak kuliah, untuk jadi anggota juga nggak sulit biasanya karena hubungan pertemanan saja. Kami beda dengan komunitas motor lain yang jika ada calon anggota harus mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran. Kami tidak seperti mereka,” terang Zham mantap.&lt;br /&gt;Ternyata PXME bukan hanya jadi bintang iklan Yamaha, mereka juga pernah membintangi iklan ban Blackstone, Oli Penzoil, Adira Finance, serta rokok Djarum Black. Penghasilan yang mereka peroleh juga lumayan, oleh Yamaha mereka dibayar Rp7,5 juta (per iklan dengan lima personel). Sementara untuk event lokal mereka dapat Rp 4,5 juta, dan event nasional uang sebanyak Rp 6-8 juta mereka raup. Selama terbentuk, PXME sudah pernah menyambangi kota-kota besar di Indonesia, hanya satu impian klub motor ini yakni ‘plesiran’ ke Irian Jaya. Zham memberikan trik sebelum melakukan freestyle yakni safety riding antara lain helm, sepatu, jaket, sarung tanga, dan tentu saja kondisi motor yang fit. “Buat yang kepingin coba, para riders harus tahu triknya dan selalu mencoba gaya-gaya baru. Untuk pengamanan tentu saja gunakan helm, sarung tangan, jaket, dan sepatu,” lugas lelaki yang berprofesi sebagai mekanik ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-4168705819471754828?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/4168705819471754828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/popeyextreme-motorshow-entertainment.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/4168705819471754828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/4168705819471754828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/popeyextreme-motorshow-entertainment.html' title='Popeyextreme: Motorshow Entertainment Adu Nyali, Raih Prestasi'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsvgMhuB0I/AAAAAAAAAGo/n9gDSW0T4og/s72-c/popeye.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-8991204492640441699</id><published>2009-07-13T05:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:49:37.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature'/><title type='text'>­Menebar Cinta di Jalan Raya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlstVIKX1PI/AAAAAAAAAGY/53ZM5eEFIsQ/s1600-h/20081010mtr21.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 297px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlstVIKX1PI/AAAAAAAAAGY/53ZM5eEFIsQ/s400/20081010mtr21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357926022678828274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu malam di atas pukul dua belas, jika kita main-main ke daerah Margonda, Depok, di sana berjejer klub-klub dengan berbagai nama dan merek motor, mulai dari skubek matik seperti Mio, sampai jenis yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga pemandangannya kalau kita jalan-jalan di sepanjang Jalan Raya Fatmawati. Tapi ini baru sebagian yang ada di kisaran kawasan Jabodetabek, belum yang lain. Anak-anak biker ini berkumpul berjejer rapi dengan aksesori lengkap, baik di baju, maupun di motor masing-masing. &lt;br /&gt;Jaket motor, kulit atau parasut, menjadi pakaian wajib—itu kalau tidak mau masuk angin—begitu juga dengan sarung tangan, dan helm berbagai rupa. Ada juga yang bergaya pakai tanduk warna-warni di kepala. Atau malah serba pink dan gambar hati karena 14 Februari nanti adalah Hari Kasih Sayang dan jatuhnya tepat pada hari Sabtu—waktunya kumpul-kumpul. Yah, gaya apa saja boleh. Tidak ada yang ngelarang. &lt;br /&gt;Lalu motornya ada yang standar, ada yang dibuat pendek ala lowrider atau ala touring yang lengkap dengan bagasi menempel di buntut motor. Pada malam itulah saatnya bagi para biker untuk bergaya, tampil keren di malam hari. &lt;br /&gt;Sama rasa, sama gaya, sama asiknya, dan sama kerennya. Setelah semua anggota berkumpul, mereka akan jalan-jalan keliling kota dan “dan menebar cinta di jalan raya” dengan membunyikan klakson berbagai bunyi untuk “menyapa” ketika berpapasan dengan klub lain. &lt;br /&gt;Bukan sekadar buat menyapa klub lain. Mereka yang touring ini memang hanya ingin jalan-jalan keliling kota dan keliling ke mana pun mereka mau pergi. Alasannya? Ya cuma ingin jalan-jalan, “menebar cinta” dengan melihat-lihat tampilan kota waktu malam hari, dan membelah kabutnya. Ya kalau enggak cinta, mana mungkin mereka melakukan hal yang sama, bela-belain masuk angin minimal satu minggu sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta di jalan&lt;br /&gt;Mungkin ada yang menganggap kalau touring adalah tren tahun 2000-an. Bisa jadi ada benarnya. Namun ternyata, cikal bakal acara “menebar cinta di jalan raya” ini sudah berlangsung sejak lebih kurang seratus tahun yang lalu. &lt;br /&gt;Cikal bakal acara itu tepatnya dimulai pada kisaran tahun 1890, dan ini bukan di luar negeri, melainkan di Tanah Air kita tercinta ini. Bedanya, kalau para bikers zaman sekarang wangi parfum—apalagi kalau malam Minggu—zaman  itu, wangi para biker-nya mungkin agak bercampur aroma perkebunan atau mungkin sari gula. Soalnya, mereka ini kebanyakan adalah pengusaha perkebunan dan petinggi pabrik gula, dan tentu saja kebanyakan orang Belanda, dan sebagian Inggris. &lt;br /&gt;Dalam catatan waratawan Kompas, James Luhulima, yang mengutip buku Krèta Sètan (De Duivelswagen), klub motor di Tanah Air sudah ada pada kisaran tahun 1900. Ini terlihat dari iklan-iklan motor di surat kabar pada kurun waktu dari tahun 1916 sampai 1926. Ada catatan kecil yang menarik bahwa salah satu klub motor itu pernah berfoto dengan tulisan Bragaweg (Jalan Braga), Bandoeng. Foto ini dibuat tahun 1914.&lt;br /&gt;Lalu, para menir-menir ini kalau sudah kumpul kemudian mau apa? Pertanyaannya lagi-lagi sama dan jawabannya lagi-lagi sama. Mereka akan jalan-jalan keliling desa. Tapi mungkin tidak waktu malam hari karena suara motornya berisik dan mengganggu orang satu kampung.&lt;br /&gt;Pengendara motor memang maunya berkendara terus, dan sepertinya ini adalah naluri. Maka, pernah pada suatu saat, beberapa orang berlomba-lomba memecahkan rekor perjalanan rute Jakarta-Surabaya atau dikenal dengan “Lintas Jawa”.&lt;br /&gt;Orang “nekat” pertama yang berhasil membukukan rekor perjalanan menempuh rute Batavia, Bandung, Semarang, Blora, Cepu (Tjepu), dan Surabaya ini adalah Gerrit de Raadt. Ia menempuh perjalanan yang berjarak 850 kilometer itu dengan catatan waktu 20 jam dan 45 menit. Aksi “nekatnya” ini ia lakukan pada tahun 1917. &lt;br /&gt;Pada tahun yang sama, tepatnya sepuluh hari setelahnya, 16 Mei 1917, Frits Sluijmers dan Wim Wygchel yang secara bergantian mengendarai sepeda motor melewati rekor catatan waktu tempuh Gerrit de Raadt, lebih cepat 21 menit. Mereka mencatat waktu 20 jam dan 24 menit, dengan kecepatan rata-rata 42 kilometer per jam.&lt;br /&gt;Lama kelamaan, makin banyak biker yang penasaran dan mencoba memecahkan rekor “Lintas Jawa” ini. Seiring dengan munculnya motor yang teknologinya makin mutakhir, maka waktu tempuh pun makin meningkat. Angka terakhir pemecahan rekor ini pada masa yang tidak jauh berbeda adalah Goddy Younge yang berasal dari Semarang. Pada 24 September 1917, ia—yang pernah coba memecahkan rekor itu dan kalah oleh Barend ten Dam (15 jam dan 37 menit)—mengukir rekor lagi dengan catatan waktu 14 jam dan 11 menit, dan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam. Mereka semua “menebar cinta” dengan caranya sendiri: bersaing secara sportif.&lt;br /&gt;Kalau kita bandingkan dengan kondisi sekarang, 14 jam dan 11 menit Jakarta-Surabaya memang tidak masuk akal. Waktu itu pastinya Barend ten Dam enggak perlu pusing saingan dengan bus-bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) yang suka “makan” jalan bahkan “makan” bahu jalan. &lt;br /&gt;Biarpun begitu, motor touring lintas Jawa masih tetap dilakukan hingga sekarang. &lt;br /&gt;Motor masih jadi primadona karena ukurannya yang cenderung lebih kecil ketimbang mobil. Kalau kita melihat kondisi sekarang, motor, apalagi skubek matik yang ramping, bisa menjadi “pahlawan” di kala macet karena bisa memanfaatkan jalan yang kecil, sementara para produsen mobil masih berlomba-loma membuat model yang paling kecil dan kompak tapi harus juga terlihat menarik. &lt;br /&gt;Kendati demikian, pengendara motor kerap menjadi bahan kekesalan para pengguna jalan. Penyebabnya mulai dari “cuma senggol spion”, knalpot berisik, sampai aksi minta jalan pada saat touring yang terkadang terkesan tidak sopan dan sombong. Rasa-rasanya, “menebar cinta di jalan” tidak akan terlihat pada kondisi-kondisi yang semacam itu. Kebiasaan serba terburu-buru—mungkin karena bangun kesiangan, dan bangun kesiangan karena malamnya begadang—kerap menjadikan orang serba terburu-buru dan memunculkan kasus-kasus semacam itu. Demikian juga dengan rasa sombong pada touring itu karena mungkin mentang-mentang banyak teman. Andai saja mereka bisa tertib. &lt;br /&gt;Walaupun demikian, sekarang ini mulai banyak pengendara motor tetap “menebar cinta” tanpa sadar, khususnya pada lingkungan. Itu karena mereka memakai motor zaman sekarang yang sudah memakai sistem pembakaran 4 tak. Untuk yang satu ini, berterimakasihlah kepada seorang pria Jerman bernama Nicolaus Otto.&lt;br /&gt;Berkat penyempurnaannya, ia membuat mesin motor yang tidak lagi bercampur dengan oli. Pada mesin ini, tempat bensin dan oli terpisah sehingga saat pembakaran (4 langkah) tersebut, bensin yang bercampur dengan udara terbakar dengan sempurna dan tidak menyisakan asap yang membumbung. Teknologi yang ia buat di masa 1800 akhir ini masih tersemat dan makin disempurnakan di motor-motor modern saat ini, termasuk pada hampir semua produk Yamaha. &lt;br /&gt;So, “Menebar cinta” definisinya jadi macam-macam ya. Yang di atas tadi, baru sebagiannya saja. Lalu, ngomong-ngomong, Valentine Februari nanti mau jalan-jalan ke mana? Ke mana pun itu, apakah pergi sambil memboncengi pacar, atau sama teman-teman, jangan lupa, tetap “menebar cinta di jalan raya” bagaimanapun caranya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-8991204492640441699?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/8991204492640441699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/menebar-cinta-di-jalan-raya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/8991204492640441699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/8991204492640441699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/menebar-cinta-di-jalan-raya.html' title='­Menebar Cinta di Jalan Raya'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlstVIKX1PI/AAAAAAAAAGY/53ZM5eEFIsQ/s72-c/20081010mtr21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1008412583372514532</id><published>2009-07-13T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:40:50.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Of The Month'/><title type='text'>Topan Sucipto: Pembalap Muda Dari Marunda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsrRRhDciI/AAAAAAAAAGQ/ZRaVhsXVvdw/s1600-h/topan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsrRRhDciI/AAAAAAAAAGQ/ZRaVhsXVvdw/s400/topan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357923757447148066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siang itu terik matahari menyengat Bangkok Racing Circuit. Diatas motor Jupiter MX Yamaha ada seorang pembalap yang terlihat paling muda diantara yang lainnya. Dia adalah Topan Sucipto sang Juara ke-2 di sesi pertama ajang Asean Cup Race Yamaha Januari lalu di Thailand.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Topan baru berusia 14 tahun. Tubuhnya pun terlihat lebih kecil dari motor yang ia naiki. Tapi jangan panggil ia Topan jika pembalap ini tak mengejutkan lawan dan seniornya. Doni Tata, misalnya yang sekarang berusia 18 tahun. Rekor Doni Tata di sirkuit Sentul akhirnya terpecahkan oleh rekor Topan yang ikut di ajang Indoprix tahun lalu kejuaraan tim Asia. &lt;br /&gt;Lahir dari keluarga Pembalap, Topan Sucipto perlahan menjelma menjadi pembalap sungguhan. “Dari kakek, ayah dan kakak saya semuanya pembalap. Dan kakak saya sekarang menjadi manajer balap saya,” begitu seru Topan bersemangat. Dedikasi anak daerah Marunda Jakarta Utara ini bukan sembarangan. Terbukti keikutsertaannya di ajang Asean Cup 2006 di urutan 6 dari target masuk urutan 8 besar. Kemudian mengikuti ajang ke Yamaha Cup Race Motoprix dan menjadi juaranya. Selain itu ia juara ke-3 di Yamaha Cup Race kelas Underbone 110cc Novice dan juara ke-4 di ajang yang sama di kelas 125cc Novive. Daftar ini baru sebagian dari track record Topan sepanjang mengikuti balapan sejak tahun 2007 alias baru 2 tahun di ajang balap profesional. &lt;br /&gt;Tapi, yang namanya Topan tetap saja seperti anak seusianya. Terkadang ia tidak ‘PD’ ketika berhadapan dengan lawannya yang lebih senior. Ia mengakui kehebatan pembalap M. Fadli, Tule dan Sudharmono yang punya prestasi dan jam terbang tinggi di dunia balap. “Tapi bagaimanapun kita mesti kalahkan lawan kita. Caranya ya dengan pintar-pintar menahan emosi. Kita bisa belajar dari mereka (pembalap senior, -red) dan kita bisa kalahkan mereka,” seru Topan optimis meski di tahun ini lawannya adalah Hokky Krisdianto dan Harlan yang lebih senior dari Topan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Terusik Mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi Topan membalap adalah darah dagingnya sendiri. Ia mengakui jika mulai dari kakek, ayah dan kakaknya adalah pembalap. Sejak kelas 1 SD Topan sudah dibelikan ayahnya motor Yamaha Force1. Sejak saat itu hidupnya sering diusik dengan impian menjadi pembalap motor jika ia besar nanti. &lt;br /&gt;Bahkan sang kakak Topan, Poppy juga ikut menjadi sparing partner untuk balapan di sentul. Ia bercerita jika ia sering latihan bersama kakaknya di Sentul. Di sesi balapan ini ia bisa memaksimalkan kecepatan motornya. Aktifitas lainnya yang sering diikuti Topan tentunya adalah balap di jalanan. Meski illegal, bagi Topan ini menjadi ajang untuk memperbanyak jam terbang balapan. &lt;br /&gt;Di sisi lain, Topan sangat menghargai kerja keras mekanik timnya. Ia sangat sadar jika kerja mekanik sangat membantu dirinya untuk memacu motor sesuai keinginannya. Topan juga sadar jika mental dirinya terbentuk karena lingkungan keluarga yang juga pembalap. Akhirnya, ia angkat topi sebagai tanda terimakasihnya kepada orang-orang disekitarnya yang membantu menjadikannya seperti pembalap termuda di tim Yamaha saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1008412583372514532?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1008412583372514532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/topan-sucipto-pembalap-muda-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1008412583372514532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1008412583372514532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/topan-sucipto-pembalap-muda-dari.html' title='Topan Sucipto: Pembalap Muda Dari Marunda'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsrRRhDciI/AAAAAAAAAGQ/ZRaVhsXVvdw/s72-c/topan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6036733046249449460</id><published>2009-07-13T05:32:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:36:30.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Community'/><title type='text'>Jakarta Vega Motor Club (JVMC): Seniority  Is Nothing!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsqNmii3BI/AAAAAAAAAGI/h2MbwCWvtQQ/s1600-h/JVMC.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsqNmii3BI/AAAAAAAAAGI/h2MbwCWvtQQ/s400/JVMC.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357922594859441170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yamaha Riders Club (YRC) memiliki banyak anggota dari beberapa jenis atau dari merek Yamaha. Salah satunya adalah Jakarta Vega Motor Club atau JVMC adalah komunitas motor bebek 4 Tak ini yang punya perjalanan sejarah yang berliku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini JVMC sudah memasuki tahun ke enam dari banyaknya eskistensi klub motor yang kian menjamur jumlahnya. JVMC berdiri tahun 2003 yang dimulai dari empat orang sahabat yaitu Fendi, Nana, Aji dan Imam yang mencoba membuat sebuah komunitas motor dibilangan Jakarta Pusat. Akhirnya nama JVC (Jakarta Vega Club) terpilih untuk mewadahi komunitas motor ini. Setelah terbentuk, mereka mensosialisasikan club motor ini lewat pamflet dan informasi mulut ke mulut dan berhasil menjaring anggota sebanyak 15 orang. Kegiatan rutin mereka lakukan setiap malam minggu, dan saat melintasi kawasan Kalibata, Jakarta Selatan mereka berjumpa dengan komunitas motor Vega lain yakni VMC (Vega Motor Club). Setelah bertemu dan berkenalan, timbul ide untuk menggabungkan komunitas motor Vega, lewat perdebatan dan pembicaraan yang panjang, akhirnya club motor JVC dan VMC digabung menjadi satu dengan nama baru JVMC.&lt;br /&gt;Setelah dua club motor ini bergabung menjadi satu dan resmi memakai nama JVMC pada 17 Desember 2004, jumlah anggota membengkak menjadi 80 orang. Setelah memiliki anggota yang cukup banyak, Fendi yang berposisi sebagai Ketua Umum berinisiatif untuk memasukan komunitas JVMC kedalam YRC. Setelah melengkapi dokumen dan proposal, April 2004 JVMC berada dibawah payung YRC hingga saat ini.&lt;br /&gt;Pelebaran sayap dimulai, JVMC melingkupi wilayah Jakbar, Jaksel, Jaktim, Jakut, Jakpus, Depok dan Tangerang dan jumlah anggota makin banyak hingga berjumlah 208 anggota. Setelah resmi berdiri, JVMC melakukan touring perdana ke Lampung, kemudian disusul Cirebon, Yogyakarta, Tegal, Solo, Purwokerto, Semarang, Malang, Probolinggo, Palembang, Surabaya hingga Bali. Selain touring, JVMC juga peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu. Mereka melakukan bakti sosial dengan menyambangi pondok pesantren di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Kemudian Yayasan Al Falah (Cirebon), korban banjir (Kalibata), korban kebakaran (Kemayoran), serta ikut menggelar acara Saur On The Road.&lt;br /&gt;Besarnya nama JVMC karena kontribusi yang tak kenal lelah dari Trubus Aliando atau yang akrab disapa Boray yang saat ini menduduki jabatan sebagai Dewan Penasehat. Disamping Boray, sosok yang turut memajukan JVMC adalah Fauzar Effendi atau biasa disapa Fendi. Dengan jasanya, JVMC sukses dikenal disemua kota yang disinggahi saat melakukan touring. Selain itu, bagi anggota yang indisipliner akan mendapatkan sanksi, namun yang tidak bisa ditolerir dan anggota bisa langsung dipecat manakala terlibat narkoba. “JVMC mengharamkan narkoba dan setiap ada anggota yang terlibat kita langsung pecat dan tanggalkan semua atribut yang berhubungan dengan JVMC,” terang Fendi yang ditemui di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Lelaki kelahiran Probolinggo 14 April 1979 ini mengaku kalau syarat menjadi anggota JVMC sangatlah mudah. Selain wajib memiliki motor Vega, calon anggota harus memiliki kelengkapan surat motor seperti STNK dan SIM, dan membayar uang pendaftaran sebesar 20 ribu rupiah. “Syarat menjadi anggota sangat mudah, selain punya motor Vega, calon anggota harus punya SIM. Dan yang asyiknya di komunitas ini tidak mengenal senioritas. Makanya kami berlakukan motto ‘Senior(ty) Is Nothing,” tambah karyawan GSD (Building Manajemen Telkom) ini. &lt;br /&gt;Anggota JVCM rutin kopi darat (kopdar) setiap sabtu malam dikawasan Monas (depan gedung Indosat), mulai pukul 23.00 hingga selesai. Sementara JVMC juga rutin mengikuti berbagai kegiatan diantaranya, diantaranya Motogames tahun 2006 dan menyabet juara II, perwakilan mudik bareng Telkomsel tahun 2006, safety riding Yamaha tahun 2006, syuting iklan Yamaha membelah langit di kawasan gunung mas dan lapangan Tangerang, team pengawalan mudik bareng Yamaha tahun 2008, tuan rumah Jambore Yamaha Vega Club Indonesia tahun 2007, bintang iklan sepatu AP Boot tahun 2007, serta menjadi tiga perwakilan sebagai penjemput pembalap Yamaha Jorge Lorenzo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JVMC berdiri: 17 Desember 2004 &lt;br /&gt;Lokasi Kopdar: Monas, Jakpus, setiap malam minggu jam 23.00-selesai &lt;br /&gt;Sekretariat: Jalan Gajah Mungkur, No. 38 H, Jakarta Selatan &lt;br /&gt;Telpon: 021- 94950030 &lt;br /&gt;Website: www.JVMC.co.cc&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6036733046249449460?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6036733046249449460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/jakarta-vega-motor-club-jvmc-seniority.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6036733046249449460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6036733046249449460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/jakarta-vega-motor-club-jvmc-seniority.html' title='Jakarta Vega Motor Club (JVMC): Seniority  Is Nothing!'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsqNmii3BI/AAAAAAAAAGI/h2MbwCWvtQQ/s72-c/JVMC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6351975546823175830</id><published>2009-07-13T05:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:31:57.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motoproud'/><title type='text'>Arfan MCB: Maniak Low Rider</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlspM81jK9I/AAAAAAAAAGA/38IzeHoE1hk/s1600-h/mcb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlspM81jK9I/AAAAAAAAAGA/38IzeHoE1hk/s400/mcb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357921484153236434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi memang bisa didapat dari mana saja, tak terkecuali dengan lelaki asli Bandung bernama Arfan. Karena sangat berhasrat ingin mengubah tunggangannya beda dari yang lain, Arfan sampai rela membuka dan mencari referensi gambar keren di internet.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa pas dengan apa yang dicarinya, Arfan mulai merombak motor Yamaha Mio tahun 2006 miliknya. Sebenarnya, Arfan hanya ingin mengubah ‘kelir’ motornya dengan seni air brush motif tribal. Namun karena dirasa kurang, konsep low rider jadi inspirasi selanjutnya. Tanpa mau buang waktu lagi, Arfan langsung ‘menyekolahkan’ kuda besinya ke bengkel H2M (How About Matic) di kawasan Bandung.&lt;br /&gt;Perombakan ekstrim dimulai, body asli Mio miliknya dibongkar total. Langkah awal adalah mengerjakan rangka dan pemanjangan besi pada swing arm-nya. Bukan hanya modal tampang, Mio miliknya juga di oprek abis. Buktinya mesin sudah nggak orisinil lagi, kapasitas mesin dinaikin jadi 150cc. Dengan menggunakan seher milik merek lain. Sementara karburator masih standar, finebelt (karet penggerak mesin, red) pakai Kytaco dan untuk lubang pembuangan alias knalpot, Arfan menggunakan handmade merek Supertrack.&lt;br /&gt;Pengerjaan selama dua bulan dirasa cukup, Mio miliknya sudah tidak nampak sama sekali. Yang ada adalah motor matic dengan konsep Low Rider. Namun tak lupa untuk membuat manis motornya, Arfan juga mengganti setang asli dengan custom dengan head lamp juga custom. Soal penghargaan ? jangan diragukan. Berbagai penghargaan sukses disabetnya, diantaranya adalah Juara II kontes Mio se-Bandung, Juara III Djarum Super, dan juga pernah jadi profil di empat tabloid yakni The Motor, OtoPlus, OtoTrend, dan MotorPlus.&lt;br /&gt;Arfan mengaku puas dengan tunggangannya sekarang, dan tidak sia-sia sudah menyuntikan dana sebesar Rp 12 juta. “Lumayan puas deh sama Mio gue, tapi masih ada yang kurang yakni urusan pengereman. Gue pengen pasang double cakram depan dan belakang serta setang gue mau pakai model chopper,” terang pendiri MCB (Mio Club Bandung) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik: Arfan&lt;br /&gt;Merek: Yamaha MIO (tahun 2006)&lt;br /&gt;Model: Lowriders dengan grafis stripping&lt;br /&gt;Ban: Depan Delitire-110, Belakang Delitire-144 ( dengan velg custom)&lt;br /&gt;Knalpot: Handmade (merek Supertrack)&lt;br /&gt;Stang dan Headlamp: Custom&lt;br /&gt;Karburator : Standar, Seher bore up jadi 150 cc &lt;br /&gt;Finebelt: Kytaco&lt;br /&gt;Rangka dan swing arm: dipanjangkan 20 cm&lt;br /&gt;Nama Bengkel: H2M (How About Matic)&lt;br /&gt;Alamat : Jalan Banteng Raya, Bandung, Jawa Barat (Depan Lapangan Lodaya)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6351975546823175830?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6351975546823175830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/arfan-mcb-maniak-low-rider.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6351975546823175830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6351975546823175830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/arfan-mcb-maniak-low-rider.html' title='Arfan MCB: Maniak Low Rider'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlspM81jK9I/AAAAAAAAAGA/38IzeHoE1hk/s72-c/mcb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-3193540344507556285</id><published>2009-07-13T05:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:24:22.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Of The Month'/><title type='text'>Didit - Ketua King Club Djakarta: Belajar dari Organisasi Pramuka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsnYAI11tI/AAAAAAAAAF4/cSRgVK2lGRw/s1600-h/didit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 281px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsnYAI11tI/AAAAAAAAAF4/cSRgVK2lGRw/s400/didit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357919474994763474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan dan keberadaan sebuah klub motor tergantung dari sosok sang ketua. Kalau tidak memiliki kapasitas memimpin dan kurang berwibawa, jangan harap komunitas tersebut mampu bertahan lama. Malah bisa terancam bubar kalau tak mau mendengar aspirasi anggota. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sosok lelaki pendiam ini mampu ‘menetralisir’ keadaan yang sangat runyam sekalipun. Dengan kharisma dan kemampuan serta pengalaman berorganisasi yang cukup mumpuni, tak salah jika anak-anak KCDj atau King Club Djakarta memilih Didit dijadikan orang yang dituakan. Kepercayaan para anggota untuk memberikan amanat kepadanya dijawab dengan brilian. Dari mulai berdiri tahun 2002 silam hingga kini, KCDj membuktikan diri sebagai sebuah komunitas yang paling eksis dan mampu meredam konflik yang timbul.&lt;br /&gt;Sebenarnya siapakah Didit yang dimaksud, hingga para anggota KCDj mempercayakannya sebagai ketua? Berikut petikan wawancarannya dengan sosok lelaki kalem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bisa ceritakan  awal mula mendirikan KCDj?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 2000,  saya sering nongkrong di depan kolam renang Senayan. Saya kumpul bareng tiga teman (mereka adalah Torro, Dodo, dan  Alam. Saat ini mereka- termasuk Didit- menduduki posisi sebagai Dewan Pendiri di KCDj) yang sama-sama pengila motor RX King. Pertemuan tanpa jadwal itu menghasilkan ide untuk membuat sebuah komunitas motor khusus RX King. Kemudian  kita saling bertukar pikiran bagaimana cara merealisasikan ide kita itu. Memang bukan hal mudah dan ide itu terus kami pikirkan. Hingga tahun 2002  komunitas itu  baru terbentuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa sampai memakan waktu hingga dua tahun? Apa sih kendalanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu kita masih bingung, bagaimana proses rekrutmen anggota. Terus bagaimana cara mengatur mereka. Walaupun sudah terkonsep dengan baik menyangkut komunitas yang akan kita dirikan, namun persiapan matang dan teknis lain wajib kita pikirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saat pemilihan nama komunitas ada kesulitan tidak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kami berempat sepakat untuk memberikan nama “The Jak”.  Alasannya karena kami semua berdomisili di Jakarta. Tapi karena kurang pas, lalu muncul nama Batavia. Nama ini juga masih terasa cocok.  Akhirnya kita memilih nama KCJ (King Club Jakarta). Nama terakhir belumlah final,  kami melihat ada kesamaan nama daerah di Indonesia yang membuat kami harus memutar otak mencari nama lain dan akhirnya lahir nama KCDj (King Club Djakarta). Kata  ”Jakarta” kami gunakan dengan ejaan lama. 6 Desember 2002 KCDj resmi dideklarasikan di kolam renang Senayan, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Proses rekruitmen anggota baru bagaimana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah ini yang waktu itu jadi fokus kita.  Pada  2002 silam memang warnet masih jarang untuk berkomunikasi, sementara kalau dibikin poster butuh biaya. Akhirnya kami memutuskan mencari anggota baru lewat pertemanan (mulut ke mulut), serta lewat bengkel dimana kami sering nongkrong. Lewat ‘media’ itu lumayan sukses menjaring anggota KCDj baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebelumnya Anda punya pengalaman bergorganisasi?&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;Soal organisasi saya lumayan banyak makan asam garam, sebelum jadi ketua disini (KCDj) saya pernah ditunjuk untuk posisi yang sama saat masih aktif di Admonco (anggota IMI). Selain itu saya dulu memang suka dengan organisasi Pramuka. Bakat dan kemampuan saya selama ini akhirnya berlanjut hingga memegang KCDj. Sedangkan pendidikan saya adalah Sarjana Pelayaran. Ini memang tidak berhubungan sama sekali organisasai, apalagi dengan otomotif. Namun karena hobi, semua bisa saja terjadi seperti saya yang malah tertarik dengan dunia otomotif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kapan pelantikan KCDj pertama, dimana dan anggotanya berapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan pertama KCDj tahun 2003 di Puncak, Jawa Barat. Waktu itu anggota KCDj sudah mencapai 110 orang. Jumlah yang lumayan banyak untuk sebuah komunitas motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap komunitas motor pasti banyak aturan, kesalahan apa sih yang bisa menjadikan anggota dipecat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Benar itu, dimanapun kita masuk kedalam komunitas motor pasti ada aturan yang berlaku. KCDj merupakan komunitas yang santai dan penuh dengan rasa solidaritas dan kekeluargaan. Tak ada istilah senior junior, namun kesalahan yang tak bisa ditolerir hingga berujung pemecatan adalah saat anggota mencemarkan nama baik KCDj. Kita juga tak mentoleril anggota yang terlibat kriminalitas dan narkoba (pengedar dan pemakai -red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah ada aturan di KCDj bagi anggotanya wajib kumpul dan touring bareng?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komunitas kami santai dan toleran kok. Kalau saat kumpul salah satu anggota ada yang tak bisa hadir, ya tak apa-apa. Misalnya ada kerabat yang meninggal, berbentutan dengan jadwal kerja dan sebagainya. Kami tak mempermasalahkan itu.  Yang penting harus ada komunikasi, minimal lewat SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ribet gak sih ngatur 614 motor saat touring?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anggota KCDj memang 614. Tapi  pada saat touring pasti ada yang berhalangan hadir karena berbagai alasan. Namun demikian sebelum berangkat kita lakukan briefing dan saling mengingatkan anggota kalau ada yang terlupakan (STNK atau SIM C -red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Daerah yang pengen banget disambangi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anggota KCDj kepingin sekali touring ke Aceh (0 Km). Kapan pastinya masih kita bicarakan dan jadwalnya disesuaikan agar banyak anggota yang ikut serta. Selian itu, kami juga terlibat dalam komunitsa nasional. Tahun ini KCDj jadi tuan rumah  Jambore Nasional RX King yang diadakan di Ragunan. Rencannya  Jambore tahun depan kita akan menyambangi Lombok, salah satu kawasan wisata yang fantastis dan indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Selama menjadi ketua, kendala apa yang paling berat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kendala pasti ada. Namun secepat mungkin kita harus benahi agar tak berlarut-larut. Untuk mengatur anggota yang jumlahnya 614 kita serahkan kepada masing-masing Koordinator Wilayah (KorWil) mengatur anggotanya. Kalau masih ada kesulitan baru saya akan turun membantu. Yang pasti, setiap komunitas pasti punya peraturan yang berbeda-beda serta konsep yang tak sama. Tapi jika komunitas kita ingin besar dan tetap eksis, ketua harus bisa berbaur dengan anggota dan sebisa mungkin harus demokrtis dan jangan memberikan peraturan yang membuat anggota merasa terkekang yang pada akhirnya komunitas itu akan bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terimakasih banyak atas waktunya yah mas Didit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oke, sama-sama. Sukses untuk Motodream. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-3193540344507556285?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/3193540344507556285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/didit-ketua-king-club-djakarta-belajar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3193540344507556285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3193540344507556285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/didit-ketua-king-club-djakarta-belajar.html' title='Didit - Ketua King Club Djakarta: Belajar dari Organisasi Pramuka'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlsnYAI11tI/AAAAAAAAAF4/cSRgVK2lGRw/s72-c/didit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-2951906830392492802</id><published>2009-07-13T05:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:17:05.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Community'/><title type='text'>KCDj (King Club Djakarta): Hapus Citra  Komunitas Brandalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlslslIGufI/AAAAAAAAAFw/Szljn4z6lQM/s1600-h/king.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlslslIGufI/AAAAAAAAAFw/Szljn4z6lQM/s400/king.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357917629497915890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;YRC (Yamaha Riders Community) punya  banyak anggota yang masing-masing membawa bendera motor produksi Yamaha. Sebut saja komunitas Mio, Vixion, Scorpio Z, Jupiter Z, Jupiter MX dan RX King. YRC  saat ini membawahi 13 klub motor Yamaha.  Salah satu anggota YRC yang hingga kini tetap eksis adalah King Club Djakarta atau KCDj.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berliku dan panjang membuat KCDj cukup disegani dan dikenal semua kalangan. Berangkat dari tahun 1980 saat masih tergabung dalam Admonco (Anggota Ikatan Motor Indonesia), embrio KCDj mulai terbentuk. Awalnya empat penggemar motor ‘kenceng’ RX King berkumpul secara nggak sengaja di kawasan kolam renang Senayan, Jakarta. Mereka adalah Didit, Torro, Dodo dan Alam. Ide untuk membentuk komunitas memang selalu menghampiri mereka. Namun baru pada 2002 KCDj menyeruak kepermukaan sebagai komunitas motor independent.&lt;br /&gt;Setelah komunitas ini terbentuk, mulailah proses rekrutmen dijalani. Dengan sasaran tembak menjaring anggota baru, mereka tak segan untuk bergerilya. Lokasinya berbeda dan metode bervariasi mulai dari mulut ke mulut, bengkel, hingga mengadakan event yang diadakan secara swadaya. Harapan mereka tentu jelas. Mereka ingin klub motor ini makin dikenal. Setelah mendapatkan anggota yang sudah ‘memenuhi syarat’, KCDj mulai melakukan aktivitas resmi untuk mengukuhkan posisi anggota secara legal khas KCDj. Tahun 2003  merupakan tahun bersejarah dalam perjalanan komunitas ini, pasalnya ditahun itu juga  dilakukan pelantikan anggota pertama komunitas penunggang motor dua tak ini yang dilakukan di daerah Puncak, Jawa Barat. “Tahun 2002 KCDj dibentuk, dan selang setahun kemudian komunitas ini melakukan pelantikan perdana untuk angkatan pertama. Lumayan sukses dan sangat berkesan,” terang Didit sang ketua KCDj saat dijumpai di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Tahun 2005, KCDj  mengadakan  gathering yang pertama di Bumi Perkemahaan Cibubur. Acara ini dihadiri semua anggota KCDj. KCDj juga selalu mengikuti berbagai kegiatan dan event-event nasional.  Motivasi para anggota biker begitu besar untuk mengembangkan club. Mereka bertekad  memajukan KCDj dan mencoba menghapuskan stigma yang sangat kental dalam pandangan masyarakat bahwa komunitas pengguna motor RX King merupakan kawanan brandalan yang hanya membuat keonaran dan kriminalitas. Bahkan sampai ada segelintir masyarakat yang membuat plesetan untuk KCDj yakni “Kelompok Copet dan Jambret!”. “Ini yang coba kita hilangkan dari pandangan masyarakat sejauh ini. Memang motor RX King selama ini kental sekali dengan aroma kekerasan dan kriminalitas. Namun kami berbeda dan nggak sama dengan apa yang masyarakat pikirkan,” ujar Torro salah satu pendiri KCDj.&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal menghilangkan stigma miring yang  melekat di masyarakat, para anggota KCDj turun langsung dalam beberapa kegiatan kemanusiaan.   Seperti saat terjadi bencana Tsunami di Aceh, KCDj mengadakan bakti sosial dan menyerahkan langsung sumbangan ke daerah yang dikenal dengan julukan ‘Serambi Mekkah’ itu.  Kemudian saat banjir besar yang menenggelamkan Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia, KCDj juga terjun langsung membantu. Sebenarnya masih banyak kontribusi yang diberikan KCDj  untuk meringankan penderitaan korban bencana.&lt;br /&gt;Walaupun KCDj identik dengan dunia otomotif dan kecepatan, namun beberapa prestasi membanggakan juga turut mereka torehkan. KCDj buktinya pernah menjadi bintang iklan produk motor Yamaha, ikut serta dalam film ‘Dunia Tanpa Koma’, ajang pencarian bakat pelawak atau API TPI, menjadi talent di beberapa stasiun televisi swasta seperti RCTI, Antv, dan  Trans7, serta menjadi peserta Kuis Siapa Berani yang ditayangkan di Indosiar. &lt;br /&gt;Hingga saat ini total  anggota KCDj  berjumlah 614. Terbagi dalam lima wilayah Jakarta (Barat, Selatan, Utara, Timur, dan Pusat) dan masih terbuka kemungkinan besar jumlah itu akan terus bertambah. “Untuk menjadi anggota KCDj cukup mudah, beberapa persyaratan yang saya sebutkan harus dipenuhi, jika tidak maka belum bisa masuk kedalam komunitas ini,” terang Didit.&lt;br /&gt;Selama terbentuk, KCDj sudah beberapa kali touring ke kota-kota besar di Indonesia. Untuk touring terjauh KCDj adalah wilayah Padang dan Bali. Sementara wilayah terdekat Puncak dan Lampung. Saat ini komunitas bikers tersebut sangat ingin menyambangi wilayah Aceh atau biasa dekenal dengan istilah “0 Km”. Untuk mempererat kebersamaan diantara elemen KCDj, pada Agustus lalu, mereka menggelar Jambore RX King pertama pertama digelar di Ragunan Jakarta Selatan, semua anggota KCDj dari seluruh Indonesia turut menghadiri event ini.  Rencananya  Jambore RX King Indonesia 2009 mendatang akan diadakan di Lombok . &lt;br /&gt;Yang patut diacungi jempol adalah rasa solidaritas yang sangat tinggi. Bukan saja saat menemui biker yang sedang bermasalah saat dijalanan (motor rusak-red) namun juga untuk sesama anggota KCDj. Salah satunya aktifitas tersebut ketika ada salah seorang anggota KCDj yang meninggal karena sakit ataupun jadi korban kecelakaan. Para anggota dengan sukarela memberikan santunan demi meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Bahkan ketika di saat-saat bahagia ketika ada anggota yang menikah, maka masing-masing wilayah mewakili anggota KCDj yang menikah untuk datang. Intinya, klub ini benar-benar mengutamakan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat jadi anggota KCDj :&lt;br /&gt;1. Memiliki motor RX King (Lengkap STNK dan BPKB)&lt;br /&gt;2. Plat motor harus B &lt;br /&gt;3. Memiliki SIM C&lt;br /&gt;4. Sehat Jasmani dan Rohani&lt;br /&gt;5. Sudah melakukan perjalanan minimal 200 KM&lt;br /&gt;6. Mengisi formulir keanggotaan&lt;br /&gt;7. Mematuhi tata tertib yang berlaku di KCDj&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-2951906830392492802?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/2951906830392492802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/kcdj-king-club-djakarta-hapus-citra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2951906830392492802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2951906830392492802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/kcdj-king-club-djakarta-hapus-citra.html' title='KCDj (King Club Djakarta): Hapus Citra  Komunitas Brandalan'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlslslIGufI/AAAAAAAAAFw/Szljn4z6lQM/s72-c/king.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-843698053875843121</id><published>2009-07-13T05:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T05:12:29.033-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature'/><title type='text'>Kesaksian  Joki motor Balap Liar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlskoRztQYI/AAAAAAAAAFo/7kSVigzl26M/s1600-h/JOKI(2).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 305px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlskoRztQYI/AAAAAAAAAFo/7kSVigzl26M/s400/JOKI(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357916456080982402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Deru mesin motor memecah telinga dan keheningan malam. Dua sosok lelaki terlihat berada di atas motornya persis dibelakang lampu merah. Ketika lampu merah di jalan berwarna hijau disaat itulah mereka menarik gas sekuatnya. Disinilah seorang Joki menjalani kenekatan. Baginya, jalanan adalah saksi dan motor menjadi bukti kehidupan seorang Joki.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi Joki atau pembalap motor liar kecepatan adalah kehidupan. Mereka berani duel balapan di jalan raya meski hanya diterangi lampu jalan tanpa dilengkapi pengaman apapun. Semuanya itu untuk menentukan siapa yang menjadi raja jalanan di malam itu. Menang berarti senang dan kalah berarti payah dan tak dapat apa-apa.&lt;br /&gt;Bagi Botak, (nama samaran) menjadi seorang Joki ibarat nafas bagi hidupnya. Ia menjadi Joki sejak tahun 2002. Itu artinya ia sudah menjadi Joki lebih selama 7 tahun. Perawakannya yang sederhana dan sama sekali tidak botak tentunya akan membuat Anda tak menyangka jika ia penantang maut diatas motor. Ia menghadapi ini karena membalap adalah kesenangan yang tak ternilai dengan apapun.&lt;br /&gt;Dulunya Botak adalah seorang mekanik bengkel motor di daerah Rawamangun. Ia mencintai motor ketika ia masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Semua dilakukannya karena ia tergila-gila dengan yang namanya motor. Meski baru menginjak kelas 2 SMP dan sudah pandai dengan mesin motor, ia mulai tertarik untuk menjadi Joki. &lt;br /&gt;Alhasil Botak dipercaya oleh teman-temannya untuk menjadi Joki. Menjadi Joki karena butuh uang? Tidak juga. Ia melakukan itu karena ia tahu kalau kesenangan membalap bisa ia dapatkan langsung diatas motor yang ia gas sendiri. Tadinya ia suka memperhatikan bagaimana Joki motor melaju didepannya dengan kecepatan tinggi. Ia suka membayangkan kesenangan yang didapat seorang Joki dan kini ia bisa merasakan kecepatan adrenalin mengalir di jantung dan urat nadinya.&lt;br /&gt;Botak menyadari jika untuk menjadi seorang Joki perlu keahlian. Pertama tentunya haruslah mengerti tentang mekanik agar ia tahu mesin motor apa yang kuat meski dipacu hingga lebih dari 150 km/jam. Kemudian mengenali kemampuan ban, rem, oli hingga karakteristik bahan bakar yang sesuai untuk kecepatan tinggi. Tapi, mengenali mesin baru sekulit ari dari seorang Botak. Baginya yang paling menentukan untuk seorang Joki adalah keberanian. Nyali seringkali berhadapan dengan intuisi. Dia bisa tahu karakter musuh yang ia hadapi. Apalagi jika ia punya “feeling” kalau lawannya berniat untuk mencelakakannya. “Daripada ‘dimakan’ mendingan ‘makan’ duluan” begitu prinsip Botak untuk menghadapi lawannya. Baginya keberanian sangat mempengaruhi kemenangan atas lawannya ketika balapan diatas aspal.&lt;br /&gt;Dalam semalam Botak bisa nge-gas (balapan, red) sampai 2 kali.  Disaat itu pula ia bisa mendapatkan uang taruhan. Di dunia Joki mengenal 3 kategori balap liar. Ada jenis balap liar, nge-drag dan bebas. Semuanya punya ciri khas sendiri. Botak termasuk Joki untuk balap bebas. Di malam itu sangat maklum jika ada yang namanya taruhan. Untuk semalam balap liar ada taruhan yang sejumlah ratusan ribu hingga 1 juta. Nah, untuk yang taruhan untuk “panjeran” bisa sampai 1 juta sedangkan untuk taruhan “gabrukan” biasanya hanya sejumlah ratusan ribu. &lt;br /&gt;Dalam suatu malam Botak pernah merasakan bagaimana dirinya mendapat 15% - 20% dari hasil kemenangan yang ia raih. Ia mendapatkan dari orang yang menang taruhan dari motor yang ia kebut. Botak juga pernah mendapatkan 1 juta dalam semalam dan minimal 200 ribu dalam semalam. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Makin Ngebut Makin Dekat Maut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Semuanya untuk kesenangan aja. Tapi kalau sudah kena musibah kecelakaan? Apa boleh buat?” ujar Botak sambil ngemil French Fries menjelaskan alasan mengapa ia menjadi seorang Joki dan risiko yang ditanggungnya. Bagi kita mungkin sudah pernah mendengar bagaimana mengerikannya kecelakaan yang diakibatkan dari balap liar. Ada yang patah kaki, memar luka dalam hingga kematian. Semuanya adalah kenyataan dan bukan isapan jempol untuk menakuti pembalap lainnya.&lt;br /&gt;Joki tetaplah seorang manusia. Meskipun Botak memiliki jam terbang yang tinggi namun ia sadar jika kecelakaan selalu mengintai setiap ia nge-track di jalan. Namun masalahnya seringkali nyali berhadapan dengan “feeling”. Disinilah ia menghadapi dilema dalam hitungan sepersekian detik, apakah ia harus mengikuti nyali atau perasaannya. Semua itu tergantung pada suara hatinya.&lt;br /&gt;Di suatu malam Sabtu Botak sedang kuda-kuda diatas motornya. Sorak penonton semakin ramai ketika lampu merah mendekati warna hijau. Namun mendadak ia turun dari motornya. Kejadian ini membuat penasaran seluruh orang dan lelaki ini hanya mengatakan “Motornya enggak sehat!” Namun itu hanyalah alasan Joki ini untuk mengurungkan niatnya balap. Sejujurnya ketika itulah ia teringat pada pacarnya. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana sang cintanya mengatakan, “Kamu boleh jadi Joki. Tapi kalau kamu jatuh, aku enggak mau nengokin apalagi kalau sampai kamu meninggal!” Hanya ucapan itulah yang mampu membuat Botak untuk mundur dari balapan. Apalagi karena ia sedang menabung untuk rencana menikah tahun ini dengan gadis yang dicintanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pegawai Dealer Mobil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan malam Botak yang begitu kompleks rupanya berbeda 180 derajat. Di hari-hari kerja ia adalah seorang pegawai kantoran. Ia bekerja untuk sebuah dealer Daihatsu di daerah Jakarta. Berangkat pagi, pulang sore dan kadang pulang malam karena ada lemburan. &lt;br /&gt;Di kantor ini ia bekerja sebagai supir yang biasa bawa mobil dari pelabuhan Tj. Priok ke dealer. Botak baru bekerja 1,5 tahun di tahun ini. Iapun memulai kerjanya sebagai seorang Office Boy di kantor tersebut. Profesi ini dijalani selama 6 bulan hingga akhirnya ia diangkat menjadi supir karena punya kemampuan untuk membawa mobil. &lt;br /&gt;Meski hidup kantoran sekarang sudah lebih baik namun Botak tak mengenal kata puas. Ia ingin meningkatkan karir di kantor tempat dirinya bekerja. “Saya maunya jadi Marketing tapi belum ada kesempatannya” begitu jelas Botak. &lt;br /&gt;Kini setelah 1,5 tahun menjadi orang kantoran dan 6 tahun menjadi Joki membuat Botak harus memilih jalan hidupnya. Rencananya ia akan meninggalkan dunia Joki dan ingin membangun keluarga dengan seorang gadis yang dicintanya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-843698053875843121?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/843698053875843121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/kesaksian-joki-motor-balap-liar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/843698053875843121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/843698053875843121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/kesaksian-joki-motor-balap-liar.html' title='Kesaksian  Joki motor Balap Liar'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlskoRztQYI/AAAAAAAAAFo/7kSVigzl26M/s72-c/JOKI(2).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6599460778717648094</id><published>2009-07-13T04:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T04:58:36.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motoproud'/><title type='text'>Cinta Mati Sama RX King</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlshPvozliI/AAAAAAAAAFg/2hy-sBbN7IU/s1600-h/rxking.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlshPvozliI/AAAAAAAAAFg/2hy-sBbN7IU/s400/rxking.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357912736056710690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah cinta, apapun bisa kalahkan bahkan istri sendiri. Seperti Yunus atau biasa disapa ’Babe’ Yunus.  Salah seorang dedengkot Kings Club Djakarta (KCDj) ini bahkan mengatakan lebih care tunggangannya itu dibanding istrinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Babe Yunus seperti cinta mati dengan RX King miliknya. Buktinya, di rumahnya dia punya tiga motor RX King. Dari ketiga motornya, ada yang satu motor kesayangan pria ubanan ini. Yaitu, RX King keluaran 1993. Motor yang dibelinya dari tukang sayur seharga Rp 3,7 juta dirombak jadi lebih sangar.  Dengan modal sekitar Rp 12 juta,  Babe Yunus  menyekolahkan si kuda besi kesayangnya disebuah bengkel di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. &lt;br /&gt;Pengerjaan sebelum bulan puasa tahun lalu, dan memakan waktu sekitar dua bulan. Ide Babe Yunus untuk mengubah tampilan motornya langsung ditangkap memori Ozy sang mekanik dan memberikan semuanya sesuai dengan apa yang diminta babeh Yunus. Setelah selesai pengerjaan, Babe Yunus mengaku bangga dan salut dengan mekanik muda tersebut. Untuk menjajal ketangguhan motor karya mekanik andalannya itu, Babe Yunus lantas menggeber kuda besinya itu ke Padang, Ujung Genteng (Sukabumi), dan rencananya pada Mei-Juni 2009, ‘Si Hitam’ panggilan motor kesayangannya itu akan digeber menuju Lombok untuk menghadiri Jambore motor RX King se-Indonesia.&lt;br /&gt; Motor miliknya itu memang belum diikutkan kontes, karena belum ada event yang sesuai dengan spesifikasi motor Babe Yunus yakni ‘extreme kinclong’. Namun tunggangannya masih dinilai kurang. Dalam waktu dekat ini, babeh Yunus akan meng-chrome kaki-kaki motornya persisnya di swing arm dan standar biar kelihatan makin kinclong. Walaupun sudah punya tunggangan serupa tiga unit, Babe Yunus masih ingin membeli satu unit lagi. Motornya itu nantinya akan dibuat seoriginal mungkin dengan konsep klasik. Wah! Makin iri aja deh istrinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi Yamaha RX King 1993 milik Babe Yunus &lt;br /&gt;- Shock depan CBR 600&lt;br /&gt;- Velg racing Yamaha Vixion (depan dan belakang)&lt;br /&gt;- Ban belakang Battlax 90/80&lt;br /&gt;- Ban depan Battlax 80/90&lt;br /&gt;- Rem dick belakang Yamaha Jupiter MX&lt;br /&gt;- Swing arm Yamaha Scorpio Z&lt;br /&gt;- Shock breaker belakang Yamaha Jupiter MX&lt;br /&gt;- Double disc depan Yamaha Vixion&lt;br /&gt;- Master rem depan Suzuki Thunder 250&lt;br /&gt;- Footstep belakang Yamaha Jupiter MX&lt;br /&gt;- Spedometer merek Kitaco&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6599460778717648094?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6599460778717648094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/cinta-mati-sama-rx-king.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6599460778717648094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6599460778717648094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/cinta-mati-sama-rx-king.html' title='Cinta Mati Sama RX King'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SlshPvozliI/AAAAAAAAAFg/2hy-sBbN7IU/s72-c/rxking.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-2491273800477510694</id><published>2009-07-09T21:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T21:06:22.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Event'/><title type='text'>Troupe de Yamaha Nouvo Bekasi: Troupe Goes to Bengkulu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla-GzcTo_I/AAAAAAAAAFY/w3g21VpJB-A/s1600-h/nouvo+v4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 229px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla-GzcTo_I/AAAAAAAAAFY/w3g21VpJB-A/s400/nouvo+v4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356677830901212146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang desain dan teknologi motor matic hanya untuk menaklukan jalanan perkotaan? Jalanan yang dikenal rata, halus dengan aspal hotmix? Trio Yamaha Nouvo owner telah membuktikannya. Mereka menjelajah jalanan Sumatra yang terkenal gelap, berlobang dan  rawan kejahatan. Bahkan mereka tarik dengan kecepatan penuh, tapi tanpa suara ringkikan mesin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adalah Fakhrul OS, Fakhruddin dan Sandy ys. Mereka bukanlah pejantan tangguh, yang memiliki seabreg  kemampuan menguasai jalanan. Mereka juga seperti kita, manusia biasa. Dan seperti motobikers pada umumnya. Hanya saja jiwa petualangannya yang dibarengi riding skill, attitude, style dan safety riding. Perjalanan dengan jarak tempuh lebih kurang 3920 km, kearah Bengkulu dengan membawa bendera “ Troupe de Yamaha Nouvo Bekasi” menjadi kesan yang tidak terlupakan seumur hidup.&lt;br /&gt;Perjalanan ini persisnya tanggal 20 Mei 2009. Dari Limus Pratama Cileungsi menuju ke pelabuhan Merak via Tangerang, untuk kemudian naik kapal ferry. Sesampainya di Bangka Huni, tidak lupa mereka pun isi bensin hingga full tank. Setelah melakukan perjalanan 4 jam hingga melewati kota Lampung, dengan jalanan yang cukup rusak, akhirnya Fakrul, Fakhruddin dan Sandy masuk kota Bumi dan Manggala dan mulai bertemu  hutan di bukit kemuning. Mereka melewati Martapura yang terkenal dengan kejahatannya sambil melintasi panjang hutan mencapai 35 km. Perjalanan dilanjutkan sampai di Lahat, dan beristirahat di daerah tersebut, &lt;br /&gt;Tanggal 22 mei 2009, jam 08.00 WIB. Bensin kembali di isi full karena perjalanan menempuh jarak sekitar 160 km. Setelah melewati hutan dan berada di atas bukit barisan, Troupe Goes to Bengkulu sampai di Muara Beliti, jam 12.00 WIB dan mengambil kesempatan untuk istirahat sejenak. Kini perjalanan dilanjutkan menuju lampung. Setelah memasuki Kepahiang, dengan kondisi jalan yang hancur, lubang besar dan longsor yang terjadi disekitarnya akhirnya Motobikers Nouvo ini memasuki hutan lindung pada malam hari. Perjalanan dilanjutkan hingga sampai di Bengkulu  jam 21.30 WIB. Sehari penuh waktu dihabiskan di Bengkulu, untuk istirahat dan sebagainya.&lt;br /&gt;Di tanggal 23 Mei 2009 trio ini kembali ke Jakarta, melewati lintas tengah di kelok 99 (Kepahiang, red). Di daerah ini mereka memasuki lagi daerah rawan kejahatan di Lahat &lt;br /&gt;“Sempat beberapa kali ada motor yang mencurigakan masuk ke dalam barisan kami, tapi karna kami stabil jalan di kisaran 80 – 100 Kmpj, motor yang mencoba menghalang-halangi ini sering ketinggalan.” Tangkas Fakhruddin.   &lt;br /&gt;“Sungguh perjalanan kami bertiga, dengan Yamaha Nouvo, membawa pesan tersendiri. Betapa  alam sebagai pengendali, mesin sebagai alat, manusia sebagai pemain dan Tuhan sebagai penentu segalanya.” Ungkap Fakhruddin lagi yang mensyukuri keselamatan timnya sampai ke Jakarta lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-2491273800477510694?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/2491273800477510694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/troupe-de-yamaha-nouvo-bekasi-troupe.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2491273800477510694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2491273800477510694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/troupe-de-yamaha-nouvo-bekasi-troupe.html' title='Troupe de Yamaha Nouvo Bekasi: Troupe Goes to Bengkulu'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla-GzcTo_I/AAAAAAAAAFY/w3g21VpJB-A/s72-c/nouvo+v4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-8079701961895540132</id><published>2009-07-09T20:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T21:00:15.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety Riding'/><title type='text'>Touring yang Aman Yuks? (Part I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla8wZUteyI/AAAAAAAAAFQ/hh2Pc-2Jbv4/s1600-h/safety.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 344px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla8wZUteyI/AAAAAAAAAFQ/hh2Pc-2Jbv4/s400/safety.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356676346421279522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya touring memang bikin seru. Dimana nikmatnya? Nikmatnya ada di kepuasan jiwa. Tapi, jangan cuma pikirin kepuasan jiwa kalau keselamatan jiwa Motobikers terancam karena kurang mengetahui prinsip Safety Riding untuk touring.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persiapan touring Motobikers jangan setengah-setengah. Pasalnya, touring itu memiliki SOP (Standard Operating Procedure) sendiri. Bukan apa-apa. Tapi ini untuk keselamatan peserta touring itu sendiri. &lt;br /&gt;Persiapan touring bukan hanya untuk Moge atau motor dengan cc besar. Tapi persiapan touring juga mewajibkan bagi siapapun yang ingin melakukan aktifitas ini. MotoDream bersama RSA bekerjasama untuk melakukan kampanye Safety Riding untuk club motor. Mau tahu apa saja persiapan sebelum touring? Simak detail-nya dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal- hal yang harus dilakukan sebelum melakukan perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahap Perencanaan&lt;br /&gt;Rencana Rute Perjalanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biarpun sudah ratusan kali melewati rute yang sama, tapi jangan sombong. Pasalnya kondisi di jalan tidak selalu sama setiap harinya. Dan, itulah yang bisa membuat Motobikers nyasar. Mau, nyasar? Rute perjalanan harus dipersiapkan oleh Touring Organizer, atau dalam skala yang kecil, harus disiapkan oleh peserta yang ditunjuk untuk menentukan rute perjalanan. Berikut ini adalah perencanaan rute perjalanan sebelum melakukan touring;&lt;br /&gt;• Rute perjalanan hendaknya memperhitungkan waktu dan jarak touring.&lt;br /&gt;• Rute perjalanan hendaknya berisi POI (Point Of Interest) yang akan dilalui oleh group sejak titik keberangkatan dan titik lokasi selesai. POI dimaksud bisa berupa nama wilayah, nama desa, nama kota atau suatu area yang bisa menjadi patokan dalam menentukan posisi.&lt;br /&gt;• Rute perjalanan hendaknya berisi titik-titik peristirahatan dimana group bisa berhenti untuk beristirahat dan menyegarkan badan.&lt;br /&gt;• Dalam menentukan tempat beristirahat, asumsikan bahwa perjalan dilakukan dengan kecepatan yang lambat dan memakan waktu. Dengan demikian, lokasi-lokasi pemberhentian telah diperkirakan lebih rapat&lt;br /&gt;antara satu dan lainnya. Catat perkiraan waktu yang dibutuhkan antara satu tempat istirahat dengan tempat istirahat yang lain.&lt;br /&gt;• Rute perjalanan diharuskan berisi gambar peta yang telah diberi tanda rute.&lt;br /&gt;• Dalam menentukan rute perjalanan, sangat disarankan untuk dilakukan survey terhadap rute. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Survey &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seberapa pentingkah survey ini? Layaknya medan perang, survey sangat membantu rombongan untuk maju. Baiknya, dengan survey, Motobiker jadi lebih banyak mengumpulkan informasi. Misalnya informasi&lt;br /&gt;berikut ini :&lt;br /&gt;• Kondisi jalan secara umum. (Kondisi jalan hendaknya tergambarkan dalam peta)&lt;br /&gt;• Kondisi dan letak secara persis tempat-tempat peristirahatan.&lt;br /&gt;• Lokasi pengisian bahan bakar yang sesuai. (beberapa SPBU tidak melayani pengisian Pertamax, dan tidak perlu mendata seluruh SPBU yang dilalui, cukup beberapa SPBU yang sekiranya siap 24 jam dan memadai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rencana Logistik.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Apa itu rencana logistik? Apa saja yang direncanakan? &lt;br /&gt;Rencana logistik bertujuan untuk menyimpan persediaan spare-part cadangan yang mungkin dibutuhkan oleh peserta touring bila terjadi hal-hal yang tidak di-inginkan. Juga berfungsi untuk membawa motor yang dalam perjalan mendapat masalah. Jadi, yang perlu disiapkan untuk logistik adalah.&lt;br /&gt;• Storing Car, bersifat wajib ada apabila perjalanan touring cukup jauh dan dalam perjalanan tidak mudah untuk memperoleh sparepart.&lt;br /&gt;• Daftar sparepart yang harus disiapkan dan disimpan oleh storing cara adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Spare Busi / Spark Plug&lt;br /&gt;• Spare Sekering / Fuse&lt;br /&gt;• Spare Bohlam Lampu Besar, Sein, Rem, Lampu Kecil.&lt;br /&gt;• Spare Kanvas Rem depan dan Belakang.&lt;br /&gt;• Spare Chain/Rantai.&lt;br /&gt;• Spare Tubes/Ban Dalam, Ban Luar.&lt;br /&gt;• Pompa Portable.&lt;br /&gt;• Kit Tambal Ban Tubles.&lt;br /&gt;• Air Accu&lt;br /&gt;• Accu.&lt;br /&gt;• Oli mesin dan Oli rem.&lt;br /&gt;• Hazard Cone.&lt;br /&gt;• Electric Torch / Senter.&lt;br /&gt;• Standard Toolkit / Perkakas&lt;br /&gt;• Rope / Tambang&lt;br /&gt;• Ply Sheet / Terpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta, hendaknya mempersiapkan seluruh spare-part tambahan bilamana motornya menggunakan spare part lain diluar standard.&lt;br /&gt;Part ini bisa dititipkan pada storing car (bila ada) atau dibawa sendiri (jika kecil dan mudah dibawa sendiri).&lt;br /&gt;Obat-obatan standard untuk P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang berisi minimal :&lt;br /&gt;• Cairan pembersih luka.&lt;br /&gt;• Antiseptik.&lt;br /&gt;• Perban dan perekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru bagian awal tetang Safety Riding bagi yang ingin lebih mengetahui tentang touring yang aman? Edisi berikutnya, kita akan sambung dengan Touring yang Aman Part II lain dari Safety Riding.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-8079701961895540132?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/8079701961895540132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/touring-yang-aman-yuks-part-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/8079701961895540132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/8079701961895540132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/touring-yang-aman-yuks-part-i.html' title='Touring yang Aman Yuks? (Part I)'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla8wZUteyI/AAAAAAAAAFQ/hh2Pc-2Jbv4/s72-c/safety.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1322664480509625541</id><published>2009-07-09T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T20:51:24.911-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Event'/><title type='text'>YVAJ Tour de Purwokerto: Pengalaman Tak Terlupakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla6r4g_yxI/AAAAAAAAAFI/ut2regLCr3U/s1600-h/YVAJ3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 272px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla6r4g_yxI/AAAAAAAAAFI/ut2regLCr3U/s400/YVAJ3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356674069871708946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan long weekend pada tanggal 21-24 Mei 2009. YVAJ(Yamaha V-ixion Adventure Jakarta) mengadakan turing ke Purwokerto sekaligus menghadiri undangan deklarasi dari brother YVC Purwokerto.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tanggal 21 Mei hari Kamis malam anggota YVAJ berkumpul di sekretariat. Kegiatan ini adalah persiapan sebelum berangkat pada pukul 23.00 WIB. Team yang berangkat adalah bro wibie-001,salay-003,dan bro ali-006. Ada juga rekan dari YVC Salatiga bro Fery dan bro Andri YVCB Bandung. Perjalanan dilepas oleh anggota YVAJ yang tidak dapat ikut dalam turing kali ini. Perjalanan menuju checkpoint yang pertama yaitu Bandung dilalui dengan lancar dengan waktu tempuh 3 jam, yang termasuk jarak waktu tercepat, walaupun sedikit diterpa hujan di Cimahi namun team tetap gas terus. Setelah istirahat sebentar di rumah bro Andri dari YVCB kita bergabung dengan teman-teman club Vixion se-Jawa Barat. Di sana ada teman2 dari YVC Bekasi, Subang, Bogor dan YVCB sendiri. &lt;br /&gt;Setelah briefing dan doa bersama kita kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 05.00 dini hari. Walaupun ada sedikit insiden di Tasikmalaya dan Wangon tapi tidak menyurutkan semangat para Vixioners untuk segera sampai di kota Purwokerto.&lt;br /&gt;Akhirnya YVAJ sampai kota Purwokerto jam 12.00 WIB. Di purwokerto rekan-rekan dari YVC Purwokerto sudah siap menjemput. Setelah selesai beramah tamah dengan teman-teman YVC Purwokerto, team di jemput oleh saudara dari PTB (Purwokerto Tiger Brother). Setelah kita istirahat di tempat yang sudah disediakan oleh PTB kita langsung menuju café Universitas Sudirman (UNSUD) untuk beramah tamah dengan anggota PTB yang lainnya. Di sini kita merasakan rasa kekeluargaan yang sangat besar antara YVAJ-PTB. “Terima kasih sebesar-besar nya ya brothers. Besok nya kita bersama-sama menuju tempat wisata air terjun Batu Raden” seru Nur Wisesa.&lt;br /&gt;Puas bermain air, YVAJ kembali ke sekretariat PTB untuk bersiap-siap menuju acara Yamaha Vixion Purwokerto. YVAJ meluncur ke Blackbery café dimana acara tersebut diadakan. Di sana kita bertemu dengan teman-teman Vixioners Indonesia yang datang ke acara tersebut.&lt;br /&gt;Sudah cukup lama mengobrol dan melepas kangen bersama teman-teman Vixioners se-Indonesia, kami kembali untuk beristirahat di sekretariat PTB untuk bersiap-siap pulang keesokan paginya. Siang itu sekitar jam 2 siang, tim YVAj sempatkan untuk membeli oleh-oleh dan makan siang dan akhirnya kembali menuju Jakarta. See you on the next touring bro’s!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1322664480509625541?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1322664480509625541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/yvaj-tour-de-purwokerto-pengalaman-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1322664480509625541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1322664480509625541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/yvaj-tour-de-purwokerto-pengalaman-tak.html' title='YVAJ Tour de Purwokerto: Pengalaman Tak Terlupakan'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla6r4g_yxI/AAAAAAAAAFI/ut2regLCr3U/s72-c/YVAJ3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6061196733782406552</id><published>2009-07-09T20:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T20:43:35.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Community'/><title type='text'>Yamaha Scorpio Club: Club Mandiri, Punya Usaha Koperasi Sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla40hy8AZI/AAAAAAAAAFA/s2X_t_vNx4c/s1600-h/ZX2U3586.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 189px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla40hy8AZI/AAAAAAAAAFA/s2X_t_vNx4c/s400/ZX2U3586.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356672019368509842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tenyata komunitas ataupun club motor isinya enggak selalu hura-hura doang. Buktinya Yamaha Scorpio Club Jakarta punya usaha sendiri yang menghasilkan lewat koperasi.  Omset koperasi mereka sampe 140 juta. Hebat kan? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;YSC atau Yamaha Scorpio Club bisa dibilang selangkah lebih maju dari komunitas lain. Dibentuk pada 1 September 2002 silam, komunitas yang awalnya hanya memiliki anggota 34 (25 asal Jakarta) (9 dari Jawa Barat), kini makin berkembang dengan jumlah anggota mencapai 525 untuk wilayah Jabodetabek. Tentu saja jumlah itu akan terus membengkak jika dikalkulasikan dengan club motor berlogo kalajengking ini dari seluruh pelosok tanah air.&lt;br /&gt;Otak dibalik kesuksesan dan eksistensi YSC hingga kini adalah R. Siswahjono (Pembina YSC) dan Yunanto Agus Nugroho. Bahkan nama terakhir tercatat sudah dua periode duduk sebagai ketua. Pertama masa bakti 2006-2008 dan yang kedua 2008-2010.&lt;br /&gt;Sebenarnya, YSC muncul kepermukaan berkat  Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Pembeli motor Scorpio secara langsung akan mendapatkan nomor keanggotaan dan tercatat sebagai anggota YSC secara resmi. Selain tercatat sebagai anggota YSC, pemilik motor diberikan jaket kulit gratis lengkap dengan logo YSC. &lt;br /&gt;YSC melakukan turing perdana pada 24-25 Agustus 2002 dengan menyambangi wilayah Cipanas, Puncak Jawa Barat. Acara dilanjutkan dengan menggelar aksi baksos ke panti asuhan Cipanas dan memberikan sumbangan kepada tukang ojek wilayah setempat dan menjadi agenda turing perdana ini. Selanjutnya, turing kerap dilakukan sesuai agenda. Tercatat YSC pernah menyambangi Cilacap, Tawangmangu, Dieng, Bromo,Nol KM (Aceh), Bali hingga Lombok.&lt;br /&gt;Antara penggemar motor Scorpio semakin akrab dan memiliki visi dan misi sejalan untuk memajukan YSC. Mengambil lokasi di Patung Panahan, Senayan Jakarta, dibentuk kepengurusan awal YSC periode 2002-2004. Hasilnya, beberapa anggota terpilih untuk membidani YSC, diantaranya adalah R. Siswahjono (Ketua), Bima (Wakil) Harries Sanjaya dan William selaku bendahara. Didalam YSC dikenal istilah Pemili YSC. Hal ini dilakukan demi terciptanya proses demokratisasi untuk memilih calon pengurus periode mendatang.&lt;br /&gt;Eksistensi YSC tidak perlu diragukan, bukan hanya Jakarta tapi daerah-daerah juga banyak bermunculan. Diantaranya adalah YSC Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, serta Sulawesi. Dari YSC yang tersebar, kesemuanya menjunjung rasa persaudaraan yang kuat untuk sama-sama mengokohkan tonggak YSC dikalangan bikers.&lt;br /&gt;Sebagai club bikers yang cukup besar, YSC memiliki agenda tahunan yang sudah diprogram, dan semuanya tercatat dalam kalender kegiatan. Agenda tahunan YSC meliputi Touring dan Baksos (2 – 3 kali setahun), Family Gathering, Coaching Clinic (tentang pemahaman kendaraan, safety riding, dsb), Anniversary YSC, Pemilu YSC, Mudik Bareng, Halal Bi Halal YSC, serta Jambore.&lt;br /&gt;Yang unik, YSC tidak menggunakan istilah kopi darat (kopdar), mereka menggantinya dengan istilah kumpul rutin yang dilaksanakan pada sabtu sore mulai pukul 17.00-21.00 WIB dengan lokasi di Parkir Timur, Senayan Jakarta. Sementara sabtu ke-1 dan sabtu ke-3 ditetapkan sebagai minggu khusus dan setiap anggota diwajibkan menggunakan atribut lengkap. Sementara itu, sumber dana YSC didapatkan dari registrasi anggota, iuran bulanan anggota, dana sponsor, serta aktivitas penjualan atribut club dan sebagainya.&lt;br /&gt;Selain mewadahi anggota YSC dalam menyalurkan hoby berpetualang, klub ini juga mendirikan usaha bersama yakni Koperasi YSC – Indonesia. Koperasi yang berdiri pada Juni 2007 bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi seluruh anggota YSC khususnya dan pengguna Scorpio pada umumnya dalam pengadaan suku cadang asli Yamaha Scorpio. Koperasi YSC terbilang sukses dan membanggakan, karena omzet yang didapat pada tahun pertama mencapai Rp. 140 juta. Distribusi penjualan yang dilakukan koperasi tidak hanya mengcover wilayah Jakarta, namun pesanan pernah melayani Semarang, Surabaya, Jayapura, Balikpapan, Aceh, Medan, Bali dan Bandung.&lt;br /&gt;Kesuksesan koperasi YSC meraih omzet besar berkat usaha Alus Budianto (ketua koperasi), M Lutfi Ubaidillah (wakil) serta Iwan Nurohman sebagai sekretaris.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6061196733782406552?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6061196733782406552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/yamaha-scorpio-club-club-mandiri-punya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6061196733782406552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6061196733782406552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/07/yamaha-scorpio-club-club-mandiri-punya.html' title='Yamaha Scorpio Club: Club Mandiri, Punya Usaha Koperasi Sendiri'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sla40hy8AZI/AAAAAAAAAFA/s2X_t_vNx4c/s72-c/ZX2U3586.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-7521527067103777801</id><published>2009-06-22T06:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T06:25:08.149-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behind The Scene'/><title type='text'>Rossi Mendadak Jadi Bintang Iklan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sj-GLS0n4tI/AAAAAAAAADk/mmR1I8o90ds/s1600-h/DPP_0145.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sj-GLS0n4tI/AAAAAAAAADk/mmR1I8o90ds/s400/DPP_0145.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350142410928677586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, kehadiran Rossi di Jakarta bukan sekadar ke Istora Senayan saja. Tapi, tahukah Anda jika Rossi menyempatkan dirinya untuk berperan sebagai bintang iklan bersama Komeng, Didi Petet dan Ida Kusuma? MotoDream melaporkannya untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persisnya di awal bulan Februari lalu. Semua crew produksi iklan Yamaha yang jumlahnya puluhan crew sudah bersiap-siap di studio menanti kedatangan Rossi. Begitupun dengan bintang lain seperti Komeng, Didi Pete dan Ida  Kusuma yang tak sabar ingin melihat langsung sang legenda MotoGP Valentino ‘The Doctor’ Rossi.&lt;br /&gt;Sesampainya Rossi di lokasi, sang sutradara pun langsung memberikan naskah skenario kepada Rossi. Cerita yang diangkat adalah ‘kuenceng-nya’ Jupiter MX dan aksi Komeng yang super duper heboh. Begitu bangganya Komeng dengan Jupiter MX tiba-tiba muncul Valentino Rossi mengendarai Jupiter MX yang ternyata lebih kencang dari Komeng. Jadi, jangan heran jika iklan ini lebih heboh dari iklan Yamaha yang pernah ada. Iklan Yamaha Jupiter MX kali ini menjadi yang pertama dan satu-satunya iklan di Indonesia yang dibintangi langsung Valentino Rossi bersama bintang iklan Yamaha lainnya. Kita tunggu aksi Rossi, Komeng, Didi Petet dan Ida Kusumah di bulan April ini di layar TV.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-7521527067103777801?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/7521527067103777801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/rossi-mendadak-jadi-bintang-iklan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/7521527067103777801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/7521527067103777801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/rossi-mendadak-jadi-bintang-iklan.html' title='Rossi Mendadak Jadi Bintang Iklan'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sj-GLS0n4tI/AAAAAAAAADk/mmR1I8o90ds/s72-c/DPP_0145.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-5535149279284937528</id><published>2009-06-19T05:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T05:18:57.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature'/><title type='text'>Lentera Ilmu Dari Kalimantan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjuCHCClgYI/AAAAAAAAADE/mtqH9ifmePA/s1600-h/Picture+370.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjuCHCClgYI/AAAAAAAAADE/mtqH9ifmePA/s320/Picture+370.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349012039751008642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat jaman kita suka bolos sekolah? “Ah, tenang gurunya juga gak tahu kalau kita bolos” itulah kata-kata dalam hati yang sering terucap kalau kita bolos sekolah. Tapi sadarkah jika seorang guru telah menjadikan kita seperti sekarang ini. Punya ilmu, punya pekerjaan dan punya jabatan. Apa iya kita melupakan jasa guru semudah menjentikan jempol jemari? Tap!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Guru memang sudah dipersiapkan secara bathin untuk dilupakan oleh muridnya. Tapi alangkah baiknya kita berempati tentang perjuangan guru yang mentransfer ilmunya ke motobikers. Inilah kisah guru bernama Harmonika yang ikhlas mengajar di pedalaman hutan Kalimantan meski harus melewati perjalanan selama 120 km dalam sehari. &lt;br /&gt;“Selamat pagi ibu Monik! Aku sudah kerjain PR-nya bu” begitu sapaan murid SDN 23 Gunung Ambawang di kecamatan Teluk Pakedai – Kabupaten Kubu Raya di propinsi Kalimantan Barat. Berawal dari jam 5.00 subuh, ia sudah memanaskan motor dan sarapan, Monik sudah bersiap mengajar. Ia tinggal di kota Pontianak di sebuah rumah sederhana. Setiap pagi ia rutin memanaskan motor Yamaha Vega R yang ia beli tiga tahun lalu.&lt;br /&gt;Ketika jalanan masih gelap dan belum tersinari mentari, Monik sudah melaju menuju tepi anak sungai Kapuas. Perjalanan dari rumah menuju tepi sungai masih bagus. Beraspal dan tak ada jalan berlubang. Begitu sampai di tepi sungai ia menaikkan motornya ke sebuah perahu motor. Ia tempatkan motor Vega R miliknya diatas perahu motor. Perjalanan diatas perahu motor sedikit bikin ngeri. Maklum, Monik pernah mengalami perahu motornya terguncang hebat ketika kapal tongkang melaju tak jauh dari perahu motornya. Wusshhh! Ombak sungai sempat mengombang-ambingkan perahu motor karena ukurannya yang jauh lebih kecil. &lt;br /&gt;Sesampainya di tepi sungai yang dituju ada tantangan baru menghadang. Tantangannya adalah jalan rimba yang menggila! Bayangkan Monik harus melewati tanjankan dari tanah merah yang terjal. Lalu ada turunan yang kemiringannya hingga 45 derajat. Itu saja? Belum, ia juga harus melewati jembatan gantung yang semakin lama semakin reot termakan usia. Lalu, apa yang selalu membuatnya semangat meski keselamatan jadi risiko? Tak lain adalah wajah-wajah lugu dan penuh semangat dari anak-anak didiknya. “Saya cinta pendidikan. Memang, kalau melihat kondisi sekarang sih sedih. Terkadang saya melihat semua itu membuat saya tersentuh” begitu aku Monik tentang sekolah dan anak didiknya. &lt;br /&gt;Sekolah tempat ia mengajar sebenarnya sudah kurang layak. Bayangkan, sekolah itu dulunya adalah sebuah rumah dinas pegawai pemerintahan yang disulap jadi sekolah dasar. Di kelas tidak ada pintu bahkan atap pun sudah mengelupas dan selalu bocor jika sedang hujan. “Kasihan juga anak-anak. Mereka terkadang susah konsentrasi karena banyak anak-anak lain yang tidak terdaftar di sekolah ikut mengikuti pelajaran” begitu jelas Monik sambil mengingat kejadian sehari-hari di sekolahnya. &lt;br /&gt;Rupanya pengorbanan siswa di SDN 23 Gunung Ambawang sama beratnya dengan pengorbanan Harmonika. Jarak yang jauh dan medan yang berat menuju serta ditambah aktifitas lain sebagai mahasiswa STKIP PGRI Pontianak membuatnya kelelahan yang hebat. “Saya sering tertidur di motor lho?” seru Monik sambil tertawa kecil. Padahal kita tahu di saat itulah maut mengintai. Tapi tahu apa jawaban ibu guru ini? “Kayak gitu (tertidur ketika naik motor, red) saya sudah terbiasa mas! Hehehe..” jelas Monik pada MotoDream. &lt;br /&gt;Harmonika adalah seorang guru sederhana yang dilahirkan dari keluarga Polisi. Ia lahir pada 27 Maret 33 tahun yang lalu. Memiliki ayah seorang Polisi tentu sangat mempengaruhi angan dan cita-citanya. Wanita sederhana ini dulu mengidamkan bisa menjadi seorang Polisi Wanita atau Polwan. Tapi Tuhan berkehendak lain. Ia kini menjadi seorang guru untuk sebuah Sekolah Dasar yang berjarak 60 Km dari rumahnya.&lt;br /&gt;Ia bersyukur jika motornya saat ini membuat dirinya mulus menjalankan misinya sebagai guru. Selama 3 tahun dan setiap hari menempuh ratusan kilometer namun Monik tetap tenang. Padahal, biasanya motor lain cenderung rewel minta perbaikan ini-itu. Bayangkan jika dalam seminggu ia mengajar selama 6 hari dikalikan 120 Km Pulang-Pergi? Sebulan saja sudah 2.880 Km! “Alhamdulillah, tak ada kerusakan. Saya belum pernah ganti plat kopling, schock breaker termasuk knalpot” begitu curhat Monik. Rahasia monik untuk mempertahankan motor satu-satunya ini ternyata sederhana. Ia rajin memeriksakan kondisi motornya ke bengkel. Di bengkel ini ia meminta montir untuk memeriksa kondisi mesin, oli hingga pengapian. &lt;br /&gt;Sudah 10 tahun ia menjadi pengajar. Selama itu pula dirinya selalu berharap pada petinggi di negeri ini untuk memperbaiki sistem pendidikan. Hati monik terkadang merasa miris jika melihat kondisi sekolah tempat ia mengajar. “Saya berharap sistem pendidikan dibenahi. Khususnya tempat-tempat yang terpencil. Terutama sih buku-bukunya. Jangan sampai ada kepincangan antara kota dan daerah” begitu ungkap Monik. &lt;br /&gt;Bulan ini akan menjadi momentum terbesar buat Harmonika. Persis di tanggal 2 Mei Monik bersama-sama ribuan guru lainnya di Indonesia memperingati Hari Guru se-Indonesia. Detik-detik inilah untuk kita semua mengenang jasa guru selama 1 hari dari 365 hari yang kita lewati dalam setahun. Satu hari untuk pahlawan tanpa tanda jasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-5535149279284937528?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/5535149279284937528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/lentera-ilmu-dari-kalimantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/5535149279284937528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/5535149279284937528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/lentera-ilmu-dari-kalimantan.html' title='Lentera Ilmu Dari Kalimantan'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjuCHCClgYI/AAAAAAAAADE/mtqH9ifmePA/s72-c/Picture+370.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6775822102395972840</id><published>2009-06-19T05:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T05:13:42.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Of The Month'/><title type='text'>Muhammad Kadafi: Pembalap Bergelar Magister Hukum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjuA3MG4WfI/AAAAAAAAAC8/veE4_DTOrzg/s1600-h/P1040758.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjuA3MG4WfI/AAAAAAAAAC8/veE4_DTOrzg/s320/P1040758.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349010668063840754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bangkok Racing Circuit mulai menyepi di sore (18/1) itu. Sisa-sisa dari balapan Yamaha Asean Cup Race 2008 hanyalah kesunyian yang mulai turun menyelimuti lintasan. Namun didekat akses keluar track ada sosok seorang pembalap Indonesia. Dialah Muhammad Khadafi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pembalap Yamaha yang satu ini terlihat berbeda diantara lainnya. Sebelum balapan ia dengan santai mengenakan topi Fedora mirip penyanyi R&amp;B. Ia bahkan sengaja mengenakan Fedora untuk sesi pemotretan dengan seluruh pembalap yang bertarung di hari itu. Itulah yang ciri Kadafi diantara pembalap lainnya.&lt;br /&gt;Dibalik penampilan Khadafi yang ala racer stylish, ia merupakan sosok yang peduli pendidikan. Tahukah Anda jika saat ini Khadafi telah memperoleh gelar Magister Hukum? Iya, Khadafi menjadi satu-satunya pembalap di tim Yamaha yang lulusan S2 Fakultas Hukum dari Universitas Negeri Lampung. Ia mendapatkan gelar ini di usia 25 tahun. Usia yang masih muda untuk ukuran orang Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;Ia mendapatkan gelar Magister Hukum karena secara historis ayahnya adalah orang yang sangat peduli pada pendidikan. Ayah Kadafi termasuk pendiri dari beberapa universitas yang ada di Sumatera. Diantaranya adalah Universitas Abulyatama di Aceh, Universitas Mala Hayati di Lampung dan Universitas Dharma Husada di Batam. Inilah amanah dari orang tua Kadafi, ayahnya menginginkan Kadafi untuk mengelola dan ikut bertanggungjawab terhadap kelangsungan sumber pendidikan tersebut.&lt;br /&gt;Saat ini Kadafi sedang mempersiapkan berbagai hal untuk memajukan lembaga pendidikan yang akan ia jalankan. Di sela-sela aktifitasnya sebagai pembalap Yamaha, ia sering pulang-pergi keluar negeri untuk studi banding dengan universitas lain. Tahun ini ia melakukan perjalanan ke universitas di Guanzhu di Cina untuk studi banding. Ia berencana untuk mengaplikasikan ilmu keperawatan. “Mahasiswa Akademi Keperawatan di Indonesia saat ini kan belajar di kelas dan di akhir semester baru bisa praktik lapangan. Kalau di universitas saya mau terapkan mahasiswa yang masih baru sudah bisa mulai praktik kerja lapangan di rumah sakit,” jelas Kadafi mengungkapkan visinya tentang kurikulum yang ia idamkan. Kabarnya, Kadafi saat ini sedang mempersiapkan untuk melangkah ke jenjang S3 untuk mendapatkan gelar Doktor di bidang Hukum. &lt;br /&gt;Lalu bagaimana ia bisa menjadi pembalap Yamaha? Siapa yang menyangka dibalik gelar Magister Hukum, Kadafi dulunya adalah seorang pembalap jalanan. Ia masih ingat ketika itu masih berusia 13 tahun. Meski masih muda namun dia ketagihan balapan di jalanan kota Banda Aceh. Semuanya sempat terhenti ia mengalami kecelakaan. “Waktu itu satu badan saya semuanya luka. Dan rasanya sampai mengakibatkan trauma,” begitu seru Kadafi bercerita pada MotoDream sehari sebelumnya.&lt;br /&gt;Pengalaman kecelakaan inilah yang akhirnya mengubah nasib Kadafi muda. “Kamu mau jadi pembalan beneran tak?” begitu Tanya kakak dari Kadafi. Sejak itulah Kadafi memutuskan untuk pindah bersama kakaknya ke Jakarta. Kadafi masih ingat waktu itu ia dibelikan motor bekas oleh sang kakak untuk menyalurkan hobi balap. &lt;br /&gt;Kadafi terus menyempurnakan skill balapnya di track Kemayoran. Hingga akhirnya ia bertemu Obos dan Ponco yang menjadi perwakilan Team Racing Yamaha Indonesia. Dari situ Obos terpilih menjadi pembalap Yamaha. Ia dikontrak oleh Yamaha pada usia 16 tahun dan mulai balapan dengan pembalap lain di daerah lain. &lt;br /&gt;Terpilih menjadi pembalap Yamaha tentu ada konsekuensi yang mesti dijalani. Salah satunya adalah minimnya waktu bersama teman-teman. “Iya, dunia balap ada kehidupan tersendiri. Ketika masih sekolah, kita punya banyak waktu untuk jalan-jalan. Tapi setelah di kontrak Yamaha kita ingin memberikan yang terbaik untuk Yamaha” jelas Kadafi. Alhasil, ketika teman-teman Kadafi nongkrong bareng di mal atau di café, Kadafi justru melakukan aktifitas olahraga seperti fitness ataupun jogging. Semuanya dilakukan semata-mata untuk menjaga kebugaran sebagai pembalap Yamaha dan meninggalkan pola hidup yang tidak sehat. &lt;br /&gt;Ia bahkan lebih suka menghabiskan waktunya dirumah ketika tidak ada jadwal balap ataupun kuliah. “Aku tak suka keramaian. Aku lebih suka habiskan waktu di rumah. Di rumahku di Lampung, sengaja aku buatkan tempat makan dan tempat nongkrong untuk teman-teman” seru Dafi begitu panggilan akrab Kadafi. &lt;br /&gt;Cita-cita Kadafi tak pernah padam. Meskipun menyatakan mengundurkan diri sebagai pembalap Yamaha, namun ia masih menyimpan semangat untuk memberikan kontribusi kepada Yamaha yang ikut membesarkan namanya. “Kalau bisa ikut membantu balapan. Jadi kemungkinannya saya mentransfer ilmu balapan ke pembalap yang masih baru” begitu ungkap Kadafi. &lt;br /&gt;Bagi Kadafi, menjadi pembalap Yamaha tentu memberikan banyak harapan dan semangat baru. Perjalanan hampir selama 10 tahun bersama Yamaha di dunia balap motor menjadikan Kadafi sebagai pribadi yang tangguh, taktis dan strategis sama halnya ketika ia sedang balapan. Kini, waktu memberikan petuah bagi Kadafi untuk memulai hidup baru di dunia pendidikan. Semua itu sama seperti Kadafi menemukan jati dirinya sebagai pembalap Yamaha 10 tahun lalu. Kini iapun berbangga karena pernah menjadi pembalap yang ikut mengharumkan nama Yamaha Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6775822102395972840?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6775822102395972840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/muhammad-kadafi-pembalap-bergelar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6775822102395972840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6775822102395972840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/muhammad-kadafi-pembalap-bergelar.html' title='Muhammad Kadafi: Pembalap Bergelar Magister Hukum'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjuA3MG4WfI/AAAAAAAAAC8/veE4_DTOrzg/s72-c/P1040758.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-5813644006159331382</id><published>2009-06-19T04:47:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T05:14:40.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunitas'/><title type='text'>Id- Folding Bike: Lebih Sehat Dengan Sepeda Lipat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sjt9M5VwomI/AAAAAAAAAC0/qv5rrZaGtEs/s1600-h/ZX2U3204.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sjt9M5VwomI/AAAAAAAAAC0/qv5rrZaGtEs/s400/ZX2U3204.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349006642936586850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sebagai sebuah komunitas, keberadaan Id-Folding Bike atau  komunitas Sepeda Lipat punya perbedaan tersendiris. Dari bentuk sepedanya yang unik, warna yang solid sudah pasti jadi menarik perhatian bagi orang lain. Sedangkan untuk para pengguna, Sepeda Lipat bisa dibilang bentuk ekspresi kecintaan pada alat trasportasi ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Id-Folding Bike mencuat kepermukaan sebagai komunitas sepeda yang independent namun kekeluargaan. Berdiri pada11 Maret 2007 silam, Id-Folding Bike dibentuk sebagai ajang berbagi antar anggota komunitas yang menyangkut seputar Sepeda Lipat. Keprihatinan terhadap tingkat polusi udara Jakarta yang semakin meningkat, membuat komunitas ini merasa perlu untuk memasyarakatkan Sepeda Lipat. Pemilihan Sepeda Lipat karena memang sepeda ini praktis, bisa dibawa kemana saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Komunitas Id-Folding Bike kita bentuk memang sebagai wadah untuk saling berbagi seputar Sepeda Lipat. Kita juga memiliki tujuan untuk memasyarakatkan sepeda dalam keseharian masyarakat karena kita tahu polusi udara Jakarta sudah tidak sehat lagi,” terang Azwar HK selaku pendiri Id-Folding Bike. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penggunaan Sepeda Lipat ini sudah nyata manfaatnya. Sebut saja untuk bike to work, olahraga bersepeda, touring atau hanya sekedar hobi hingga penggila Sepeda Lipat untuk sekadar koleksi. Sepeda Lipat ini juga bisa digunakan untuk pergi ke kantor, disamping sehat penggunaan Sepeda lebih jadi solusi mengatasi kemacetan lalu lintas Jakarta. Ternyata, bukan hanya komunitas sepeda motor yang sering touring ke daerah-daerah. Komunitas Id-Folding Bike juga pernah menyambangi daerah-daerah wisata walaupun hanya pada kisaran Jawa Barat. Misalnya daerah Bandung dan Bogor menjadi tempat favorit komunitas Id-Folding Bike ini untuk dikunjungi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun tidak pernah mengikuti ajang kontes sepeda, namun komunitas Id-Folding Bike pernah turut ambil bagian pada event yang pernah diselenggarakan perusahaan tertentu. Seperti event Fun Bike, event kumpul bareng komunitas sepeda beberapa waktu lalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Id-Folding Bike memang belum memiliki cabang (chapter) di wilayah lain. Komunitas ini masih terpusat di Jakarta dan semua anggotanya memang berasal dari Jakarta. Meskipun begitu komunitas ini memberikan kekebasan bagi wilayah lain dibawah Id-Folding Bike untuk sekedar kumpul-kumpul atau kopi darat. Sementara untuk lokasi kopi darat (kopdar) sendiri, komunitas ini selalu berganti lokasi. Terkadang Monas, Senayan, Ancol hingga Pasar Festival Kuningan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejak berdiri tahun 2007 silam, jumlah anggota Id-Folding Bike saat ini mencapai 985 orang. Syarat bergabung dengan komunitas Sepeda Lipat ini juga sangat mudah yakni anda cukup terdaftar di mailing list yang sudah disediakan Id-Folding Bike. Sebenarnya komunitas ini bisa dibilang bukan club ‘murahan’. Bagaimana tidak? Jika Anda mengacu pada harga Sepeda Lipat yang digunakan. Harga Sepeda Lipat paling murah berkisar Rp. 500 ribu dan yang paling mahal Rp. 15 juta. Namun demikian, komunitas Id-Folding Bike tidak membatasi background anggotanya, namun kebanyakan anggotanya merupakan pekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyaknya anggota komunitas Id-Folding Bike tentunya semakin banyak merek Sepeda Lipat yang digunakan. Sebut saja Dahon, Strida, Birdy, Tikit, United, Polygon, Hasa, serta Brompton. Namun merek yang mendominasi komunitas ini adalah Dahon. Berbeda dengan Sepeda motor dan mobil, perawatan Sepeda Lipat ini memang sangat mudah dan tidak memerlukan banyak biaya. Anggota Id-Folding Bike hanya perlu mengecek rantai dengan pemberian pelumas secara berkala, selain itu penyetingan berkala terhadap perpindahan gigi, serta brake pad (karet rem) juga sangat perlu perhatian lebih karena menyangkut keselamatan pengendara. Jika Anda tertarik untuk menjadi bagian dari komunitas ini atau kepingin tahu lebih jauh seputar Id-Folding Bike, silahkan kunjungi milist-nya di: id-foldingbike@yahoogroups.com atau &lt;a href="http://www.idfoldingbike.com/"&gt;www.idfoldingbike.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama Komunitas: Id-Folding Bike&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdiri: 11 Maret 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendiri: Azwar Hadi Kusuma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wakil Ketua: Aldrin N&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bendahara: Mia Arial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jumlah Anggota: 985&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merek Sepeda: Dahon, Strida, Birdy, Tikit, United, Polygon, Hasa, Brompton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Motto: Don’t Limit Your Possibilities&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-5813644006159331382?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/5813644006159331382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/id-folding-bike-lebih-sehat-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/5813644006159331382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/5813644006159331382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/id-folding-bike-lebih-sehat-dengan.html' title='Id- Folding Bike: Lebih Sehat Dengan Sepeda Lipat'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/Sjt9M5VwomI/AAAAAAAAAC0/qv5rrZaGtEs/s72-c/ZX2U3204.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6351907835136384605</id><published>2009-06-19T03:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T06:14:47.191-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feature'/><title type='text'>Menemukan Kembali Yang Pernah Menjadi Kebanggaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjtswQPeMgI/AAAAAAAAACs/vo3UiKXnusA/s1600-h/8a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 398px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjtswQPeMgI/AAAAAAAAACs/vo3UiKXnusA/s400/8a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348988558681977346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bersusah payah mencari dan menemukan sesuatu yang sangat dicintai adalah hal yang terkadang menjemukan namun menyimpan sejuta harapan, terkadang pula dihinggapi rasa keputusasaan. Itulah yang pernah dialami Margiono, selama kurang lebih lima tahun mencari motor kesayangannya. Motor yang menjadi sahabat dalam susah dan senang, motor yang setia mengantarkan menuntut ilmu hingga mencapai karirnya. Selalu mengalir dari hulu ke hilir, yang akhirnya bertemu dengan motor kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada saat duduk di kelas 1 SMP, sekitar tahun 1975, Margiono mendapatkan hadiah dari ibunya sebuah motor Yamaha Autolube V75. Hadiah yang diperoleh Margiono setelah ibunya menjual perhiasan emas seberat 2 ons, pada waktu itu dihargai sekitar dua ratus ribu rupiah. Dan untuk membeli Yamaha Autolube V75 idaman Margiono, ibunya harus menambah lagi sejumlah uang kira-kira lima puluh ribu rupiah. Akhirnya Yamaha V75 ada di tangan Margiono, sebagai hadiah dari ibunda tercinta karena bisa membuktikan prestasi belajarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada waktu itu, di desa Margiono, desa Krajan, Banyubiru, Kecamatan Ambarawa  belum banyak pemilik sepeda motor seperti yang dia punya. Sepeda motor adalah barang mewah bagi penduduk desa pada waktu itu. Margiono sejak awal telah jatuh cinta dengan motor Yamaha karena selain bentuk dan desainnya, mesin dan performa Yamaha yang bandel telah melekat di hati Margiono, sehingga Yamaha menjadi kendaraan idaman hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari semenjak duduk dibangku SMP sampai kuliah motor ini selalu menjadi teman di perjalanannya. Selepas SMA Margiono melanjutkan kuliah di UKSW, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, mengambil Fakultas Hukum. Motor inipun selalu setia menemani perjalanan studinya hingga selesai. Setiap hari Margiono selalu membawa motor ini untuk mengantarkannya ke kampus. Seringkali motor ini dipinjam oleh teman-temannya, dan tidak diisi bensin lagi hingga pada suatu saat ia pernah kehabisan bensin ketika pulang dari kuliah. Jarak rumah menuju tempat kuliah sekitar dua puluh kilometer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah menyelesaikan kuliahnya di UKSW, Margiono kemudian bekerja pada sebuah bank swasta di kota Semarang. Motor kesayangannya ditinggalkan di rumah, untuk dipakai adiknya yang pada waktu itu masih sekolah. Suatu ketika Margiono pulang ke Ambarawa, sesampainya di rumah Margiono sangat kaget, sedih dan kecewa, karena tidak melihat motor kesayangannya. Usut punya usut motor itu telah dijual adiknya untuk ditukarkan motor merk lain. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1995. Karena kecintaannya pada motor itu, semenjak mengetahui motor itu telah dijual dan ditukar, dengan merk lain, ia berusaha mencarinya kembali untuk menebusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebetulan Margiono memiliki seorang kawan di Samsat Ambarawa,  ia berpesan jika ada motor Yamaha V75 warna hitam dengan nomor polisi H 4315 C dengan tanggal batas akhir pajak 26 Desember supaya diblokir sementara waktu. Bermaksud untuk bisa menemui pemakainya dan menebusnya kembali. Tidak ada kabar berita dengan motor itu selama beberapa tahun. Hal yang membuat Margiono resah adalah ketika kawan Margiono di Samsat Ambarawa mengatakan tidak ada perpanjangan pajak untuk motor itu setiap tahunnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak kurang akal, Margiono meminta informasi kepada tukang-tukang ojek yang mangkal di pertigaan dekat rumahnya dan berpesan jika ada motor Yamaha V75 warna merah dengan nopol H 4315 C untuk segera menghubunginya. Tidak hanya itu, ia juga berkeliling ke beberapa makelar motor, dealer-dealer jual beli motor di seputar Ambarawa, Salatiga, dan Ungaran. Tetapi semuanya nihil, motor yang menjadi kesayangannya itu belum berhasil ia temukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pencarian yang hampir tak berujung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bertahun-tahun ia mencari tetapi tak juga mendapatkannya, kabarnya pun tidak terdengar sama sekali. Margiono putus asa dalam pencariannya. Hingga pada suatu siang disaat ia libur, datang seorang yang belum pernah ia kenal. Orang itu datang untuk meminjam KTP Margiono dengan alasan memperpanjang sepeda motor. Margiono berpikir Pak Solimin, orang yang meminjam KTP itu. Meminjam KTP untuk keperluan memperpanjang sepeda motor Yamaha yang lain yang sempat Margiono miliki dan telah dijual. Ketika ditanya mengenai motor apa yang akan diperpanjang, ternyata Pak Solimin mengatakan bahwa ia akan memperpanjang motor Yamaha V75. Margiono gembira bukan main ketika mendengarnya, tetapi ia berusaha untuk tidak memperlihatkan kegembiraannya itu pada Pak Solimin. Pak Solimin menceritakan kalau Yamaha V75 itu telah berpindah tangan hingga lima kali, dan beberapa tempat, motor itu pernah dibeli orang Boyolali, kemudian berpindah tangan ke orang Payaman, Grabag, Magelang. Pak Solimin membeli motor ini dari orang yang tinggal di daerah Simo, Boyolali. Pak Solimin menceritakan kalau ada orang yang ingin membelinya, dan menawarnya dengan harga satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah, karena harga belum cocok, maka ia memutuskan untuk tidak menjualnya ia berharap mendapat laba dua ratus lima puluh ribu rupiah, dari harga motor yang sewaktu ia beli, satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah. Keinginan Pak Solimin itu akhirnya diwujudkan oleh Margiono, dengan kebingungan Pak Solimin menanyakan maksud Margiono. Ia datang mau meminjam KTP, tetapi mengapa motor yang akan diperpanjang pajaknya akan dibeli?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesaat kemudian setelah diajak ngobrol kesana kemari, Margiono minta diantar oleh Pak Solimin untuk mengambil motor tersebut. Sesampai di tempat pak Solimin dilihatnya motor itu masih dalam kondisi dan keadaan yang baik. Hanya pajak yang tidak diperpanjang selama lima tahun. Kemudian Margiono menceritakan apa yang membuatnya membeli motor itu. Tahun 2000 dimana Margiono dipertemukan kembali dengan motor kesayangannya. Pencarian selama lima tahun itu akhirnya telah membuahkan hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sepulang dari tempat pak Solimin, Margiono membawa motor itu ke rumah ibunya. Tangisan haru seorang ibu, melihat si bebek merah Yamaha V75 kesayangan anaknya kembali. Motor yang dibeli seharga dua ratus lima puluh ribu rupiah. Motor yang sering kali dipakai Margiono mengantar ibundanya ke pasar di Ambarawa untuk membeli keperluan toko yang dikelola ibunya saat itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengalir seperti air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Motor itu sekarang selalu terawat ditangan Margiono, orisinalitasnya motor itu masih dijaga baik. Meskipun tua, motor itu nampak sehat dan sering dipakai Margiono untuk refreshing melepas penat dari kesibukan kesehariannya mengelola Koperasi Simpan Pinjam Pandu Lestari miliknya. Koperasi yang telah dikelolanya sepuluh tahun terakhir ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak kenangan suka maupun dan duka yang pernah ia jalani bersama motor kesayangannya itu. Mengalir seperti air adalah filosofi hidup Margiono. Suami dari Eni Setyowati dan ayah dari Intan Margiwati Puspitayani putri tunggalnya. Margiono adalah seorang yang fanatik dengan motor Yamaha. Dirumahnya masih ada dua koleksi motor varian Yamaha matic yaitu Mio Sporty dan Mio Soul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adalah keinginan Margiono untuk tetap tinggal di pedesaan, masih bisa menghirup segarnya udara dan lebih dekat dengan alam. Pemilik kebun duren dan sawah ini ingin memiliki motor trail Yamaha, kendaraan yang bisa ia pakai untuk memeriksa kebun duren atau sawahnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Margiono selalu berpesan kepada keluarganya, jika kelak anak cucunya jangan sampai ada yang menukarkan atau menjual motor kesayangannya itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yamaha V75 itu adalah sebagian dari sejarah hidupnya, motor kebanggaan yang merupakan satu simbol dari dimulainya langkah-langkah kecil hingga mampu berlari menuju cita-cita hidup seorang Margiono saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6351907835136384605?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6351907835136384605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/menemukan-kembali-yang-pernah-menjadi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6351907835136384605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6351907835136384605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/menemukan-kembali-yang-pernah-menjadi.html' title='Menemukan Kembali Yang Pernah Menjadi Kebanggaan'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjtswQPeMgI/AAAAAAAAACs/vo3UiKXnusA/s72-c/8a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-3650912341708547496</id><published>2009-06-15T05:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T05:12:00.745-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips and Ride'/><title type='text'>Salah Pilih Oli Mesin Merintih</title><content type='html'>Oli ibarat  darah dalam tubuh kita. Seperti itulah fungsi oli bagi kendaraan Motobikers. Setiap oli disesuaikan dengan kapasitas volume dan kebutuhan mesin. Semakin kental oli berarti tingkat kebocoran akan semakin kecil,tapi beban kerja  pompa oli akan semakin berat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oli berfungsi untuk melapisi dan memisahkan dua permukaan logam yang saling bergesekan. Sehingga tingkat keausan logam dapat dikurangi, sekaligus mendinginkan mesin. Fungsi lainnya mengangkut kotoran elemen logam. Kotoran tersebut akan disirkulasikan ke filter oli, sehingga mesin tetap bersih. Oli juga mampu memaximalkan kompresi serta  menjaga tekanan mesin supaya konsumsi bahan bakar tetap irit dan mesin menjadi bersih.&lt;br /&gt;Bahan dasar oli adalah minyak mentah yang menghasilkan cairan base oil yang ditambahkan zat aditif. Zat ini berfungsi sebagai pelapis dinding silinder sehingga melindungi mesin pada saat start dan mencegah  timbulnya karat. Zat inipun mampu melindungi mesin motor meski mesin tersebut tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. Di samping itu zat ini berfungsi sebagai detergent yang melarutkan kotoran sisa pembakaran. Alhasil, kotoran tersebut dapat terbuang ketika oli diganti. Perhatikan saat Motobikers  mengganti oli. Oli yang keluar berwarna hitam kan? Itu berarti fungsi zat aditif bekerja  dengan baik karena mampu melarutkan kotoran logam dalam mesin.&lt;br /&gt;Untuk itu MotoDream mengajak Motobikers berpetualang mengenal oli. Yuk, mariii….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SAE (Society of Automotive Engineers)  &lt;br /&gt;Adalah kode pengenal oli, selanjutnya angka yang mengikuti di belakangnya berarti tingkat kekentalan oli. Semakin besar angka di belakangnya berarti semakin kental oli tersebut. Contoh SAE 10W – 40 / SAE 15W – 50.&lt;br /&gt;Huruf  W  berarti Winter atau suhu dingin, jadi SAE 10W – 40 berarti oli tersebut memiliki kekentalan pada suhu dingin 10 dan pada suhu panas 40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perbedaan  Oli  untuk  Bahan Bakar Bensin dan Diesel&lt;br /&gt;Cara membedakan jenis oli bahan bakar bensin dan diesel rupanya sangat mudah. Pertama oli untuk bahan bakar bensin ditandai dengan huruf   “ S “. Sedangkan oli untuk bahan bakar diesel ditandai dengan  huruf “ C “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kualitas Oli &lt;br /&gt;Kualitas oli ditentukan dengan kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh huruf berikutnya. Contoh API : SL&lt;br /&gt;Huruf “S” sebagai tanda  pelumas mesin untuk  bensin. Huruf “L” sebagai tanda nilai kualitas oli      &lt;br /&gt;Semakin mendekati huruf Z berarti mutu oli semakin baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kode dan Ciri &lt;br /&gt;Kode dan ciri oli biasanya terdiri dari 2 huruf. Pertama kode ‘S’ sebagai pelumas mesin untuk bensin dan ciri huruf A-Z dibelakang huruf ‘S’ sebagai kode mutu oli. Semakin mendekati huruf Z maka semakin baik mutu oli tersebut. Contoh;&lt;br /&gt;SM= untuk mesin kendaran tahun  &gt; 2004&lt;br /&gt;SL= untuk mesin kendaraan tahun &gt; 2001&lt;br /&gt;SJ= untuk mesin kendaraan tahun  2001 dan sebelumnya&lt;br /&gt;SH= untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya  &lt;br /&gt;SG= untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya&lt;br /&gt;SF= untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya&lt;br /&gt;SE= untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya &lt;br /&gt;SD= untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya&lt;br /&gt;SC= untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya&lt;br /&gt;SB dan SA = sudah tidak direkomendasikan lagi.  &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;5. Periode Ganti Oli&lt;br /&gt;Umumnya oli mesin diganti setiap 5.000 km, tetapi tergantung dengan kualitas oli, semakin baik kualitas oli maka semakin panjang umur pemakaiannya, bahkan ada yang bisa sampai 10.000 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Usia Oli&lt;br /&gt;Untuk kendaraan yang jarang di pakai, otomatis kilometer kendaraan akan relatif sedikit. Meskipun begitu sebaiknya penggantian oli tidak melebihi satu tahun. Jadi ganti oli lama dengan oli baru meskipun kilometer kendaraan belum mencapai 5.000 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Gunakan Oli Yang Sama&lt;br /&gt;Penggantian oli sebaiknya menggunakan merk dan spek oli yang sama, mengingat setiap merk oli mengandung zat aditif yang berbeda – beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Flush&lt;br /&gt;Bila memang  hendak mengganti merk oli ada baiknya dilakukan flushing atau dengan membersihkan bagian dalam mesin dengan menyemprotkan udara melalui kompresor, saat ini sudah banyak dijual cairan untuk flushing, jangan lupa ganti juga filter oli.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-3650912341708547496?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/3650912341708547496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/salah-pilih-oli-mesin-merintih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3650912341708547496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3650912341708547496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/salah-pilih-oli-mesin-merintih.html' title='Salah Pilih Oli Mesin Merintih'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1950625522876255068</id><published>2009-06-15T05:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T05:08:26.570-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hangout'/><title type='text'>Galeri Café: Tenangkan Pikiran di Galeri Cafe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY5sT8x5zI/AAAAAAAAACk/uTOPyZ5dOBA/s1600-h/ZX2U8570.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY5sT8x5zI/AAAAAAAAACk/uTOPyZ5dOBA/s320/ZX2U8570.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347525040981272370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan dan rutinitas sehari-hari membuat kita suntuk dan lelah pada diri sendiri. Makanya, buat Motobikers sesekali butuh tempat hang out yang nyaman dan penuh ketenangan. Kalau Motobikers menyambangi café atau restoran di dalam mall, yang pertama terbayang adalah susah cari parkiran. Apalagi tempat parkir sekarang semakin penuh dan sesak ditambah lalu lalang pengunjung disana-sini. Namun semua itu tidak akan terjadi lagi pada Motobikers ketika mengunjungi Galeri café.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Café dan Resto yang berada dikawasan Taman Ismail Marzuki – Cikini ini memang ahlinya untuk kepuasan dan kenyamanan pengunjung. Areal parkiran yang luas, ditambah lokasi yang sejuk dengan pelayanan yang optimal dan bersahabat menambah nilai plus resto yang berkonsep campuran modern dan tradisional itu.&lt;br /&gt;Saat menginjakkan kaki café ini, dijamin Motobikers merasakan suasana yang cozy, rileks dan sejuk. Cukup untuk mendinginkan otak yang sudah over heat akibat pekerjaan atau tugas-tugas kuliah. Ditambah dengan live musik yang tersaji persis didalam ruangan resto menambah nikmat saat Motobikers menyantap sajian makanan dan minuman khas Galeri Café. Ade Kurniawan sang pengelola mengaku selalu mengutakanan kepuasan dan kenyamanan pengunjung. Itu didapat bukan hanya dari desain ruangan, namun juga hidangan yang bisa Motobikers nikmati kapan saja.&lt;br /&gt;Resto ini cocok untuk Motobikers yang ingin menikmati berbagai makanan dan minuman ala Indonesia dan Western. Cicipi menu ala carte Bebek Speciality, Shabu-shabu, Steak, Nasi Bakar dan sebagainya. Sementara untuk pelepas dahaga Galeri menyajikan Galeri Exotic dan Blue Ocean. “Siapa saja bisa datang kesini. Soal harga kami relatif dan kompetitif. Yang jelas bukan hanya sajian makanan dan minuman, kami mengutamakan kepuasan lewat tempat yang sangat nyaman dan tenang,” ujar lelaki kelahiran Karawang, Jawa Barat.&lt;br /&gt;Terbukti, harga makanan dan minuman di café itu memang kompetitif dan relatif terjangkau. Untuk hidangan dibanderol dengan harga mulai Rp. 10.000 hingga Rp. 140.000,- sementara aneka minuman mulai dari Rp. 7000 hingga Rp. 25.000,-.&lt;br /&gt;Ternyata Galeri café bukan hanya untuk hang out atau sekedar melepas penat setelah beraktivitas seharian. Café ini juga bisa dijadikan tempat meeting, gathering, hingga resepsi pernikahan. Khusus untuk meeting, Galeri selalu kebanjiran tamu setiap minggunya.&lt;br /&gt;Melihat perkembangan café yang terus meningkat, Ade berniat untuk melakukan ekspansi. Diantaranya adalah kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Lokasi ini menjadi bidikan Galeri Café pelebaran usaha selanjutnya. Walau masih dalam tahap perencanaan, namun niat itu sudah direncanakan secara matang jauh-jauh hari. Jika kelak jadi membuka cabang, Ade Kurniawan tetap akan mengusung konsep sama dengan Galeri Café saat ini.&lt;br /&gt;“Ide untuk membuka cabang memang sudah ada, namun kapan pastinya masih dalam tahap pembahasan. Yang jelas saya masih fokus membesarkan dan memajukan Galeri café ini,” imbuh Ade Kurniawan yang punya hobi motor besar.&lt;br /&gt;Jadi, jika Motobikers ingin mengunjungi tempat santai dan penuh ketenangan, ditambah dengan sajian menu Western dan Indonesia. Silahkan kunjungi Galeri café yang selalu ramai dipadati pengunjung setiap Jum’at dan Sabtu, dikawasan TIM, Cikini Jakpus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galeri Café&lt;br /&gt;Makanan Motobikerslan: Bebek Special, Shabu-shabu, Steak, Nasi Bakar.&lt;br /&gt;Minuman Motobikerslan: Galeri Exotic, Blue Ocean&lt;br /&gt;Harga Makanan: mulai Rp. 10 ribu – Rp. 140 ribu&lt;br /&gt;Harga Minuman: mulai Rp. 7000 – Rp. 25 ribu&lt;br /&gt;Buka: Senin – Kamis pukul 09.00-23.00&lt;br /&gt;      Jum’at – Sabtu pukul 09.00 - 00.00&lt;br /&gt;Alamat: Komplek Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No.73&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1950625522876255068?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1950625522876255068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/galeri-cafe-tenangkan-pikiran-di-galeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1950625522876255068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1950625522876255068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/galeri-cafe-tenangkan-pikiran-di-galeri.html' title='Galeri Café: Tenangkan Pikiran di Galeri Cafe'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY5sT8x5zI/AAAAAAAAACk/uTOPyZ5dOBA/s72-c/ZX2U8570.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-7051106963513508251</id><published>2009-06-15T04:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T05:04:10.011-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hangout'/><title type='text'>Resto Taman Hek: Nuansa Pedesaan di Pinggiran Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY4oZozXbI/AAAAAAAAACc/kglR26EnCRo/s1600-h/ZX2U8781.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY4oZozXbI/AAAAAAAAACc/kglR26EnCRo/s320/ZX2U8781.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347523874276990386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hmmm…enak rasanya setelah beraktifitas seharian lalu nongkrong di café atau resto. Terlebih lagi jika resto tersebut punya suasana yang alami, nuansa bersahabat ditambah desainnya yang mirip sekali dengan bumi Priangan di Jawa Barat. Bedanya lagi, karakter resto seperti ini jarang ditemui di kota besar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika anda jeli, ada satu resto yang sangat nyaman dan memiliki konsep pedesaan layaknya di kawasan Puncak atau Sukabumi. Ya, Resto Taman Hek namanya. Dengan mengusung konsep alam, resto ini memang layak di jadikan alternatif untuk rileks sembari meregangkan otot yang kaku selama bekerja. Resto yang beralamat di Jalan Raya Bogor km 21, Jakarta Timur itu merupakan lokasi santai yang sangat komplit. Baik untuk hidangan, minuman hingga hiburannya. Menunya super komplit, mulai nasi timbel, bakso, mie ayam, gado-gado hingga gurame asam manis tersaji disana. Minumannya pun sangat variatif, ada wedang ronde, teh poci sampai susu jahe. Soal harga, resto ini memang benar-benar terjangkau. Harga makanan dipatok dari Rp. 3.500 hingga 60 ribu. Sementara minuman mulai Rp. 1.500 hingga Rp. 25 ribu.  “Kami memang menerapkan konsep resto untuk kalangan middle-up, namun soal harga resto Taman Hek bisa dikatakan paling murah dikelasnya. Selain itu, pengunjung juga dimanjakan dengan live music disamping suasananya yang sangat alami dan segar,” terang Ika, salah satu staf karyawan resto Taman Hek.&lt;br /&gt;Resto ini terletak dipinggir jalan, persisnya setelah melewati pertigaan lampu merah Hek, Jakarta Timur. Sekilas memang tidak nampak resto dengan konsep pedesaan disana. Namun jika Motobikers masuk kedalam dan menuruni anak tangga, suasana alam akan sangat terasa. Pohon-pohon rindang nampak mengelilingi saung mungil yang bisa menampung empat hingga enam orang. Ditengah-tengah terdapat kolam yang dikelilingi pagar bambu. Sementara persis didepan, nampak berdiri panggung untuk pertunjukan live music. Hamparan rumput hijau nampak mengelilingi jalan setapak menuju saung yang berjejer rapi. Suasana itu menambah kesan asri dan nyaman untuk pengunjung yang datang. &lt;br /&gt;Karena harga yang ditawarkan relatif terjangkau, tak jarang diantara beberapa pengunjung merupakan pelajar yang sengaja berkunjung untuk mengisi perut dan santai sejenak. Resto milik A. Brahmana ini setia menunggu pelanggan mulai hari Senin Hingga Minggu, buka pukul 11.00 dan tutup pukul 23.00. Karena terbilang jarang resto dengan konsep alami bernuansa pedesaan di pinggiran Jakarta, tak heran jika jumlah pengunjung dalam satu hari mencapai 100 orang. “Jumlah pengunjung lumayan banyak, satu hari bisa sampai 100 orang. Mungkin selama ini orang bosan dengan resto yang serupa dengan konsep modern. Makanya Taman Hek hadir dengan konsep alami dan sajian menu yang disesuaikan dengan daerah pedesaan juga,” tambah perempuan yang sudah tiga tahun bekerja di resto ini.    &lt;br /&gt;Ternyata, resto dengan suasana alami berkonsep pedesaan itu tidak hanya bisa dinikmati oleh pengunjung biasa. Tak jarang, resto Taman Hek juga dijadikan tempat meeting dan launching beberapa produk. Bahkan, dengan ongkos Rp. 3 juta, resto ini bisa disulap untuk menggelar resepsi pernikahan. Namun itu belum termasuk sewa pelaminan, tenda serta hidangan. Taman Hek juga menyediakan camilan atau dessert untuk pengunjung berupa pisang penyet dengan taburan keju dan coklat, mix fruits, salad sayur dan buah, pisang bakar karamel, pisang aroma, callamary serta ice cream.&lt;br /&gt;Jadi, buat Motobikers yang rindu dengan kampung halaman namun tak sempat pulang. Resto Taman Hek jadi tempat untuk membayar kerinduan itu. Dengan suasana mirip pedesaan dijamin Motobikers bisa betah bersama teman maupun keluarga makan dan menikmati tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama: Resto Taman Hek&lt;br /&gt;Menu andalan: Gurame asem manis, Nasi timbel komplit, tempe mendoan&lt;br /&gt;Minuman andalan: Teh poci, susu jahe&lt;br /&gt;Buka: Senin – Minggu (pukul 11.00-23.00) &lt;br /&gt;Pemilik: A. Brahmana&lt;br /&gt;Alamat: Jalan Raya Bogor KM 21, No. 17 Jakarta Timur 13830&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-7051106963513508251?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/7051106963513508251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/resto-taman-hek-nuansa-pedesaan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/7051106963513508251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/7051106963513508251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/resto-taman-hek-nuansa-pedesaan-di.html' title='Resto Taman Hek: Nuansa Pedesaan di Pinggiran Jakarta'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY4oZozXbI/AAAAAAAAACc/kglR26EnCRo/s72-c/ZX2U8781.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-6956560723941192938</id><published>2009-06-15T04:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T04:59:15.754-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Of The Month'/><title type='text'>Indro Warkop: Ikut Peduli Safety Riding</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY3bR_C_2I/AAAAAAAAACU/cWlcA1l03tc/s1600-h/INDRO-WARKOP1-dok-BI.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY3bR_C_2I/AAAAAAAAACU/cWlcA1l03tc/s320/INDRO-WARKOP1-dok-BI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347522549372878690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengendarai Moge tentunya hal yang menyenangkan.  Seperti Indro Warkop. Pemilik nama lengkap Drs. H. Indrojoyo Kusumonegoro ini selalu mengenakan motor gede koleksinya kemanapun  pergi. Personil Warkop memang terlahir dari keluarga pecinta moge dan Ingin melanjutkan hobby yang ditekuni  sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil Indro memang berbeda dari anak-anak lain seusianya. Ketika anak-anak lain kepingin dibelikan mainan oleh orang tuanya. Indro lebih memilih sebuah motor Harley dari hasil keringatnya sendiri. Impiannya itu baru terwujud nyata saat  menginjak usia 18 tahun yang didapat dari uangnya sendiri. &lt;br /&gt;Menurut Indro, banyak hal yang menarik dan dirasakan begitu berbeda saat mengendarai moge. Aliran adrenalin yang begitu cepat, “Disini kita mesti mengenal yang namanya safety riding,karena meng-handle motor ini kan enggak gampang karena harus konsentrasi yang tinggi. Udah gitu, motor Harley Davidson ini enggak bisa dibawa pelan. Itu juga salah satunya yang menjadi kenikmatan tersendiri,” terangnya. &lt;br /&gt;Hingga kini, Indro telah mengoleksi enam buah motor Harley Davidson dengan berbagai macam Tipe. Dari keenam Moge yang dimilikinya itu, ada satu yang menjadi favoritnya. Yaitu Harley bertenaga 750 cc dengan dengan bobot 300 kg. Indro mengatakan Harley bukan hanya sebuah merk motor saja, tapi moge yang sudah digeluti sejak 33 tahun ini, sudah menjadi bagian dari hidupnya. ”Harley itu, kalau wawasan sedikit saja kita enggak ngikutin. Kita pasti ketinggalan. Selain itu Harley sama dengan pengetahuan dan saya disini hanya kepingin tahu bagaimana sih cara berkendara dengan benar,”jelas Indro Warkop.&lt;br /&gt;Pria kelahiran Purbalingga, 5 Mei 1958, Jawa Tengah ini mengaku kerap meluangkan waktunya bersama teman-teman melakukan touring ke seantero Indonesia. Hampir semua daerah telah dikunjunginya. Bahkan sampai ke luar negeri. ”Kenapa daerah menjadi pilihan utama? Karena Jakarta kurang safety untuk mengendarai moge. Sekarang jalur lalu lintasnya begitu padat. Makanya  pilih daerah supaya bisa saya nikmati saat mengendarai moge,” terang Indro saat dihubungi Motodream melalui ponsel.&lt;br /&gt;Biasanya, pecinta moge akan mempersiapkan budget khusus untuk merawat motor kesayangannya itu. Namun enggak begitu dengan Indro, dia mengaku enggak butuh budget khusus karena moge dianggapnya sebagai motor yang awet. ”Untuk ganti aki yang biasanya orang bisa  setahun, malahan aku bisa sampai 5 tahun. Dan aki motorya enggak perlu dilepas dari motornya. Kan cukup hemat tuh, kalau untuk aksesoris pastilah ada karena ingin tampil beda dengan yang lain. Dan kalau sudah hobby, uang bukanlah hal yang menjadi kendala untuk biaya perawatan moge ini. Jadi istilahnya kalau orang rajin mandi, makannya teratur pokoknya, motor tetap sehat dan enggak ngerorong deh. Jadi dalam perawatan uang bukanlah perihal pertama menjadi kendala,” ungkap Indro Warkop.  &lt;br /&gt;Sampai saat ini, meski telah memiliki 6 unit motor Harley Davidson, Indro masih kepingin menambah koleksinya lagi. Salah satunya adalah motor jenis Ultra Classic yang memang khusus untuk touring. Boleh dibilang seleb senior yang satu ini selain maniak Harley, juga telah banyak memberikan sumbangsihnya terhadap masyarakat. ”Selain jadi relawan menjadi pengatur lalu lintas, kegiatan positif bersama club telah banyak yang kita lakukan. Ya, seperti sekarang ini aku diminta menjadi penasehat club motor dari yang besar sampai yang kecil, salah satunya memberi contoh bagi masyarakat bagaimana cara berkendara yang benar, safety riding. Bahkan sampai kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-6956560723941192938?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/6956560723941192938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/indro-warkop-ikut-peduli-safety-riding.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6956560723941192938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/6956560723941192938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/indro-warkop-ikut-peduli-safety-riding.html' title='Indro Warkop: Ikut Peduli Safety Riding'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY3bR_C_2I/AAAAAAAAACU/cWlcA1l03tc/s72-c/INDRO-WARKOP1-dok-BI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1300121763524209261</id><published>2009-06-15T04:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T04:55:13.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know'/><title type='text'>Punya Motor Harganya Milyaran, Mau?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY2gKnRH6I/AAAAAAAAACM/HiveTrcZnAw/s1600-h/dodgetomahawkbeach1024xly1%5B.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY2gKnRH6I/AAAAAAAAACM/HiveTrcZnAw/s320/dodgetomahawkbeach1024xly1%5B.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347521533781811106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh terkaget-kaget mendengar cerita tentang harga moge (motor gede) yang sama dengan mobil atau mencapai ratusan juta rupiah. Ternyata, dibandingkan dengan sepedamotor berikut, belum ada apa-apanya. Dari penelusuran berbagai media online, ternyata ada tiga motor termahal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kriteria yang harus dipenuhi moge termahal, dijual secara komersil. Jumlah produksi tidak dibatasi, meski kenyataannya dibuat terbatas atau eksklusif. Syarat lainnya, bisa digunakan dijalanan umum atau street legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DODGE TOMAHAWK V10 SUPERBIKE&lt;br /&gt;Harga : 550.000 dollar AS (Rp. 6.051.000.000,-)&lt;br /&gt;Diperkenalkan pada th.2003 oleh DaimlerChrysler. Waktu itu, tidak disebutkan harganya. Namun, media memperkirakan 250.000 dollar AS. Pasalnya, biaya produksi per unit sebesar 200.000 dollar AS. Namun Allpar.com, situ resmi Dodge yang mengutip kantor berita Reuter menginformasikan, Neiman Marcus membeli 10 unit moge dengan harga satu unitnya 550.000 dollar AS (Rp. 6.051.650.000,-).&lt;br /&gt;Untuk mesin, tidak ada yang bisa mengalahkannya. Kapasitas total mesin 8,3 liter yang terdiri dari 10 silinder dengan konfigurasi V. Mesin ini dicomot dari supercar Dodge Viper yang dibanggakan Chryler pada awal 1990-an.&lt;br /&gt;Diklaim mampu mencapai kecepatan 640 km/jam dengan berat total 680 kg. Keunikannya, punya suspensi idependen 4-roda. Kedua roda depan dan belakang dipasang tandem sehingga konfigurasi rod-rodanya mirip dengan ATV. Akselerasi 0-96 km/jam hanya 2,5 detik (ada yang memperkirakan di bawah 2 detik). Dikabarkan motor ini tidak boleh digunakan di jalan raya umum!. Karena itu pula nasib moge ini sekarang tidak begitu jelas. Tahun lalu mincul tiruannya yang dibuat di Cina. Mesin yang digunakan 150 cc dan ditawarkan dengan harga 1.400 dollar AS  (Rp. 15.575.000). Namanya KMD Tron. Kini juga dijual di Amerika dengan harga 1.180 dollar (13.216.500,-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ECOSSE TITANIUM SERIES RR LILITED EDITION&lt;br /&gt;Harga: 250.000 dollar (Rp. 2.787.500.000,-)&lt;br /&gt;Kehebatan Ecosse Titanium Series RR Limited Edition sehingga dihargai seperti di atas lantaran seluruh sasisnya dibuat dari titanium. Begitu pula dengan kedua knalpotnya. Seluruh bodi dibuat dari serat karbon yang dilapisi dengan pernis. Desainnya dianggap inovatif dan dibuat dalam jumlah terbatas. Bobotnya 400 kg.&lt;br /&gt;Mesin yang digunakan, V2 berkapasitas 2.150 cc, dilengakapi dengan supercharger, intercoleer dan mengunakan sistem injeksi bahan bakar untuk pasokan bahan bakar. Seluruh mesin disepuh dengan krom sehingga penampilannya ekslusif dan mengkilap. Tanaga yang dihasilkan 200 PS denagan torsi 29 kg.&lt;br /&gt;Teknologi lain yang menyebabkan mahal adalah shockbreaker? Ini yang bisa disetel biasanya digunakan untuk siperbike. Rem depan dan belakang menggunakan billet ISR dengan 12 kampas.&lt;br /&gt;Fitur khusus eksklusif lainya, sadel yang empuk dan ergonomis, dapat disetel plus nomor seri yang diukir pada klem stang dan plat nomor. Roda moge ini juga dibuat dari serat karbon yang dilapisi vernis. Tambahan lain adalah aksesori mewah, jam BRM yang dirancang sesuai dengan desain dan warna Ecosse Titanium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MACCHIA NERA CONCEPT BIKE&lt;br /&gt;Harga: 150.000 euro (Rp. 2.357.626.162,-)&lt;br /&gt;Dari namanya sudah diketahui asal usulnya. Motor ini menggunakan mesin pabrikan Italia 998RS. Merupakan karya perancang dan insinyur Italia yang ingin menciptakan motor dengan teknologi sangat hebat, ringan dan mahal. Tujuannya untuk menjadikan motor ini sebagai the ultimate track bike dengan konsep: Indah Sederhana dan Sederhana Indah.&lt;br /&gt;Mesin Testastretta dipasang pada rangka yang dibuat dari logam ringan, yaitu campuran titanium dan alumunium. Dilihat dari samping, rangka Macchia Nera terlihat seperti tali- temali mengikat mesin. Dirancang minimalis sebagai naked bike, tetapi dari segi estetika dinilai mengagumkan.&lt;br /&gt;Motor ini tidak diproduksi secara massal. Namun, bila ingin memilikinya bisa dipesan, Syaratnya, tentu saja menyediakan uang lebih dari Rp. 2,35 miliar. Orang menyebut sepeda motor ini sebagai mainan mahal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1300121763524209261?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1300121763524209261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/punya-motor-harganya-milyaran-mau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1300121763524209261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1300121763524209261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/punya-motor-harganya-milyaran-mau.html' title='Punya Motor Harganya Milyaran, Mau?'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY2gKnRH6I/AAAAAAAAACM/HiveTrcZnAw/s72-c/dodgetomahawkbeach1024xly1%5B.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1299602090945551308</id><published>2009-06-15T04:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T04:51:16.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Safety Riding'/><title type='text'>Kalau Belok Jangan Sampai Keok!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY1oar56zI/AAAAAAAAACE/pBhTasBTQOg/s1600-h/The_Wheelman.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY1oar56zI/AAAAAAAAACE/pBhTasBTQOg/s320/The_Wheelman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347520576023554866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gubraakk!! Sebuah motor bertabrakan dengan sebuah angkot. “Lha? Mas…. lampu merah kok langsung terobos aja?!” Cetus sang supir angkot. “Pas tabrakan aja, langsung salah-salahan,” gerutu pengendara lain yang ikut melihat mobil angkutan kota menyerempet motor, persis disebelah lampu Merah pupar Cakung, Jalan Raya Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pastinya ada saja cerita  kecelakaan di jalan raya yang Motobikers dengar dari teman, tetangga atau bahkan dari  kita  sendiri. Kejadian itu membuat bulu kuduk  berdiri, serem, tragis, enggak tega, ketika melihat korban tergeletak tak berdaya sambil merintih kesakitan.javascript:void(0)&lt;br /&gt;Lantas kalau sudah begini mau nyalahin siapa? Polisi?  UU Lalu Lintas? Produsen motor? Tanyakan dulu pada diri kita sendiri! Apakah kita sudah memahami Safety Riding? Seberapa jauh praktik Safety Riding dijalankan pengguna jalan? Begitu ungkap Eko, wakil koordinator RSA (Road safety Association) yaitu sebuah lembaga independen yang peduli terhadap keselamatan pengendara dan pengguna jalan raya. Eko memaknai tekhnik mengendarai motor yang baik dengan cara mematuhi peraturan lalu lintas. Paling tidak basic safety riding. Misalnya seperti; bagaimana teknis berbelok, menyalip, berhenti yang benar. Seperti apa sih belok yang benar itu, bro Eko?&lt;br /&gt;Menurut PP. No 43 tahun 1993 pasal 59, berbelok artinya gerakan kendaraan dengan maksud keluar dari atau memasuki deretan kendaraan yang sedang diparkir, beralih ke kanan atau ke kiri jalur kendaraan.&lt;br /&gt;Hal- hal yang harus diperhatikan Motobikers ketika  melakukan gerakan membelok adalah seperti ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengamati&lt;br /&gt;Mengamati dengan cara menoleh dan atau dengan mempergunakan kaca spion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beri Isyarat&lt;br /&gt;Sebelum memulai manuver mengubah arah, harus  terlebih dahulu memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah/ sen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tempatkan&lt;br /&gt;Menempatkan posisi kendaraan pada lajur atau bagian mendekati luar lajur jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hentikan Penunjuk Arah Setelah Belok &lt;br /&gt;Ingat Sebelum, Selama, Sesudah peringatan dengan alat penunjuk arah harus di berikan dengan terus menerus SELAMA berlangsungnya manuver berbelok dan SEGERA DIBERHENTIKAN setelah gerakan itu selesai.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; Enggak ribet sebetulnya kalau kita mengaplikasikan Safety Riding, dengan kata lain tak kenal makanya tak sayang. Dan tak sayang makanya ugal-ugalan. Kalau sudah ketilang, tabrakan atau ditabrak, siapa yang rugi? &lt;br /&gt;Nah, ini tugas kita semua sebagai sesama pemakai jalan yaitu melanjutkan PR pemerintah, untuk  taat peraturan lalu lintas di mulai dari diri sendiri. Kemudian virus ini kita sebarkan ke teman –teman pengguna jalan yang lain sesuai PP. No 14 tahun 1992 pasal 59. Ketemu lagi edisi berikutnya. To be continued di rubrik Safety Riding!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan Berdasarkan Wilayah&lt;br /&gt;Wilayah         Jumlah   %&lt;br /&gt;Jakarta Pusat 10 15.15&lt;br /&gt;Jakarta Barat  6  9.09&lt;br /&gt;Jakarta Selatan 36 54.55&lt;br /&gt;Jakarta Timur  6  9.09&lt;br /&gt;Jakarta Utara  4  6.06&lt;br /&gt;Lain-lain  4  6.06&lt;br /&gt;Total         66 100.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban Berdasarkan Jenis Kelamin&lt;br /&gt; Jumlah    %&lt;br /&gt;Pria 35  85.366&lt;br /&gt;Wanita  6  14.63&lt;br /&gt;Total 41 100.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan Berdasarkan Waktu&lt;br /&gt;         Jumlah   %&lt;br /&gt;00.00 - 06.00 12  18.18&lt;br /&gt;06.00 - 12.00 17  25.76&lt;br /&gt;12.00 - 18.00 16  24.24&lt;br /&gt;18.00 - 00.00 21  31.82&lt;br /&gt;Total         66 100.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1299602090945551308?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1299602090945551308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/kalau-belok-jangan-sampai-keok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1299602090945551308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1299602090945551308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/kalau-belok-jangan-sampai-keok.html' title='Kalau Belok Jangan Sampai Keok!'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY1oar56zI/AAAAAAAAACE/pBhTasBTQOg/s72-c/The_Wheelman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-1916453720818178681</id><published>2009-06-15T04:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T04:45:40.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Community'/><title type='text'>Yamaha Palu Community (YPC): Komitmen Kepada Visi Club</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY0W2bEEkI/AAAAAAAAAB8/mKD6YJL0SDU/s1600-h/YPC-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY0W2bEEkI/AAAAAAAAAB8/mKD6YJL0SDU/s320/YPC-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347519174719836738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membangun club motor memang tidak gampang. Perlu visi dan misi yang menjadi “Kontrak Bersama” antara ketua hingga anggota club. Paling tidak itulah yang dialami YPC atau Yamaha Palu Community. Club motor asal Sulawesi Tengah ini rupanya berbagi pengalaman dengan MotoDream.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membangun club motor memang tidak gampang. Perlu visi dan misi yang menjadi “Kontrak Bersama” antara ketua hingga anggota club. Paling tidak itulah yang dialami YPC atau Yamaha Palu Community. Club motor asal Sulawesi Tengah ini rupanya berbagi pengalaman dengan MotoDream. &lt;br /&gt;Komunitas ini lahir pada 6 Juni 2006 yang dibidani Rahmat Yusuf. Pria yang fanatik kepada dunia motor menjadi inisiator untuk mengumpulkan bikers yang ada di kota Palu. YPC adalah ‘rumah’ dan anggota YPC sebagai saudara. Figur Rahmat atau yang biasa dipanggil ‘Kak Amat’ adalah seorang biker yang dipandang oleh komunitas dan club bikers di kota Palu. Amat punya kegiatan lain selain menjadi pengurus YPC. Ia menjadi seorang biker yang sangat menghargai ilmu. Saat ini ia menjadi mahasiswa S2 fakultas Hukum di Perguruan Tinggi di kota Palu. Gelar menuju Magister ini adalah kelanjutan dari gelar Sarjana Hukum yang ia raih sebelumnya.&lt;br /&gt;Motobikers sudah tahu, motto club yang satu ini? YPC punya motto Tertib Lalu-lintas, Anti Narkoba, Cinta Lingkungan dan Peduli Masyarakat. Sosok Rahmat Yusuf kemudian mengamalkan motto tersebut kepada teman-teman bikers yang ada di YPC. Bagi Amat, sebuah club motor yang ingin berkembang, eksis haruslah solid. Dilengkapi dengan komitmen dan rasa memiliki serta punya tujuan visi-misi kedepan. Semua idealisme itu haruslah dimulai dari pemimpin club motor tersebut. Sikap leadership inilah yang akan memberi contoh kepada anggota lainnya.  &lt;br /&gt;YPC terus berkembang dan hingga sekarang memiliki anggota 80 member bikers. Sejak tahun 2006, YPC serius dalam hal rekrutmen anggotanya. Pertama yang YPC cari adalah biker yang memiliki motivasi baik untuk bergabung dengan YPC. Kedua memiliki jiwa kepedulian sosial dan lingkungan. Tentunya yang tak ketinggalan adalah memiliki motor Yamaha dan SIM C. Hingga saat ini ke-80 member di YPC adalah bikers yang memiliki bermacam latar belakang. Ada yang pegawai pemerintahan, karyawan swasta, anggota Polri, wiraswastawan hingga mahasiswa. Satu-satunya yang menyatukan bikers dari perbedaan latar belakang adalah visi misi YPC yang diikrarkan bersama-sama anggotanya. &lt;br /&gt;Sudah cukup banyak aktifitas yang dilakukan YPC sejak pertama kali berdiri tahun 2006. Aktifitas tersebut dibagi 2 yaitu aktifitas internal dan eksternal di luar club. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Touring Adventure YPC ke luar kota Palu, Pelantikan Anggota YPC. Kemudian acara eksternal club yang aktif diikuti YPC adalah turut peran serta dalam kegiatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada 26 April 2008, Hari Bumi 22 April 2007, Hari Lingkungan Hidup 2006 dan HUT RI 17 Agustus setiap tahunnya. YPC juga ikut aktif dalam aktifitas main dealer Yamaha seperti Integrated Campaign selama 2 tahun yaitu tahun 2007 dan 2008. YPC bahkan ikut partisipasi dalam Launching Yamaha Vixion, Mio Soul dan Vega ZR. Hingga kemudian YPC ikut serta dalam kegiatan U Mild U Bikers Safety Race To Asia 2007 dan 2008. Ada lagi aktifitas YPC dalam kegiatan diluar komunitas motor seperti ikut dalam acara Kemah bersama RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Kota Palu. Lalu Kegiatan Penggalangan Dana Korban Bencana Alam serta Aksi Bersih Kota memperingati Hari Bumi 2009 dengan mengampanyekan Stop Global Warming. Semua ini menjadi bagian aktifitas YPC yang tak pernah habis dari tahun ke tahun dan selalu diikuti oleh seluruh anggotanya. &lt;br /&gt;Segala yang terjadi di YPC adalah sebuah komitmen dari sebuah club motor untuk menjalankan visi dan misinya. Seperti ucapan Rahmat Yusuf sang pendiri club, “YPC selalu punya program kegiatan yang dapat menumbuhkan kreatifitas dan inspirasi untuk terus eksis dan menjadi club yang semakin di depan” begitu seru santun pria ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Club Motor: Yamaha Palu Community&lt;br /&gt;Asal: Kota Palu - Sulawesi Tengah&lt;br /&gt;Base Camp: Jl. Sagu No. 46 Telp. 0451 (4761161) Kota Palu&lt;br /&gt;e-mail: ypc.plw.46@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-1916453720818178681?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/1916453720818178681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/yamaha-palu-community-ypc-komitmen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1916453720818178681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/1916453720818178681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/yamaha-palu-community-ypc-komitmen.html' title='Yamaha Palu Community (YPC): Komitmen Kepada Visi Club'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjY0W2bEEkI/AAAAAAAAAB8/mKD6YJL0SDU/s72-c/YPC-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-2109976184209711387</id><published>2009-06-15T04:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T04:41:37.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunitas'/><title type='text'>STUTS (Scooter untuk Semua): Biar Kecil Tapi Banyak Aksinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjYzYgfVJnI/AAAAAAAAAB0/3Ab89UVk_FQ/s1600-h/ZX2U8092.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjYzYgfVJnI/AAAAAAAAAB0/3Ab89UVk_FQ/s320/ZX2U8092.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347518103680263794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu saya melintas di jl. Daan Mogot – Jakarta Barat. Biasanya yang saya temui adalah komunitas bikers. Tapi ada yang beda kali ini. Saya akhirnya berkenalan dengan komunitas yang satu ini. Komunitas ini menamakan STUTS alias Scooter Untuk Semua. Hmm, siapa saja sih mereka ini?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;STUTS adalah komunitas anak-anak scooterist yang anggotanya terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Komunitas ini lahir di Jakarta tahun 2007 silam, STUTS merupakan komunitas bikers independen. Mereka tidak mengenal susunan kepengurusan, karena STUTS terbentuk dari pertemanan sesama pelajar dan mahasiswa yang sama-sama suka nongkrong bareng. “Kami memang sengaja tidak membentuk susunan kepengurusan. Soalnya ribet banget sih. Disini siapa saja bisa jadi ketua,” ujar Ami salah satu scooterist yang juga seorang pelajar SMU di bilangan Cengkareng, Jakarta Barat.&lt;br /&gt;Walau masih berstatus pelajar dan mahasiswa, untuk urusan sosial jangan pernah ragukan. STUTS tercatat beberapa kali memberikan donasi saat saudara kita tertimpa musibah. Sebut saja saat jebolnya tanggul Situ Gintung beberapa waktu lalu. Kemudian  kebakaran di daerah Tambora, Jakarta Barat. &lt;br /&gt;Hingga kini, anggota STUTS tercatat berjumlah 25 orang. Walaupun anggotanya hanya sedikit, tapi setiap bulan rajin melakukan touring. Lampung, Tasik Malaya, Pelabuhan Ratu, Bandung, hingga Purwakarta pernah mereka sambangi.&lt;br /&gt;Kesan pelajar dan mahasiswa yang belakangan ini identik dengan bolos dan ‘ngeceng’ di mall seketika sirna ketika saya ngobrol-ngobrol dengan awak STUTS. Anggotanya nampak ramah dan kesan kekeluargaan selalu mereka ciptakan saat bertemu dengan siapapun. &lt;br /&gt;Namun tak jarang mereka juga kerap dilecehkan dan diabaikan karena predikat negatif yang kadung melekat. Untuk mengikis kesan itu, mereka selalu berusaha saling menolong dan membantu scooterist dan bikers lain yang sedang kesusahan. Dan puncaknya tentu saja dengan mengadakan bakti sosial. &lt;br /&gt;STUTS merupakan gabungan dari pelajar I Cengkareng, Al Kamal (Kedoya – Jakarta Barat) dan mahasiswa STT PLN (Cengkareng – Jakarta Barat). Walau berbeda jenjang pendidikan namun jangan pernah ragukan soal kekompakan, solidaritas dan rasa persaudaraan. “Mungkin itu kali yang membuat STUTS tetap eksis. Walau beda sekolah namun kami enggak pernah salah paham atau bentrok karena masalah jenjang pendidikan. Didalam komunitas ini, kami sudah seperti saudara sendiri,” lanjutnya yang ditemui bersama komunitas STUTS di bilangan Kembangan, Jakarta Barat.&lt;br /&gt;Untuk mempermudah pertemuan antar anggota, areal mall Daan Mogot Baru dijadikan home base STUTS. Jadwal kumpul setiap Sabtu malam pukul 21.00 dan diakhiri pukul 00.00 dengan melakukan konvoi disekeliling mall sebelum membubarkan diri. Sesekali anggotanya melakukan urunan atau ‘kolekan’ uang untuk membantu teman atau sedang ada musibah. Kecil tapi begitu berarti untuk orang yang sedang kesusahan apalagi niat tulus demi solidaritas sesama manusia. Itulah anak-anak STUTS yang peduli sesama. “Memang enggak banyak sih, tapi yang penting niatnya. Walau cuma pelajar namun kita berusaha untuk membantu meringankan beban penderitaan korban yang juga saudara kita itu,” begitu pungkas Ami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Komunitas: STUTS (Scooter Untuk Semua)&lt;br /&gt;Berdiri: 1 Januari 2007&lt;br /&gt;Anggota: 25 orang ( Pelajar SMUN I Cengkareng dan Al Kamal serta STT PLN-perguruan tinggi)&lt;br /&gt;Alamat: Jalan Daan Mogot KM 14 (Mall Daan Mogot Baru)&lt;br /&gt;Touring: Lampung, Pangandaran, Tasikmalaya, Pelabuhan Ratu, Bandung, Purwakarta&lt;br /&gt;Baksos: Situ Gintung, kebakaran Tambora (Jakbar), Tsunami (Aceh), Banjir 2008. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-2109976184209711387?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/2109976184209711387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/stuts-scooter-untuk-semua-biar-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2109976184209711387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/2109976184209711387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/stuts-scooter-untuk-semua-biar-kecil.html' title='STUTS (Scooter untuk Semua): Biar Kecil Tapi Banyak Aksinya'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjYzYgfVJnI/AAAAAAAAAB0/3Ab89UVk_FQ/s72-c/ZX2U8092.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-3213937887333574549</id><published>2009-06-15T04:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T04:32:39.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Dibo Piss: Semangat Perubahan Dari Seorang Anak Muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjYxSv0lFBI/AAAAAAAAABs/WM6JcZp5O50/s1600-h/dibo2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjYxSv0lFBI/AAAAAAAAABs/WM6JcZp5O50/s320/dibo2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347515805693449234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang menyebut nama Firman Abadi, bisa jadi sebagian besar  Slanker tak menggenalnya. Tapi coba sebut nama Dibo Piss? Yep, dijamin  Slanker langsung tahu siapa dia. Pria kelahiran Bukit Tinggi 19 Juni 1972 ini, terlanjur populer dengan sebutan Dibo Piss. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pilihan nama menjadi Dibo Piss seperti sekarang adalah komitmen dari sikapnya yang melawan arus. Sikap melawan arus ini ditunjukan dirinya saat menggunakan nama alias. ”Yang jelas, nama Dibo Piss cuma panggilan saja. Aku  merasa cocok karena pada akhirnya orang banyak mengenalku dengan sebutan itu. Jadi aku anggap nama itu sebagai doa yang selalu dipanggil orang banyak,” paparnya.&lt;br /&gt;Sosok  seperti inilah yang dibawakan sekaligus menjadi citrakan Dibo Piss dalam melakoni profesinya sebagai relawan Dibo Piss. Ayah dari dua Putri Zulfa (4) dan Kanza (5 bulan) ini mengaku mempelajari sebagai seorang relawan sosial secara otodidak. Sejak bulan Juni 2007 Yayasan Relawan Dibo Piss ini berdiri. Saat ini yayasan tersebut mempunyai 30 orang anggota dengan berbagai macam kegiatan dan karya. Semua yang dihasilkan dari yayasan ini untuk menolong masyarakat yang memerlukannya,”Saya jungkir balik  mendirikan yayasan ini. Meski, masih dalam bentuk UKM. Para relawan yang ada disini kita didik mereka sesuai keahlian yang mereka sukai. Hasilnya? Mereka bisa survive,” seru Dibo Piss ‘Sang Relawan’’ ini dengan bangga.&lt;br /&gt;Bagi relawan seperti Dibo, hal yang bermanfaat selalu ditularkan kepada siapapun. Bahkan bagi para anggota di yayasan ini. Diantaranya 5 program yang dijalankan oleh Yayasan ini antara lain belajar membaca Al-Quran, membersihkan masjid-masjid, memberikan santunan kepada Anak yatim, pengurusan SKTM bagi masyarakat dan peminjaman mobil Jenazah milik yayasan Dibo Piss. Aktifitas inilah yang hingga kini rutin dijalankan. Sempat terbesit satu harapan darinya tentang generasi muda Indonesia. ”Dalam pemikiranku, dan mungkin bagi pemikiran generasi muda yaitu bisa memanfaatkan hidupnya untuk melakukan hal-hal yang berguna. Rasa bangga akan ada dan kebanggan saya adalah kebanggan kawan-kawan juga. Tanpa bantuan kawan-kawan kebanggaan itu rasanya enggak akan ada,” ujar Dibo yang juga alumni STM Negeri I Boedi Oetomo angkatan1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpolitik Demi Generasi Muda &lt;br /&gt;Sedikit beralih haluan ke dunia politik. Dibo Piss yang hingga kini menjabat sebagai ketua Slankers Jakarta ini mengaku kalau dirinya pernah mencaloni sebagai calon legislatif Independent Dibo Piss untuk Calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah) DKI Jakarta pada Pemilu Legislatif bulan April kemarin. Menurutnya dirinya tertarik menjadi calon anggota DPD mewakili generasi muda karena sudah saatnya generasi muda berbuat untuk membangun DKI menjadi lebih baik. “Jujur saja, maju menjadi calon DPD bukan karena kedekatan dengan siapapun, tapi karena terpanggil dan tetap independen. Berkat dukungan dari teman-temanlah akhirnya saya mau mencalokan diri saya menjadi caleg waktu itu,” jelas Dibo.&lt;br /&gt;Menurut Dibo, untuk menjadi wakil DPD bukan hanya bermodalkan dari ketua umum partai, tapi yang terutama adalah kedekatan dengan masyarakat dan muaranya untuk kepentingan suara hati rakyat, bukan kepentingan suara partai. Sementara visi yang disampaikan Dibo saat menjadi caleg Independen untuk calon DPD saat itu adalah membuat masyarakat menjadi cerdas. &lt;br /&gt;Walau hanya mendapat 76.000 suara dalam pemilu lalu, tapi itu tak membuatnya kecewa,”Saya enggak kecewa. Mungkin itu jalan terbaik yang diberikan yang kuasa untuk saya. Karena manusia hanya berusaha, tapi Allah SWT yang menentukan,” Kilahnya. &lt;br /&gt;Diakhir perbincangan kami,  Dibo mengaku sampai kapanpun akan tetap mempertahankan Yayasan miliknya ini. Bertambahnya usia, serta semakin besar kedua putrinya, membuatnya berpikir realistis. ”Usia tidak bisa dibohongi dan aku juga berkewajiban membesarkan kedua putriku. Untuk itu, kedepannya kami juga tengah melakukan pembuatan proposal untuk bekerjasama dengan beberapa perusahaan, bagaimana caranya mempertahankan Yayasan Dibo Piss yang berfungsi sebagai yayasan kemanusiaan dan sampai kapanpun tetap survive,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-3213937887333574549?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/3213937887333574549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/dibo-piss-semangat-perubahan-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3213937887333574549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/3213937887333574549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/dibo-piss-semangat-perubahan-dari.html' title='Dibo Piss: Semangat Perubahan Dari Seorang Anak Muda'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjYxSv0lFBI/AAAAAAAAABs/WM6JcZp5O50/s72-c/dibo2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-7547016196367233967</id><published>2009-06-12T02:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T05:08:50.817-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biker Community'/><title type='text'>Yamaha MX Club Indonesia (YMCI): Safety Riding Bukan Cuma Teori Bro’…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjIkVH03_AI/AAAAAAAAABc/AKW8vP6D8HQ/s1600-h/P1050569.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjIkVH03_AI/AAAAAAAAABc/AKW8vP6D8HQ/s200/P1050569.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346375652938873858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang membuat club motor punya ciri khas dan nilai-nilai prinsip diantara club motor lainnya? Jawabannya adalah komitmen terhadap perubahan dan perbedaan. Pernah dengar Yamaha MX Club Indonesia atau YMCI? Komunitas inilah yang punya diferensiasi karena komitmennya terhadap kampanye Safety Riding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Komitmen YMCI terhadap Safety Riding sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sejak semula anggota YMCI khususnya chapter Bandung punya ‘kontrak’ bersama diantara sesama anggotanya untuk terus mengkampanyekan Safety Riding. Baginya melihat jumlah kecelakaan motor yang masih ada serta minimnya kesadaran terhadap Safety Riding membuat YMCI melakukan ini, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makanya, di tahap awal YMCI tidak sembarangan dalam proses rekrut anggota. YMCI ini sangat menerima anggota yang punya visi yang sama. Visi Safety Riding inilah yang tertanam kedalam setiap anggotanya. Kesadaran terhadap Safety Riding bukan sekadar komitmen tapi sekaligus prinsip untuk keselamatan pribadi. Tentunya yang tak kalah penting adalah keselamatan orang lain. Puncak keberhasilan visi ini adalah semakin rendah tingkat kecelakaan pengendara motor maupun orang lain.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;YMCI mengakui jika club ini banyak dicibir bikers lain karena persyaratan yang diminta. Bukan persyaratan materi tapi kesadaran terhadap keselamatan dalam berkendara. Anggota YMCI diharuskan mempehatikan setiap detail keselamatan biker. Mulai dari helm minimal model half face, lampu spion yang harus lengkap, jaket motor, sarung tangan dan sepatu boot. “Pernah waktu itu ada anak-anak yang masih muda ingin bergabung. Tapi begitu mendengar persyaratan YMCI yang harus menggunakan spion lengkap akhirnya anak tersebut tak jadi bergabung,” begitu jelas Robert alias ‘Bang Bet’ yang menjadi ketua YMCI chapter Bandung. Namun Bang Bet memahami apa yang terjadi pada anak muda tersebut yang masih jiwa muda dan cenderung berontak terhadap hal yang normatif meskipun itu baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun pernah di cemooh oleh bikers lain karena terlalu ketat terhadap peraturan Safety Riding tapi toh anggota YMCI tidak sendirian. Di dalam club ini sudah ada 44 anggota didalamnya. Meskipun tidak terlalu banyak namun mereka sangat solid dan membangun komunikasi yang konsisten. YMCI biasanya nongkrong di daerah Pasteur – Bandung. Para anggota yang bergabung didalam memiliki beragam latar belakang profesi. Ada yang menjadi pegawai BUMN, ada juga yang menjadi karyawan swasta dan ada punya yang wirausaha seperti jualan kaos dan jaket.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama kali YMCI chapter Bandung – Jawa Barat didirikan di Bandung pada 12 November 2006. Saat itu club ini baru beranggotakan 5 orang yang kesemuanya memiliki Yamaha Jupiter MX. Tidak sekadar persamaan merek motor akhirnya mereka membuat konsensus terhadap visi tentang Safety Riding. Sebagai buktinya, YMCI dipercaya untuk mengawal 130 bikers dari pegawai PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) melakukan touring ke Batu Karas. Aktifitas ini berjalan baik karena hingga akhir touring tidak ada kecelakaan atau “Zero Accident” padahal YMCI hanya menurunkan 13 anggotanya untuk pengawalan ini. Sejak itu YMCI dipercaya PTDI untuk memberikan pengawalan kepada bikers PTDI karena YMCI dinilai punya kemampuan untuk melakukan kampanye Safety Riding kepada bikers lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keberhasilan kampanye Safety Riding yang dilakukan YMCI dibuktikan lagi ketika secara sukarela mengadakan acara Safety Riding di sekolah-sekolah di Bandung. Rahasia keberhasilan YMCI rupanya hanya sederhana saja. Mereka memulai Safety Riding dari individu. Setiap anggota YMCI memulai aman berkendara dari keseharian. Seperti misalnya di lampu merah. Ketika lampu kuning menyala, maka adalah waktunya untuk memperlambat kecepatan dan bukan sebaliknya, seperti yang sering terjadi seperti sekarang ini. Padahal tak disangkal jika motor Jupiter MX milik mereka bisa saja melaju kencang untuk melewati perempatan jalan. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh anggota YMCI. “Kalau ada anggota YMCI melanggar aturan dan Safety Riding hal itu nantinya malah membuat kami malu. Apalagi kalau ada pengaduan dari masyarakat” begitu jelas Hardi yang juga anggota YMCI. Jadi, ingin lebih tahu aman berkendara? Mulailah bersama YMCI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biodata YMCI:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;YMCI Berdiri: 12 November 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alamat: Pasteur – Bandung  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anggota: 44 bikers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketua: Robert ‘Bang Bet’ Purba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Website: &lt;a href="http://www.ymci.web.id"&gt;www.ymci.web.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-7547016196367233967?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/7547016196367233967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/yamaha-mx-club-indonesia-ymci-safety.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/7547016196367233967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/7547016196367233967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/yamaha-mx-club-indonesia-ymci-safety.html' title='Yamaha MX Club Indonesia (YMCI): Safety Riding Bukan Cuma Teori Bro’…'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjIkVH03_AI/AAAAAAAAABc/AKW8vP6D8HQ/s72-c/P1050569.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3637974952824261221.post-320432058492421406</id><published>2009-06-12T02:17:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:42:15.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Tomi Airbrush: Kualitas Diatas Segalanya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjIhsJzkhnI/AAAAAAAAABU/_zzytHZk8HM/s1600-h/tommy.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 91px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjIhsJzkhnI/AAAAAAAAABU/_zzytHZk8HM/s200/tommy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346372750072383090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mobilitas dan perkembangan dunia otomotif belakangan ini memang diakui cukup pesat dan menjanjikan. Beberapa pemilik modal menyatu dengan tangan-tangan kreatif tertantang untuk memanfaatkan peluang disegmen otomotif ini. Jumlah bengkel, tempat steam mobil atau motor serta lokasi pemasangan aksesoris pada kendaraan sudah cukup banyak berjejer disepanjang jalan ibukota. Tomi Gunawan mencoba mencari sela bisnis dan kreatifitas dalam memanfaatkan jumlah kendaraan yang kian menjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memiliki keahlian sebagai graphic design dan menguasai seni menggambar dari tahun 1995 silam, Tomi mencoba peruntungan membuka usaha airbrush. Langkah awal dilakukan dengan mengecat helm dan menggambarnya dengan tehnik airbrush. Tak disangka, keahlian dan kualitas cat serta gambar yang bagus, membuat konsumen yang notabene rekan-rekannya merasa puas. Karena pesanan yang setiap minggunya terus bertambah, lelaki keturunan ini memberanikan diri membuka tempat usaha dan mengembangkan airbrush dan cat untuk motor dan mobil.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah mendapat order mengecat motor Yamaha Force One, lelaki kelahiran 1978 ini semakin mengembangkan usaha tersebut. dengan menempati lahan sekitar 700 m2, Tomi menyulap lahan kosong tersebut menjadi tempat usaha yang cukup menjanjikan. Referensi gambar yang didapat juga banyak, mulai dari majalah, internet, hasil karya temannya dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah usaha “kelir mengelir” berdiri, Tomi mensiasati promosi bengkelnya itu lewat teman-temannya yang mengaku sangat puas dengan hasil kerjanya itu. Lewat promosi mulut ke mulut itu, nama Tomi Airbrush mulai terdengar kesegala pelosok. Selang beberapa bulan, sebuah majalah otomotif terbitan ibu kota mengangkat profil usaha miliknya itu. Nama Tomi Airbrush akhirnya sampai juga dari ke Papua hingga kawasan Sumatera. “Waktu itu ada wartawan dari majalah otomotif mengangkat profil bengkel saya, setelah itu silih berganti dari koran hingga televisi. Yang jelas kami selalu terbuka dan menghargai siapapun bukan hanya konsumen, tapi orang yang mau mengangkat profil kita seperti Anda,” terangnya saat disambangi di bengkelnya di jalan Kebun Raya, Duri Kepa, Jakarta Barat, belum lama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Soal prestasi? jangan ragukan karya lelaki berkulit putih ini. Sudah banyak motor oprekannya yang sukses menyabet gelar di berbagai kontes. “Kurang lebih 40 hingga 50 motor yang saya kerjakan berlaga diberbagai event otomotif. Bukan hanya Jakarta, tapi di daerah-daerah mengaku puas dan beberapa kali meraih piala dan penghargaan lainnya,” bangganya. Karena merasa bisnisnya semakin diminati pemilik motor dan mobil, Tomi mencoba menyapa konsumennya dengan membuka cabang. Cabang pertama dibilangan Jakarta Utara, sementara cabang keduanya dikawasan Selatan Jakarta. Sementara yang tinggal didaerah jangan khawatir, Tomi juga membuka cabang di Lampung dan Bangka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walau usahanya sudah cukup menjanjikan, namun Tomi mengaku masih memiliki obsesi lain. Dirinya ingin membuka sekolah sekolah airbrush demi pengembangan kedepan. Tomi membidik anak-anak bikers yang memiliki hobi grafis yang tidak tersalurkan namun memiliki bakat yang cukup tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anda pasti penasaran soal dana yang dikucurkan untuk merubah tunggangan Anda dengan airbrush. Jangan khawatir Tomi Airbrush terbilang terjangkau untuk para bikers. Pengecatan standar untuk motor matic dipatok Rp. 500 ribu dengan beberapa pilihan warna sesuai keinginan konsumen. Sementara untuk full body dikenakan Rp. 2,5 juta. Sementara pengecatan yang ekstrim atau rumit, konsumen mesti merogoh kocek hingga Rp. 3 hingga 5 juta. Namun demikian kepuasan dan jaminan masuk finalis di event kontes modifikasi atau airbrush pasti didapat konsumen. “Saya selalu mengutamakan kepuasan pelanggan, karena itu merupakan segala-galanya dan kunci keberhasilan. Makanya dana yang dikeluarkan konsumen setimpal dengan apa yang didapat. Namun demikian saya selalu berusaha untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik untuk pelanggan,” pungkasnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biodata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama Bengkel :Tomi Airbrush&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemilik  :Tomy Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdiri  :1995&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alamat         :Jalan Kebun Raya No. 103, Duri Kepa, Jakarta Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biaya         :Tergantung keinginan konsumen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Spesialisasi :Motor, Mobil, Helm, Bis untuk promosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3637974952824261221-320432058492421406?l=motodreamagazine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/feeds/320432058492421406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/tomi-airbrush-kualitas-diatas-segalanya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/320432058492421406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3637974952824261221/posts/default/320432058492421406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motodreamagazine.blogspot.com/2009/06/tomi-airbrush-kualitas-diatas-segalanya.html' title='Tomi Airbrush: Kualitas Diatas Segalanya!'/><author><name>motodream</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10807736534208843171</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zt0hmgS6rbc/SjIhsJzkhnI/AAAAAAAAABU/_zzytHZk8HM/s72-c/tommy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
